By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 14 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Paris dan Pertanyaan Besar Tentang Indonesia: Negara Seperti Apa Yang Ingin Kita Wariskan?
Internasional

Paris dan Pertanyaan Besar Tentang Indonesia: Negara Seperti Apa Yang Ingin Kita Wariskan?

Diajeng Maharini
Last updated: September 14, 2026 9:25 am
By Diajeng Maharini
Share
6 Min Read
SHARE

PARIS — Setiap perjalanan pada akhirnya akan kembali kepada pertanyaan tentang rumah. Rumah yang dimaksud bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sebuah bangsa tempat manusia menaruh harapan, identitas, dan masa depan. Setelah melihat berbagai monumen, museum, jalan, dan ruang publik di Paris, pertanyaan yang muncul bukan lagi sekadar bagaimana Prancis membangun kotanya. Pertanyaan yang lebih penting adalah Indonesia seperti apa yang ingin kita wariskan kepada generasi berikutnya. Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan ketika perjalanan Sekolah Negarawan ke Paris membuka ruang untuk membaca hubungan antara sejarah, kebudayaan, dan pembangunan sebuah bangsa.

Paris memperlihatkan bagaimana sebuah bangsa menyimpan perjalanan sejarahnya dalam ruang kehidupan sehari-hari. Louvre, Notre-Dame, Les Invalides, Champs-Élysées, dan Menara Eiffel bukan sekadar bangunan yang berdiri sendiri. Berbagai tempat tersebut menjadi bagian dari lapisan sejarah yang membentuk identitas kota selama berabad-abad. Sejarah tidak hanya tersimpan dalam buku, tetapi hadir dalam arsitektur, museum, simbol, dan ruang publik. Dari sana terlihat bahwa sebuah bangsa dapat menjaga hubungan antara masa lalu dan masa kini melalui cara mereka merawat warisan.

Hal tersebut memberikan pelajaran penting bagi Indonesia. Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang memiliki sejarah panjang dan berbagai peninggalan berharga. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengubah pengalaman masa lalu menjadi sumber pembelajaran untuk menghadapi masa depan. Indonesia memiliki modal yang sangat besar berupa sejarah panjang, ribuan pulau, keragaman budaya, kekayaan intelektual, tradisi masyarakat, serta nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa. Namun seluruh modal tersebut membutuhkan pengelolaan agar tidak berhenti hanya sebagai kebanggaan masa lalu.

Karena itu, pertanyaan mengenai masa depan Indonesia tidak cukup hanya berhenti pada keinginan menjadi negara maju. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah maju untuk siapa, maju dengan nilai apa, dan menuju masyarakat seperti apa. Kemajuan tidak hanya dapat diukur melalui pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, atau perkembangan teknologi. Kemajuan juga harus dilihat dari kualitas manusia, kekuatan institusi, keadilan sosial, dan kemampuan bangsa menjaga nilai kemanusiaan. Sebuah negara perlu memiliki arah yang jelas agar perkembangan yang dicapai benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.

Pertanyaan tersebut membawa kita kembali kepada makna seorang negarawan. Seorang negarawan tidak hanya bekerja untuk menyelesaikan persoalan yang terlihat di depan mata. Ia juga memikirkan tantangan yang mungkin muncul pada masa depan. Ia tidak hanya memikirkan generasinya sendiri, tetapi juga generasi yang akan melanjutkan perjalanan bangsa. Ia tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun institusi yang mampu bertahan dalam perubahan zaman. Ia tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi memastikan teknologi tetap digunakan untuk memperkuat kehidupan manusia.

Karena itu, perjalanan internasional seperti yang dilakukan Sekolah Negarawan dapat menjadi bagian dari pendidikan kepemimpinan. Perjalanan bukan hanya tentang melihat tempat baru, tetapi juga tentang membandingkan pengalaman dan memahami cara bangsa lain membangun dirinya. Perbandingan tersebut bukan untuk menentukan siapa yang lebih baik, melainkan untuk melihat pelajaran yang dapat diambil. Prancis memiliki pengalaman sejarahnya sendiri, sedangkan Indonesia memiliki perjalanan yang berbeda. Yang terpenting adalah kemampuan untuk belajar dan menerjemahkan pengalaman tersebut sesuai dengan kebutuhan bangsa.

You Might Also Like

Stabilitas Makro yang Ditopang Perusahaan Zombie Indonesia pada Penguasa
PR Dilarang, Netizen Marah, Partai X: Gimmick Populis Tak Akan Selesaikan Masalah Sistemik!
Harga Kebutuhan Terus Naik, Pajak Menyengsarakan Rakyat yang Sudah Terkuras!
Eks Wakil Menteri BUMN Gagal Jadi Pejabat, Partai X: Jabatan Bukan Hadiah!

Paris memberikan contoh bagaimana sejarah dapat menjadi bagian dari identitas masa kini. Kawasan Paris sepanjang Sungai Seine menunjukkan bagaimana berbagai lapisan sejarah dan perkembangan kota dapat berjalan bersama dalam satu kesatuan. Indonesia memiliki peluang yang sama dengan kekayaan sejarah yang jauh lebih beragam. Borobudur, Prambanan, kota-kota tua, pesantren, kerajaan Nusantara, tradisi maritim, serta seni dan budaya daerah dapat menjadi bagian dari narasi besar Indonesia. Semua warisan tersebut memiliki nilai besar apabila mampu dihubungkan dengan pendidikan, inovasi, dan kebutuhan masyarakat masa kini.

Namun warisan tidak dapat bertahan hanya dengan menjaga bentuk fisiknya. Warisan membutuhkan pengetahuan, pengelolaan, dan generasi yang mampu menerjemahkan masa lalu ke dalam bahasa masa depan. Sebuah situs sejarah tidak cukup hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi harus menjadi ruang pembelajaran. Kebudayaan tidak cukup hanya dipertahankan, tetapi harus dikembangkan agar tetap relevan. Sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus digunakan sebagai sumber kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Di situlah pendidikan negarawan menemukan relevansinya. Seorang negarawan bukan hanya seseorang yang memahami bagaimana negara bekerja. Ia adalah seseorang yang mampu bertanya ke mana negara harus bergerak dan apa yang harus dipersiapkan untuk generasi berikutnya. Ia melihat negara sebagai perjalanan panjang yang tidak berhenti pada satu masa kepemimpinan. Ia memahami bahwa keputusan hari ini akan memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat pada masa depan.

Perjalanan Sekolah Negarawan ke Paris pada akhirnya bukan hanya perjalanan melihat Eropa. Perjalanan tersebut adalah kesempatan untuk melihat kembali Indonesia dengan perspektif yang lebih luas. Melihat kekuatan yang dimiliki bangsa, melihat tantangan yang harus dihadapi, melihat peluang yang dapat dikembangkan, dan melihat masa depan yang perlu dipersiapkan. Sebab bangsa yang mengetahui arah perjalanannya akan lebih mudah menentukan langkah yang harus dilakukan hari ini.

Pada akhirnya, pertanyaan terbesar bukan hanya bagaimana Indonesia menjadi negara maju. Pertanyaan yang lebih penting adalah negara seperti apa yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya. Apakah negara yang hanya kuat secara ekonomi, atau negara yang juga memiliki karakter, nilai, dan kemanusiaan. Apakah negara yang hanya mengejar perubahan, atau negara yang mampu menjaga identitas di tengah perubahan. Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan seperti apa Indonesia yang akan kita tinggalkan bagi masa depan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Sejarah Bertemu Teknologi: Sekolah Negerawan Mencari Wajah Indonesia Masa Depan
Next Article Bangsa yang Kehilangan Kedaulatan: Menata Kembali Hubungan Rakyat, Negara, dan Pemerintah dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Uang Koruptor Rp13T untuk LPDP, Partai X: Dana Rakyat Harus Kembali ke Pendidikan!

October 22, 2025
Pemerintah

Agustiani Tio Surati KPK, Partai X: Rakyat Butuh Keadilan, Bukan Negosiasi!

September 29, 2025
Pemerintah

Konstitusi dan Rakyat Bukan Sekadar Simbol Demokrasi

July 20, 2026
Pemerintah

Perjuangan Panjang yang Mengantarkan Lahirnya Bangsa Indonesia

August 3, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.