By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 14 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Ketika Sejarah Bertemu Teknologi: Sekolah Negerawan Mencari Wajah Indonesia Masa Depan
Internasional

Ketika Sejarah Bertemu Teknologi: Sekolah Negerawan Mencari Wajah Indonesia Masa Depan

Diajeng Maharini
Last updated: September 14, 2026 9:19 am
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

PARIS — Ada dua kata yang sering ditempatkan dalam ruang yang berbeda, yaitu sejarah dan teknologi. Sejarah sering dianggap berbicara mengenai masa lalu, sedangkan teknologi sering dikaitkan dengan masa depan. Namun perjalanan Sekolah Negarawan ke Paris memperlihatkan bahwa keduanya dapat dipertemukan dalam satu pertanyaan besar, yaitu bagaimana sebuah bangsa menggunakan pengalaman masa lalunya untuk membangun masa depan. Paris menjadi salah satu contoh menarik karena kota ini tidak menghapus sejarah ketika memasuki era modern. Sebaliknya, berbagai lapisan sejarah tetap menjadi bagian penting dari wajah kota dan kehidupan masyarakatnya.

Kota Paris menunjukkan bahwa kemajuan tidak selalu harus dibangun dengan meninggalkan warisan masa lalu. Kawasan sepanjang Sungai Seine menjadi salah satu gambaran bagaimana perkembangan kota berjalan bersama dengan pelestarian sejarah. Di kawasan tersebut terdapat berbagai bangunan dan ruang bersejarah seperti Notre-Dame, Louvre, Les Invalides, Champs-Élysées, hingga Menara Eiffel yang menjadi bagian dari identitas Paris. Keberadaan berbagai peninggalan tersebut memperlihatkan bahwa modernitas dapat tumbuh di atas fondasi sejarah yang kuat. Sebuah bangsa dapat bergerak maju tanpa kehilangan hubungan dengan akar kebudayaannya.

Pelajaran tersebut memiliki relevansi besar bagi Indonesia yang saat ini memasuki fase perubahan teknologi yang semakin cepat. Digitalisasi pemerintahan, kecerdasan buatan, ekonomi digital, layanan berbasis teknologi, kota cerdas, hingga otomatisasi akan semakin memengaruhi kehidupan masyarakat. Namun pertanyaan utama bukan hanya mengenai seberapa cepat Indonesia mengadopsi teknologi. Pertanyaan yang lebih penting adalah untuk apa teknologi tersebut digunakan dan bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat kemampuan manusia dan institusi, bukan menggantikan nilai yang menjadi dasar kehidupan bersama.

Di sinilah pendidikan kenegarawanan menghadapi tantangan baru. Seorang negarawan masa depan tidak cukup hanya memahami tata kelola negara. Ia juga perlu memahami perkembangan teknologi, data, inovasi, dan perubahan masyarakat digital. Namun pemahaman tersebut tetap harus berjalan bersama dengan pemahaman terhadap sejarah, kebudayaan, etika, serta nilai kemanusiaan. Teknologi tanpa nilai dapat kehilangan arah dan hanya menjadi alat tanpa tujuan yang jelas. Sebaliknya, nilai tanpa kemampuan beradaptasi dapat membuat sebuah bangsa tertinggal menghadapi perubahan zaman.

Karena itu, sejarah dan teknologi bukan dua hal yang harus dipisahkan. Keduanya harus dipertemukan agar kemajuan memiliki arah yang benar. Paris memberikan contoh bahwa inovasi dapat berjalan berdampingan dengan warisan. Notre-Dame de Paris menjadi salah satu gambaran bagaimana sebuah bangsa berusaha menjaga peninggalan sejarah setelah mengalami kerusakan besar akibat kebakaran pada 2019. Proses pemulihan tersebut menunjukkan bahwa teknologi, keahlian, dan kepedulian masyarakat dapat digunakan untuk mempertahankan warisan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual.

Pesan yang dapat dipetik adalah bahwa kemajuan tidak harus berarti melupakan masa lalu. Inovasi tidak harus berarti menghapus identitas. Modernisasi tidak harus membuat sebuah bangsa kehilangan karakter. Bagi Indonesia, prinsip tersebut menjadi sangat penting karena masa depan bangsa tidak perlu dibangun dengan meniru negara lain secara penuh. Indonesia membutuhkan masa depan yang berakar pada nilai dan budaya sendiri, tetapi tetap mampu bersaing dalam perkembangan dunia.

You Might Also Like

PCO Sebut Program CKG Titik Awal, Partai X: Apakah Program Menjangkau yang Paling Membutuhkan atau Sekadar Pencitraan?
Menkes Minta Maaf soal BGN, Partai X: Kalau Gagalnya Sistemik, Kenapa Hanya Nama yang Jadi Tameng?
Pajak Semakin Menekan, Korporasi Terlindungi: Ketidakadilan yang Menyiksa Rakyat!
Tumpuan Rakyat atau Tumpuan Kekuasaan? Partai X: Reformasi Militer Bukan Sekadar Amanat Pidato!

Teknologi harus dipadukan dengan semangat gotong royong. Digitalisasi harus diarahkan untuk memperluas keadilan dan pelayanan masyarakat. Kecerdasan buatan harus berjalan bersama dengan tanggung jawab moral. Pertumbuhan ekonomi harus tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Pemerintahan berbasis teknologi juga harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pelayanan. Inilah tantangan bagi generasi pemimpin masa depan yang harus mampu menjadi penghubung antara warisan dan inovasi.

Perjalanan Sekolah Negarawan ke Paris pada akhirnya bukan hanya tentang melihat apa yang telah dibangun oleh bangsa lain. Perjalanan tersebut juga menjadi ruang untuk bertanya mengenai apa yang harus dipersiapkan Indonesia menghadapi masa depan. Jika sejarah menjadi sumber identitas, maka teknologi menjadi salah satu instrumen untuk menciptakan kemajuan. Namun arah perjalanan sebuah bangsa tetap ditentukan oleh manusia yang menggunakannya. Manusia membutuhkan ilmu, nilai, dan tanggung jawab agar perubahan tidak kehilangan tujuan.

Karena itu, masa depan Indonesia tidak cukup hanya menjadi masa depan yang canggih secara teknologi. Indonesia membutuhkan masa depan yang cerdas, berkarakter, berdaulat, dan berkeadaban. Kemajuan harus tetap berjalan bersama dengan kebijaksanaan. Teknologi harus tetap berpihak pada manusia. Dan sejarah harus tetap menjadi kompas agar bangsa tidak kehilangan arah ketika menghadapi perubahan besar di masa depan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dari Napoleon Hingga Republik: Paris Mengajarkan Bahwa Negara Lebih Panjang Umurnya Daripada Pemimpin
Next Article Paris dan Pertanyaan Besar Tentang Indonesia: Negara Seperti Apa Yang Ingin Kita Wariskan?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Demi Kursi Kekuasaan, Etika Ditukar Jabatan Tanpa Ragu

April 22, 2026
Pemerintah

Ketika Wakil Rakyat Tak Bisa Lagi Dikoreksi, Demokrasi Mulai Sakiti

December 1, 2025
Pemerintah

Pemerintah Mengabdi kepada Rakyat Menjadi Kunci Pelayanan Publik

July 17, 2026
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat, Sabam Sinaga, menyampaikan komitmennya menjadikan budaya sebagai sumber ekonomi
Ekonomi

Demokrat Usung Budaya Jadi Ekonomi, Partai X: Jangan Cuma Festival, Tapi Rakyatnya Tetap Miskin!

July 3, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.