By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 16 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Sekolah Negarawan Belajar dari Dua Wajah Brussel: Keseimbangan Antara Kekuatan Rakyat dan Kewibawaan Negara
Internasional

Sekolah Negarawan Belajar dari Dua Wajah Brussel: Keseimbangan Antara Kekuatan Rakyat dan Kewibawaan Negara

Diajeng Maharini
Last updated: September 16, 2026 8:39 am
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

Oleh: Tim Delegasi Sekolah Negarawan

BRUSSEL – Jika markas NATO dan Parlemen Eropa menunjukkan wajah Brussel sebagai pusat komando geopolitik modern, maka Grand-Place dan Royal Palace of Brussels adalah cermin dari jiwa historis kota ini. Pada September 2025 lalu, delegasi Sekolah Negarawan menyusuri jalanan berbatu yang menghubungkan kedua monumen sejarah tersebut. Apa yang kami temukan bukanlah sekadar tumpukan batu bata dan ornamen berlapis emas, melainkan sebuah manuskrip terbuka tentang filosofi kepemimpinan dan tata kelola ruang.

Foto di depan masjid Indonesia Brusel

Dalam rombongan yang terdiri dari Direktur Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, CEO Enygma Solusi Negeri Erick Karya, dan perwakilan Eropa Imam Syafiih Kamil, kami merenungkan sebuah kontras yang indah. Grand-Place adalah monumen yang didirikan oleh keringat rakyat para pedagang, pengrajin, dan serikat pekerja. Sementara Royal Palace adalah simbol dari institusi kenegaraan, ketertiban konstitusional, dan wibawa seorang kepala negara.

Berdiri di tengah alun-alun Grand-Place, kami belajar tentang resiliensi (ketangguhan). Pada tahun 1695, kawasan ini nyaris rata dengan tanah akibat pengeboman. Namun, warga sipil dan serikat pekerja saat itu bergotong royong membangunnya kembali dengan lebih megah dalam waktu singkat. Pesan kepemimpinan dari peristiwa ini sangat jelas: sebuah peradaban tidak akan hancur selama rakyatnya memiliki kebanggaan dan semangat kolektif untuk bangkit kembali.

Di sisi lain, saat kami melangkah menuju Royal Palace of Brussels, atmosfer berubah menjadi lebih tenang dan tertata. Fasad istana yang sangat panjang dan megah ini merepresentasikan kekuatan stabilitas. Di sinilah keputusan-keputusan kenegaraan diproses dan tamu-tamu asing disambut. Istana ini mengajarkan bahwa sebuah negara tetap membutuhkan simbol pemersatu yang berdiri di atas segala hiruk-pikuk politik harian.

Erick Karya, yang memiliki latar belakang teknologi dan infrastruktur, menyoroti hal ini sebagai seni urban planning (perencanaan kota) tingkat tinggi. Bagaimana sebuah kota merancang tata ruang yang memberikan tempat terhormat bagi wibawa negara (istana), namun di saat yang sama membiarkan ruang publik (Grand-Place) berdenyut dinamis sebagai pusat ekonomi rakyat. Ini adalah representasi tata ruang yang sangat demokratis sekaligus berwibawa.

You Might Also Like

Ketidakjelasan Kedudukan Negara dan Pemerintah dalam Perspektif Ketatanegaraan
Posisi Rakyat dalam Pemerintahan, Cermin Kualitas Demokrasi
Kemenag Siapkan 6.180 Posko Mudik! Partai X: Semoga yang Mudik Gak Malah Bingung Cari Posko!
PDIP Himpun Purnawirawan, Partai X Ingatkan Netralitas TNI-Polri Harus Dijaga!

Foto Grand Place

Bagi kami di Sekolah Negarawan, observasi ini melahirkan refleksi tajam untuk Indonesia. Ketika kita sedang gencar membangun kota-kota baru, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN), kita harus bertanya pada diri sendiri: apakah kita sedang membangun jiwa kotanya, atau hanya betonnya saja? Sebuah kota pemimpin harus memiliki ruang yang merayakan kekuatan rakyat, bersisian harmonis dengan ruang yang merepresentasikan keagungan negara.

Pada akhirnya, negarawan yang baik adalah mereka yang mampu menjaga dua pilar utama ini: merawat semangat dan kesejahteraan akar rumput (seperti filosofi guildhalls di Grand-Place), sembari terus menjaga kehormatan dan stabilitas institusi negara (seperti berdirinya tegak Royal Palace). Memahami keseimbangan inilah yang akan membawa Indonesia menjadi peradaban yang dihormati dunia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Negara adalah Organisasi Kekuasaan: Saat Mandat Rakyat Berubah Menjadi Dominasi Penguasa dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1
Next Article Membedah Anatomi Tata Kota Brussel: Sekolah Negarawan Telusuri Jejak Kekuasaan di Grand-Place dan Royal Palace

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Rakyat Terus Maju dan Berjuang demi Kehidupan yang Lebih Baik

August 11, 2026
Pemerintah

Saat Penguasa Tentukan Kandidat, Demokrasi Kehilangan Makna

May 11, 2026
Pemerintah

Koalisi Sipil Serukan #ResetKPU, Partai X: Pemilu Harus Pro Rakyat, Bukan Penguasa!

September 23, 2025
Pemerintah

Kritik Media Dukung Demokrasi, Partai X: Suara Publik Harus Dijaga

November 24, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.