ISFAHAN — Kunjungan Tim Sekolah Negarawan ke Universitas Islam Azad Isfahan (Khorasgan) tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Rombongan juga berkesempatan melihat bagaimana perguruan tinggi mengembangkan unit usaha yang menggabungkan pengetahuan, riset, teknologi, dan kegiatan produksi. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai peran universitas dalam membangun ekosistem yang terhubung dengan kebutuhan industri dan pasar.
Salah satu fasilitas yang dikunjungi adalah unit produksi makanan ringan dan bumbu dapur milik universitas. Fasilitas tersebut menghasilkan berbagai jenis seasoning yang digunakan oleh hotel, restoran, katering, rumah sakit, pabrik, serta sejumlah institusi lainnya. Produk yang dihasilkan tidak hanya mengandalkan formula yang sudah tersedia, tetapi juga dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pelanggan.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Sekolah Negarawan memperoleh penjelasan mengenai tahapan produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses pengemasan. Setiap bahan yang masuk terlebih dahulu diperiksa berdasarkan standar dan grade yang telah ditentukan. Hanya bahan yang memenuhi persyaratan kualitas yang dapat diteruskan ke tahap pengolahan.

Pengelola fasilitas menjelaskan bahwa sejumlah rempah dibeli dalam kondisi yang masih utuh sebelum diproses di dalam fasilitas produksi. Bahan tersebut kemudian digiling sesuai kebutuhan untuk menjaga kualitas sekaligus memberikan kontrol yang lebih baik terhadap proses pengolahan. Penggilingan juga dilakukan sedekat mungkin dengan waktu produksi agar bahan tidak terlalu lama berada dalam kondisi setelah digiling.
Setelah melalui proses tersebut, berbagai bahan kemudian dicampurkan berdasarkan formulasi yang telah ditentukan. Campuran selanjutnya masuk ke tahap pengisian dan pengemasan menggunakan mesin. Produk yang telah dikemas kemudian dilengkapi dengan informasi produksi serta keterangan lain yang diperlukan.
Menariknya, unit usaha tersebut juga menyediakan layanan pengembangan produk berdasarkan permintaan pelanggan. Pelanggan dapat memberikan sampel atau menjelaskan karakteristik produk yang diinginkan. Tim pengembang kemudian menyusun formulasi, membuat sampel, melakukan pengujian, dan menunggu persetujuan sebelum produk diproduksi dalam jumlah lebih besar.
Pola tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan produksi tidak hanya berorientasi pada menghasilkan barang dalam jumlah besar. Di dalamnya terdapat proses riset, pengembangan formulasi, pengujian kualitas, serta penyesuaian produk dengan kebutuhan konsumen. Pengetahuan akademik kemudian diterapkan secara langsung untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Bagi Tim Sekolah Negarawan, pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana perguruan tinggi dapat membangun hubungan yang lebih dekat antara dunia akademik dan sektor usaha. Universitas tidak hanya menjadi tempat untuk menghasilkan pengetahuan, tetapi juga dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan pengetahuan tersebut diterapkan dalam proses produksi.
Kunjungan ini juga menunjukkan bahwa inovasi dapat berkembang melalui aktivitas yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Rempah, makanan ringan, teknologi pengolahan, formulasi, hingga pengemasan menjadi bagian dari satu rangkaian yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pasar.
Sebuah produk yang terlihat sederhana ketika berada di rak penjualan ternyata melalui berbagai tahapan sebelum sampai ke konsumen. Mulai dari pemilihan bahan baku, pemeriksaan kualitas, pengolahan, penyusunan formula, pengujian, hingga pengemasan, setiap tahap memiliki peran dalam menentukan kualitas produk akhir.
Bagi Sekolah Negarawan, pengalaman di Universitas Islam Azad Isfahan menjadi salah satu pelajaran penting dari perjalanan di Iran. Perguruan tinggi dapat menjadi ruang yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mengembangkan inovasi, membangun kegiatan produktif, dan mengubah pengetahuan menjadi produk yang memberikan manfaat bagi masyarakat.



