By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 4 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pendidikan > Ketika Kekuasaan Tidak Diikuti Kemewahan, Sekolah Negarawan Membaca Arti Zuhud dalam Kepemimpinan
Pendidikan

Ketika Kekuasaan Tidak Diikuti Kemewahan, Sekolah Negarawan Membaca Arti Zuhud dalam Kepemimpinan

Diajeng Maharini
Last updated: September 4, 2026 8:32 am
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

TEHERAN — Kekuasaan hampir selalu memiliki daya tarik karena jabatan memberikan kewenangan, akses, dan berbagai fasilitas. Namun, persoalan yang lebih penting adalah bagaimana seorang pemimpin menggunakan semua yang melekat pada jabatannya. Dalam konteks tersebut, kesederhanaan dapat menjadi salah satu bentuk keteladanan yang memperlihatkan kemampuan seorang pemimpin dalam mengendalikan dirinya.

Pertanyaan mengenai kesederhanaan tersebut mengemuka dalam pembahasan mengenai Imam Khomeini dan Imam Ali Khamenei yang disampaikan dalam Gala Dinner konferensi di Teheran. Delegasi Sekolah Negarawan melihat tema tersebut sebagai salah satu aspek penting dalam mempelajari karakter kepemimpinan. Pembahasan itu memberikan perspektif bahwa kualitas seorang pemimpin tidak hanya dapat dilihat dari besarnya kewenangan yang dimiliki, tetapi juga dari cara ia menjalani kehidupan.

Foto: salah satu ruangan rumah Imam Khomeini

Zuhud dalam pembahasan tersebut tidak sekadar berarti hidup dalam kekurangan atau menolak seluruh fasilitas yang tersedia. Lebih jauh, zuhud dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk tidak diperbudak oleh materi, kedudukan, dan kekuasaan. Seorang pemimpin yang memiliki kemampuan mengendalikan diri akan lebih mudah menempatkan jabatan sebagai amanah daripada menjadikannya sebagai sarana memenuhi kepentingan pribadi.

Dalam kepemimpinan publik, persoalannya bukan semata-mata seberapa banyak fasilitas yang dimiliki seorang pemimpin. Persoalan yang lebih mendasar adalah apakah fasilitas tersebut mengubah orientasi dan perilakunya dalam menjalankan amanah. Ketika keinginan pribadi mulai mengendalikan keputusan, jabatan dapat kehilangan tujuan utamanya sebagai sarana pelayanan kepada masyarakat.

Sebaliknya, pemimpin yang mampu mengendalikan dirinya dapat menempatkan kewenangan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Sikap tersebut membutuhkan kedisiplinan, kesadaran terhadap tanggung jawab, serta kemampuan membatasi keinginan pribadi. Karena itu, kesederhanaan bukan hanya persoalan penampilan, tetapi juga berkaitan dengan cara seorang pemimpin memandang kekuasaan yang berada di tangannya.

You Might Also Like

Saat Partai Menguasai Sistem, Kedaulatan Parpol Menguat
Kedaulatan yang Terkikis: Apakah Indonesia Masih Berdaulat Sepenuhnya?
Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Ekonomi Indonesia? Rakyat atau Pejabat?
Gijzeling sebagai Solusi Terakhir dalam Penagihan Utang Pajak

Itulah yang membuat kisah kesederhanaan Imam Khomeini dan Imam Ali Khamenei menarik untuk dikaji. Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra PhD bersama Wakil Direktur Rinto Setiyawan dan Direktur International Affairs Abdullah Assegaf menyimak perspektif tersebut sebagai bagian dari pembelajaran mengenai pengalaman kepemimpinan Iran. Bagi Sekolah Negarawan, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan refleksi mengenai hubungan antara karakter pribadi dan tanggung jawab seorang pemimpin.

Kesederhanaan juga berkaitan erat dengan persoalan kepercayaan masyarakat. Masyarakat akan lebih mudah melihat konsistensi apabila terdapat kesesuaian antara nilai yang disampaikan seorang pemimpin dengan kehidupan yang dijalaninya. Keteladanan menjadi lebih kuat ketika perkataan, perilaku, dan tanggung jawab seorang pemimpin menunjukkan arah yang sama.

Pemimpin yang berbicara mengenai pengorbanan tetapi menjalani kehidupan yang berlebihan tentu dapat menghadapi pertanyaan mengenai konsistensi. Sebaliknya, kehidupan yang sederhana dapat menjadi gambaran bahwa seorang pemimpin tidak menjadikan kewenangan sebagai sarana untuk memperkaya diri. Namun, kesederhanaan tidak boleh berhenti sebagai simbol atau citra pribadi semata.

Nilai tersebut harus diterjemahkan ke dalam perilaku dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik. Kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian terhadap kepentingan masyarakat, serta kesediaan menerima kritik merupakan bagian dari keteladanan yang lebih substantif. Dengan demikian, zuhud tidak hanya terlihat dari cara seseorang menjalani kehidupan pribadi, tetapi juga dari bagaimana ia menggunakan kewenangan yang dipercayakan kepadanya.

Dalam perspektif Sekolah Negarawan, inilah salah satu inti penting yang dapat dipelajari dari pembahasan mengenai kepemimpinan Iran. Indonesia memiliki sejarah, karakter masyarakat, dan sistem kenegaraan yang berbeda sehingga model kehidupan seorang pemimpin dari negara lain tidak dapat dipindahkan begitu saja. Hal yang lebih relevan untuk dipelajari adalah prinsip mengenai kemampuan mengendalikan diri, menjaga integritas, dan menempatkan jabatan sebagai amanah.

Seorang pemimpin harus mampu mengendalikan dirinya sebelum mengendalikan organisasi yang dipimpinnya. Jabatan harus dipandang sebagai amanah sebelum dipandang sebagai hak istimewa. Kualitas kepemimpinan pada akhirnya tidak hanya terlihat dari bagaimana seseorang menggunakan kewenangan, tetapi juga dari bagaimana ia mampu menahan diri ketika memiliki kekuasaan.

Dari Teheran, perspektif tersebut menjadi salah satu bahan refleksi bagi Sekolah Negarawan dalam membangun gagasan mengenai pemimpin yang berkarakter. Kesederhanaan tidak berarti menghilangkan kewibawaan seorang pemimpin, tetapi menunjukkan kemampuan untuk tidak membiarkan materi dan jabatan menguasai dirinya. Dalam kerangka tersebut, zuhud dapat dipahami sebagai salah satu jalan untuk menjaga agar kepemimpinan tetap berorientasi pada amanah, keteladanan, dan kemaslahatan masyarakat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sekolah Negarawan: Kepemimpinan Iran Menunjukkan Pentingnya Ilmu dan Keteladanan
Next Article Sekolah Negarawan: Pemimpin Harus Mampu Mengendalikan Diri Sebelum Mengendalikan Kekuasaan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Cak Nun: Reformasi Ketatanegaraan Demi Mencegah Pemimpin Gembelengan

July 4, 2025
Pemerintah

Lantik Pejabat Kemenkeu, Purbaya: Jangan Ada yang Digerebek KPK, Kejujuran Harus Diutamakan

March 11, 2026
Perencanaan pembangunan IKN menunjukkan 65 persen wilayahnya menjadi hutan lindung. Otorita IKN menegaskan pembangunan
Pemerintah

IKN 65% Hutan Lindung, Partai X Ingatkan Tata Ruang Berkeadilan

December 8, 2025
Pemerintah

Orang Besar Bangsa Adalah yang Berani Berkata Benar di Tengah Tekanan

August 10, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.