By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 5 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Sistem Proporsional Terbuka Perlu Perbaikan Demi Keadilan Sistem Pemilu
Pemerintah

Sistem Proporsional Terbuka Perlu Perbaikan Demi Keadilan Sistem Pemilu

Diajeng Maharini
Last updated: June 3, 2026 1:30 pm
By Diajeng Maharini
Share
6 Min Read
SHARE

beritax.id – Mantan Ketua KPU, Ramlan Surbakti, menilai pelaksanaan pemilu di Indonesia saat ini sudah berlangsung bebas. Namun, menurutnya, sistem pemilu yang berlaku belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan demokrasi.

Contents
Lima Ketidakadilan dalam Sistem PemiluDemokrasi Harus Menghasilkan Keadilan Prinsip Partai X: Politik Harus Melindungi dan Melayani RakyatSolusi Partai X untuk Mewujudkan Pemilu yang Lebih Adil

Pernyataan tersebut disampaikan Ramlan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi II DPR RI yang membahas masukan terhadap RUU Pemilu. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan hasil evaluasinya terhadap sistem pemilu proporsional terbuka yang selama ini diterapkan di Indonesia.

Menurut Ramlan, sistem proporsional terbuka saat ini bukan sekadar sistem campuran. Ia menilai sistem tersebut telah menjadi sistem yang campur aduk sehingga melahirkan berbagai persoalan mendasar dalam praktik demokrasi Indonesia.

Ramlan menyebut bahwa pemilu Indonesia memang sudah memenuhi unsur kebebasan. Namun, ia menegaskan bahwa kebebasan tanpa keadilan tidak cukup untuk menghasilkan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

Lima Ketidakadilan dalam Sistem Pemilu

Ramlan mengidentifikasi sedikitnya lima bentuk ketidakadilan yang masih terjadi dalam sistem pemilu nasional. Persoalan pertama berkaitan dengan distribusi kursi DPR antarprovinsi yang belum mencerminkan kesetaraan representasi.

Ia menilai masih terdapat daerah yang memperoleh kursi lebih banyak dibanding proporsi jumlah penduduknya. Sebaliknya, terdapat provinsi yang memiliki jumlah penduduk besar tetapi memperoleh kursi lebih sedikit.

You Might Also Like

Kemendagri Luncurkan Kode Wilayah Baru, Partai X: Ganti Kode Mudah, Bangun Wilayah yang Sulit!
Sekolah Negarawan: Mengembalikan Kedaulatan Rakyat Seutuhnya Melalui Desain Ulang Sistem Ketatanegaraan Indonesia
Letjen Djaka Harus Pensiun, Partai X: Jabatan Ganda Langgar UU, Tapi Negara Diam Demi Kuasa!
Rakyat Tanpa Kedaulatan: Ketika Keputusan Besar Hanya Ditentukan oleh Segelintir Orang

Kondisi tersebut menyebabkan nilai representasi warga negara berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Akibatnya, prinsip kesetaraan menjadi sulit diwujudkan secara penuh.

Persoalan kedua berkaitan dengan pengaturan dana kampanye. Ramlan menilai regulasi dana kampanye masih menyisakan banyak celah yang berpotensi menciptakan persaingan tidak sehat.

Ketidakadilan ketiga menyangkut nilai suara pemilih. Dalam praktik saat ini, suara yang diberikan kepada calon legislatif memiliki pengaruh lebih besar dibanding suara yang diberikan kepada partai politik.

Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip satu orang, satu suara, dan satu nilai. Setiap suara seharusnya memiliki bobot yang sama dalam menentukan hasil pemilu.

Persoalan keempat adalah jutaan suara sah yang tidak dikonversi menjadi kursi karena partainya gagal melewati ambang batas parlemen. Menurut Ramlan, kondisi itu membuat banyak suara rakyat kehilangan artinya.

Ketidakadilan kelima adalah praktik jual beli suara yang masih terjadi dalam berbagai tingkatan pemilu. Praktik tersebut menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi Indonesia.

Demokrasi Harus Menghasilkan Keadilan 

Menanggapi perkembangan tersebut, Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur pemungutan suara semata.

Menurut Prayogi, tujuan utama demokrasi adalah menghadirkan keadilan bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi dan tanpa dominasi kelompok tertentu.

Ia mengingatkan bahwa tugas negara hanya ada tiga. Negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat secara adil.

Dalam konteks pemilu, negara berkewajiban memastikan setiap suara rakyat memiliki nilai yang setara. Negara juga harus menjamin seluruh peserta pemilu memperoleh kesempatan yang adil.

Prayogi menilai berbagai kritik terhadap sistem pemilu harus menjadi bahan evaluasi serius. Reformasi demokrasi harus terus dilakukan agar kepercayaan publik terhadap proses pemerintahan tetap terjaga.

Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya menghasilkan pemenang pemilu. Demokrasi yang sehat juga mampu menghadirkan legitimasi yang kuat dan diterima seluruh masyarakat.

Prinsip Partai X: Politik Harus Melindungi dan Melayani Rakyat

Partai X memandang bahwa bukan sekadar perebutan kekuasaan. Pemerintahan merupakan instrumen untuk melindungi, melayani, dan mengelola kehidupan rakyat secara adil.

Karena itu, sistem pemilu harus dirancang untuk memperkuat kedaulatan rakyat. Sistem tersebut tidak boleh menciptakan ketimpangan representasi maupun menghilangkan nilai suara warga negara.

Partai X meyakini bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama. Hak tersebut harus dijamin melalui sistem yang transparan, akuntabel, dan mudah diawasi publik.

Prinsip Partai X menempatkan rakyat sebagai tujuan utama penyelenggaraan negara. Setiap kebijakan harus diukur berdasarkan manfaatnya bagi masyarakat luas.

Partai X juga menolak praktik uang karena merusak integritas demokrasi. Praktik uang mengubah suara rakyat menjadi komoditas yang diperjualbelikan.

Selain itu, Partai X menilai penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan elektoral harus dicegah secara tegas. Aparatur negara harus tetap netral dan profesional.

Solusi Partai X untuk Mewujudkan Pemilu yang Lebih Adil

Partai X menawarkan sejumlah langkah perbaikan untuk memperkuat kualitas demokrasi nasional. Langkah pertama adalah meninjau kembali sistem alokasi kursi DPR agar lebih proporsional.

Distribusi kursi harus mempertimbangkan jumlah penduduk dan aspek pemerataan representasi wilayah. Dengan demikian, kesenjangan representasi dapat diminimalkan.

Langkah kedua adalah memperkuat transparansi dan pengawasan dana kampanye. Seluruh sumber dana harus tercatat dan dapat diakses publik secara terbuka.

Langkah ketiga adalah mengevaluasi mekanisme parliamentary threshold. Sistem harus dirancang agar suara rakyat tidak terbuang sia-sia dalam jumlah besar.

Langkah keempat adalah memperkuat pengawasan terhadap netralitas aparatur negara. Pelanggaran harus ditindak secara cepat dan konsisten.

Langkah kelima adalah memperluas pendidikan politik bagi masyarakat. Pemilih yang cerdas akan menjadi benteng utama melawan praktik uang.

Partai X juga mendorong digitalisasi pengawasan pemilu untuk meningkatkan transparansi. Teknologi dapat membantu mengurangi manipulasi dan mempercepat penanganan pelanggaran.

Prayogi menegaskan bahwa reformasi pemilu harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud jika setiap suara benar-benar dihargai.

Menurutnya, keadilan pemilu merupakan fondasi penting bagi masa depan bangsa. Tanpa keadilan, kepercayaan publik terhadap demokrasi akan terus melemah.

Karena itu, revisi UU Pemilu harus menjadi momentum memperkuat kedaulatan rakyat. Negara wajib memastikan demokrasi berjalan bebas, adil, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPR Dorong Tanah Negara Dipakai Bangun Rumah Subsidi Rakyat
Next Article Kedaulatan Berpindah Tangan: Dari Rakyat ke Lingkaran Kekuasaan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

KKP Perluas Perlindungan Laut! Partai X: Jangan Sampai Laut Dilindungi, Nelayan Dilupakan!

March 27, 2025
Berita TerkiniPemerintah

Serba Salah Jadi Rakyat Indonesia: Nasionalisme Dijual, Keadilan Ditinggal!

July 8, 2025
Pemerintah

Ketimpangan Dibungkus Aturan: Rakyat Diatur, Penguasa Dilindungi

May 25, 2026
Ekonomi

Program MBG Dibanggakan, Partai X: Rakyat Butuh Bukti Bukan Angka

September 1, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.