By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 4 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pendidikan > Sekolah Negarawan Sepakat Pemimpin Tidak Cukup Pintar, Harus Mampu Membaca Perubahan Dunia
Pendidikan

Sekolah Negarawan Sepakat Pemimpin Tidak Cukup Pintar, Harus Mampu Membaca Perubahan Dunia

Diajeng Maharini
Last updated: September 4, 2026 8:46 am
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

TEHERAN — Dunia bergerak semakin cepat dan perubahan terjadi hampir bersamaan dalam berbagai bidang kehidupan. Perkembangan teknologi, ekonomi, keamanan, serta hubungan antarnegara menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan kemampuan membaca keadaan secara menyeluruh. Dalam situasi tersebut, pemimpin yang hanya mengandalkan pengalaman masa lalu berisiko kehilangan kemampuan untuk memahami arah perubahan.

Kemampuan membaca perubahan dunia menjadi salah satu pelajaran yang diperoleh delegasi Sekolah Negarawan dari rangkaian agenda selama berada di Teheran. Pembahasan mengenai kepemimpinan Iran memberikan perspektif bahwa ilmu tidak cukup ditempatkan sebagai bekal akademik semata. Ilmu harus menjadi instrumen untuk memahami realitas, membaca perubahan, dan menentukan langkah yang tepat.

Seorang pemimpin perlu memahami apa yang sedang terjadi, mengapa suatu persoalan muncul, serta ke mana arah perubahan tersebut bergerak. Kemampuan itu membutuhkan wawasan yang luas dan tidak dapat dibangun hanya dengan memahami persoalan masa kini. Seorang pemimpin juga perlu memahami sejarah agar mampu melihat hubungan antara berbagai peristiwa yang membentuk keadaan sekarang.

Tanpa pemahaman sejarah, sebuah bangsa dapat melihat setiap persoalan sebagai kejadian yang berdiri sendiri. Padahal, banyak persoalan yang muncul hari ini merupakan hasil dari proses panjang yang berlangsung selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad. Sejarah membantu seorang pemimpin menemukan akar persoalan sehingga keputusan yang diambil tidak hanya bersifat reaktif.

Perspektif tersebut menjadi salah satu perhatian Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, PhD. Bersama Wakil Direktur Rinto Setiyawan dan Direktur International Affairs Abdullah Assegaf, Prayogi mengikuti berbagai agenda selama kunjungan Sekolah Negarawan di Iran. Rangkaian pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami pengalaman negara lain dari berbagai sudut pandang.

Bagi Sekolah Negarawan, mempelajari pengalaman Iran tidak berarti menerima seluruh cara pandang atau pendekatan yang digunakan negara tersebut. Pengalaman negara lain justru perlu dibaca secara kritis dengan mempertimbangkan latar belakang sejarah, kondisi masyarakat, serta tantangan yang dihadapi. Dengan cara tersebut, pembelajaran dapat menghasilkan pemahaman yang lebih objektif dan tidak berhenti pada kekaguman terhadap suatu model.

You Might Also Like

Krisis Ketatanegaraan: Pemerintah Gagal Total dalam Menanggulangi Masalah Rakyat
Dewan Perwakilan adalah Bagian Lembaga Segitiga Kepemerintahan, tetapi Seberapa Kuat Mandat Rakyat?
Ruang Kebebasan Ekspresi Menyempit, Partai X: Demokrasi Harus Kembali ke Rakyat!
Perdebatan tentang Demokrasi Terpimpin Diperlukan Kembali Muncul

Pertanyaan yang lebih penting adalah mengapa suatu bangsa mengambil keputusan tertentu. Pengalaman sejarah apa yang memengaruhi keputusan tersebut, bagaimana pemimpinnya membaca perubahan lingkungan, dan bagaimana masyarakat merespons perubahan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Pertanyaan semacam ini membantu seorang calon pemimpin memahami bahwa setiap keputusan memiliki latar belakang dan konsekuensi.

Kemampuan membaca dunia juga berkaitan dengan kemampuan menghubungkan berbagai persoalan. Kondisi ekonomi dapat memengaruhi kehidupan masyarakat, sementara perkembangan teknologi dapat mengubah pola kerja, keamanan, pendidikan, dan hubungan antarnegara. Karena itu, seorang pemimpin membutuhkan cara pandang yang utuh agar tidak melihat suatu persoalan hanya dari satu sisi.

Pemimpin yang mampu melihat hubungan antarpersoalan akan memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengambil keputusan. Sebaliknya, pemimpin yang melihat setiap masalah secara terpisah dapat menyelesaikan persoalan jangka pendek tetapi tanpa disadari menciptakan persoalan baru dalam jangka panjang. Kemampuan memahami hubungan sebab dan akibat menjadi bagian penting dari kecakapan kepemimpinan.

Dari perspektif pendidikan negarawan, inilah pentingnya ilmu dalam kepemimpinan. Ilmu bukan sekadar kemampuan menghafal informasi atau menguasai teori tertentu. Ilmu harus menghasilkan kemampuan memahami hubungan sebab akibat, membaca pola, menguji informasi, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, serta mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang.

Sejarah kemudian dapat dipandang sebagai sebuah peta yang membantu manusia memahami perjalanan sebuah bangsa. Sejarah memang tidak memberikan jawaban otomatis terhadap persoalan masa kini, tetapi sejarah dapat membantu menunjukkan dari mana sebuah persoalan berasal. Dengan pemahaman tersebut, seorang pemimpin dapat melihat masa kini secara lebih jernih dan memperkirakan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan.

Karena itu, pelajaran yang diperoleh Sekolah Negarawan dari Teheran bukan hanya mengenai sejarah dan pengalaman Iran. Lebih jauh, delegasi Sekolah Negarawan mendapatkan perspektif mengenai pentingnya membentuk pemimpin yang mampu membaca tiga dimensi sekaligus. Masa lalu diperlukan untuk memahami akar persoalan, masa kini menjadi ruang untuk mengambil keputusan, sedangkan masa depan menjadi arah yang harus dipersiapkan.

Dalam dunia yang terus berubah, kemampuan membaca ketiga dimensi tersebut menjadi semakin penting. Pemimpin tidak cukup hanya pintar dalam memahami teori atau memiliki pengalaman panjang dalam menjalankan tugas. Pemimpin juga harus memiliki kemampuan membaca perubahan, mengantisipasi tantangan, dan menentukan arah agar masyarakat tidak sekadar mengikuti perubahan, tetapi mampu mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sekolah Negarawan: Pemimpin Harus Mampu Mengendalikan Diri Sebelum Mengendalikan Kekuasaan
Next Article Sekolah Negarawan: Sejarah Harus Menjadi Laboratorium bagi Pemimpin

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Presiden CEO MBG: Program yang Berfokus pada Profit, Lupakan Kesejahteraan Rakyat

April 7, 2026
Pemerintah

Krisis Kesadaran dalam Tubuh Pemerintah Bayaran

January 9, 2026
Pemerintah

Amanat di Pemerintahan, Jalan Pengabdian kepada Rakyat

August 3, 2026
Pemerintah

Dari Idealisme ke Kapitalisasi: Jabatan sebagai Komoditas

April 22, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.