By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 13 October 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Dari Beton Otoritarianisme Menjadi Kanvas Kebebasan: Catatan Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di East Side Gallery Tembok Berlin
Internasional

Dari Beton Otoritarianisme Menjadi Kanvas Kebebasan: Catatan Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di East Side Gallery Tembok Berlin

Diajeng Maharini
Last updated: October 12, 2026 10:24 am
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

BERLIN, JERMAN – Bagaimana sebuah bangsa berdamai dengan trauma sejarahnya dan mengubah simbol penindasan menjadi ruang edukasi publik menjadi fokus kajian para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan ketika menyambangi East Side Gallery di Berlin, Jerman. Kawasan ini merupakan segmen asli dari Tembok Berlin yang berdiri di sektor timur wilayah yang dulunya dikuasai oleh rezim Jerman Timur di bawah pengaruh hegemoni Uni Soviet.

Dalam penjelajahan menyusuri jalan Mühlenstraße tersebut, para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan yang terdiri dari Direktur Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, dan CEO Enygma Erick Karya mengamati dari dekat ratusan mural ikonik yang dilukis langsung di atas sisi timur tembok. Sisi tembok yang menghadap ke wilayah eks-Jerman Timur ini dulunya merupakan zona terlarang yang putih kaku dan mematikan, sebelum akhirnya dilukis oleh 118 seniman dari 21 negara pada tahun 1990 sesaat setelah Tembok Berlin runtuh.

Wakil Direktur Sekolah Negarawan, Rinto Setiyawan, menjelaskan bahwa transformasi Tembok Berlin menjadi East Side Gallery adalah bukti kemenangan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan atas kekuasaan militeristik. Ketika rezim otoriter di bawah bayang-bayang Soviet memaksakan keseragaman lewat beton dan kawat berduri, masyarakat justru menjawabnya dengan ledakan kreativitas seni begitu kebebasan itu berhasil direbut kembali.

Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, mengaitkan fenomena sejarah di Berlin Timur ini dengan fondasi kurikulum Sekolah Negarawan yang berakar pada pemikiran kenegaraan serta kebangsaan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Menurut Prayogi, Cak Nun sejak puluhan tahun silam selalu mengingatkan bahwa pendekatan kebudayaan dan kesenian memiliki daya tahan yang jauh lebih abadi dibandingkan rekayasa kekuasaan politik yang kaku dan represif.

Di hadapan mural-mural bersejarah yang menyuarakan pesan perdamaian dunia tersebut, para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan mendiskusikan bahaya pembelahan sosial yang kerap sengaja diciptakan oleh elit politik demi melanggengkan kekuasaan. Sejarah Tembok Berlin di sektor Soviet ini mengajarkan bahwa kekuasaan yang memelihara ketakutan dan membatasi ruang gerak warga negaranya sesungguhnya sedang menggali lubang keruntuhannya sendiri.

Menjawab tantangan tata kelola di era kontemporer, CEO Enygma, Erick Karya, memaparkan bahwa transparansi adalah kunci utama agar negara tidak kembali terjebak pada praktik-praktik otoritarianisme tertutup ala Perang Dingin. Melalui arsitektur Artificial Intelligence (AI) Enygma yang diintrodusir oleh Sekolah Negarawan, tata kelola pemerintahan didorong untuk bersifat terbuka, partisipatif, dan berbasis data objektif, sehingga tidak ada lagi “tembok rahasia” yang memisahkan pengambil kebijakan dari realitas penderitaan rakyat.

You Might Also Like

Desain Ketatanegaraan Salah: Menjadikan Kekuasaan Eksekutif Tidak Terbendung
Diplomasi Kultural di ISS Den Haag: Refleksi Sekolah Negarawan atas Visi Global Cak Nun
Mandat Berubah Kekuasaan: Dari Representasi ke Dominasi Penguasa
Kedaulatan Rakyat Terabaikan dalam Relasi Negara dan Pemerintah: Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Catatan reflektif dari tepi Sungai Spree di Berlin Timur ini semakin memperkaya khazanah perjalanan dua tahun Sekolah Negarawan yang telah menyambangi 12 negara mulai dari negara dengan sistem pendidikan dan indeks kebahagiaan terbaik di dunia seperti Finlandia, negara eks-Uni Soviet paling maju dalam tata kelola IT yakni Estonia, hingga kawasan Eropa Barat, Turkiye, Persia (Iran), Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Berbagai temuan strategis tersebut terus disebarluaskan kepada masyarakat Indonesia melalui agenda diseminasi rutin dari Medan hingga Ternate dan Tidore.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dari Kedaulatan Rakyat Menuju Kendali Sistem: Menelusuri Pergeseran Jalur Kedaulatan dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1
Next Article Eksplorasi Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di East Side Gallery: Pelajaran dari Sisa Tembok Berlin Sektor Soviet tentang Kedaulatan Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Teknologi

PLN & Kemendikbud Riset Listrik, Partai X: Jangan Sampai Kampus & Rumah Rakyat Tetap Gelap Gulita!!

May 8, 2025
Pemerintah

Kedaulatan Tanpa Kontrol: Mengapa Pengawasan Kekuasaan Tidak Lagi Berfungsi dalam Sistem Demokrasi

March 16, 2026
Berita TerkiniPemerintah

MPR sebagai Simpul Kedaulatan: Mengurai Hubungan Rakyat, Negara, dan Kekuasaan dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

October 12, 2026
InternasionalPendidikan

Sekolah Negarawan Perluas Pendidikan Kebangsaan ke Iran, Bangun Jembatan Peradaban Berbasis Kemanusiaan

September 1, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.