beritax.id – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memerintahkan jajarannya mempercepat penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat dengan tetap menjaga ketepatan sasaran. Ia menekankan proses rekrutmen siswa tidak hanya mengejar kuota, tetapi juga harus menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan. Arahan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memimpin Rapat Dinas di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, dengan diikuti jajaran Eselon I dan II secara offline, sementara kepala Sentra dan Balai seluruh Indonesia bergabung melalui Zoom.
Dalam rapat tersebut, Gus Ipul mengingatkan agar penjangkauan siswa mencakup SD, SMP, hingga SMA, serta meminta jajaran langsung turun lapangan bersama kepala daerah jika mengalami kendala. “Tolong dipercepat tapi meskipun cepat tidak boleh tidak tepat sasaran. Jangan lupa siswa harus mencakup SD, SMP, SMA. Kalau kesulitan, bisa turun bersama Pak Bupati,” ucap Gus Ipul.
Proses Penjangkauan dan Target Siswa
Direktur Perlindungan Sosial Non-Kebencanaan Faisal melaporkan bahwa hingga saat ini, penjangkauan calon siswa telah menjangkau 12.676 anak, terdiri dari 4.328 calon SD, 4.604 SMP, dan 2.935 SMA. Proses penjaringan masih berlangsung menjelang tahun ajaran baru. Pemerintah menargetkan penerimaan siswa baru sebanyak 32.640, sementara 14.936 siswa sudah belajar di 166 Sekolah Rakyat. Gus Ipul menekankan, kualitas penjangkauan sama pentingnya dengan kuantitas siswa yang diterima.
Rapat juga membahas evaluasi tata kelola pengadaan dan penyerapan anggaran program Sekolah Rakyat. Gus Ipul menegaskan pengadaan harus dibenahi sejak tahap perencanaan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Ia menyoroti catatan terkait perencanaan pagu yang minim pertimbangan, penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang terlambat, Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang tidak matang, dan administrasi yang kurang tertib.
“Jangan terlalu nyaman dengan orang-orang tertentu. Kerja harus sistemik, bukan personal,” ujar Gus Ipul, menekankan pentingnya kontrol internal dan pengelolaan anggaran yang profesional. Ia pun mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga program Sekolah Rakyat dari praktik korupsi maupun penyimpangan.
Tanggapan Partai X
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menekankan bahwa program Sekolah Rakyat harus menjadi prioritas negara untuk melindungi anak-anak yang paling membutuhkan. Partai X mengingatkan pemerintah agar penjangkauan siswa dilakukan secara sistematis, transparan, dan berkeadilan, tidak sekadar memenuhi target angka semata.
Partai X juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap pengadaan dan penyerapan anggaran, agar dana publik benar-benar digunakan untuk kesejahteraan siswa. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah harus ditingkatkan agar distribusi siswa dan fasilitas sekolah merata hingga pelosok.
Prinsip dan Solusi Partai X
Prinsip Partai X menekankan bahwa negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan efektif. Solusi Partai X untuk program Sekolah Rakyat meliputi:
- Fokus pada anak-anak paling membutuhkan, bukan hanya kuota atau angka.
- Penyerapan anggaran wajib sistemik, diawasi, dan sesuai prosedur resmi pemerintah.
- Pengawasan ketat terhadap pengadaan agar mencegah praktik korupsi maupun penyimpangan.
- Sinergi dengan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan dan memastikan fasilitas tersedia.
- Evaluasi berkala untuk menyesuaikan kebutuhan riil siswa dan perlengkapan sekolah.
Partai X menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat adalah tanggung jawab negara dalam menjamin hak pendidikan dan kesejahteraan anak. Program harus tepat sasaran, efektif, dan bebas dari praktik korupsi demi masa depan generasi bangsa.



