By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 28 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > BUMN Buruhnya Rakyat: Sebuah Peluang yang Terabaikan
Pemerintah

BUMN Buruhnya Rakyat: Sebuah Peluang yang Terabaikan

Diajeng Maharani
Last updated: April 28, 2026 4:56 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh: Adv. Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan

beritax.id – Di tengah berbagai perdebatan tentang peran negara dan ekonomi, ada satu gagasan mendasar yang perlahan mulai hilang dari kesadaran publik negara, beserta seluruh instrumennya, hadir untuk melayani rakyat. Salah satu instrumen itu adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun dalam praktiknya saat ini, hubungan antara rakyat dan BUMN semakin jauh dari makna aslinya.

Contents
BUMN: Milik Rakyat, Bukan PemerintahRelasi yang TerbalikRuwat Diri: Jalan Perbaikan Cara BerpikirMengembalikan Makna: Dari Kekuasaan ke Pelayanan

BUMN: Milik Rakyat, Bukan Pemerintah

Jika kembali pada logika dasar republik, BUMN bukanlah milik pemerintah. BUMN adalah milik rakyat. Ia dibentuk bukan untuk memperkuat kekuasaan, tetapi untuk mengelola kekayaan negara demi kesejahteraan rakyat sebagai pemilik sah.

Di sinilah gagasan Cak Nun menjadi relevan yaitu BUMN sejatinya adalah “buruhnya rakyat.” Ungkapan sederhana ini menekankan posisi rakyat sebagai majikan, sedangkan negara beserta seluruh perangkatnya sebagai pelayan

Relasi yang Terbalik

Digambarkan jelas bagaimana relasi ini seharusnya bekerja yaitu rakyat adalah pemilik, sementara BUMN dan pemimpin adalah pelaksana yang bekerja untuk kepentingan rakyat.

Namun kenyataan menunjukkan kecenderungan sebaliknya. BUMN sering dianggap sebagai alat kekuasaan negara, bukan representasi kepemilikan rakyat. Kebijakan strategis lebih terasa sebagai keputusan top-down, bukan hasil kebutuhan nyata rakyat. Akibatnya, rakyat tidak lagi merasa sebagai pemilik. Mereka menjadi penonton, bahkan seringkali menjadi objek dari kebijakan yang seharusnya dibuat untuk mereka.

Akar Masalah: Cara Pandang yang Keliru

You Might Also Like

Prabowo Komitmen Perjuangkan Rumah Layak, Partai X: Rumah Rakyat Jangan Jadi Proyek!
Menegakkan Hak Rakyat melalui Keadilan Substantif Negara
Pelayan Publik yang Menyusahkan Rakyat adalah Pengkhianat Mandat Konstitusi
Penyimpangan Konstitusional Sunyi: Saat Pemerintah Hanya Memperhatikan Angka, Bukan Rakyat

Masalah ini berakar pada sesuatu yang lebih mendalam: cara pandang terhadap dunia, manusia, dan negara.

Dalam hal ini adanya krisis epistemologi perubahan cara berpikir yang memandang segala sesuatu sebagai objek yang bisa dieksploitasi. Cara pandang ini memisahkan subjek dan objek secara kaku yaitu satu menguasai, yang lain dikuasai.

Ketika masuk ke dalam sistem negara, terjadi pembalikan relasi. Negara tidak lagi melihat rakyat sebagai subjek utama, tetapi sebagai objek yang diatur, dikelola, bahkan dimanfaatkan. Akibatnya, lembaga negara, termasuk BUMN, kehilangan ruhnya sebagai pelayan, dan berubah menjadi entitas yang berdiri sendiri.

Ruwat Diri: Jalan Perbaikan Cara Berpikir

Cak Nun menawarkan solusi ruwat diri. Ajakan ini bertujuan membersihkan cara berpikir, mengembalikan pemahaman tentang posisi manusia dalam hubungan dengan sesama dan alam.

Dalam konteks negara, ruwat diri berarti menyadari bahwa:

  • rakyat adalah pusat,
  • negara adalah alat,
  • dan kekuasaan adalah amanah.

Ini bukan sekadar konsep politik, tetapi juga spiritual, yang menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan kearifan lokal Nusantara. Manusia tidak boleh memperlakukan sesamanya sebagai objek, apalagi mengeksploitasi alam tanpa kesadaran.

Gado-Gado Nusantara: Kekuatan dari Keragaman

Salah satu analogi menarik adalah gado-gado Nusantara. Indonesia dibangun dari keragaman yang saling melengkapi. Kekuatan bangsa terletak pada:

  • identitas lokal yang beragam,
  • nilai spiritual yang hidup,
  • kemampuan menyerap pengetahuan tanpa kehilangan jati diri.

Ketika modernisasi dan pengaruh luar mengikis identitas lokal, Indonesia kehilangan fondasinya. Negara kehilangan arah karena tidak berpijak pada nilai-nilai yang membentuknya.

BUMN sebagai Ruang Penebusan Sejarah

Dalam narasi historis, perjalanan ekonomi Indonesia terkait dengan warisan masa lalu, termasuk praktik eksploitasi seperti tanam paksa. BUMN seharusnya menjadi ruang untuk memperbaiki sejarah tersebut alat untuk mengembalikan keadilan kepada rakyat.

Namun hal itu hanya mungkin jika BUMN kembali pada posisinya yang benar yaitu sebagai pelayan rakyat, bukan alat kekuasaan.

Mengembalikan Makna: Dari Kekuasaan ke Pelayanan

Gagasan “BUMN buruhnya rakyat” bukan sekadar retorika. Ia mengingatkan bahwa negara harus kembali ke desain awalnya. Jika rakyat adalah pemilik:

  • kebijakan harus berpihak pada rakyat,
  • pengelolaan kekayaan harus transparan,
  • dan manfaatnya harus dirasakan langsung oleh rakyat.

Tanpa itu, konsep “milik negara” hanyalah formalitas, bukan realitas.

Seruan Kembali pada Jati Diri

Persoalan ini bukan hanya soal BUMN. Ini soal arah bangsa. Apakah Indonesia terus membiarkan relasi terbalik rakyat menjadi objek? Ataukah berani kembali ke jati diri rakyat sebagai pusat, negara sebagai pelayan?

Gagasan “BUMN buruhnya rakyat” sederhana, tetapi mengandung kebenaran mendasar yaitu negara tidak boleh berdiri di atas rakyat. Negara harus berdiri untuk rakyat. Selama gagasan ini terlupakan, republik belum sepenuhnya kembali kepada pemilik sahnya yaitu rakyat Indonesia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dominasi Partai dan Oligarki: Demokrasi Tanpa Akses Rakyat
Next Article dominasi partai dan oligarki Ketika Demokrasi Dikuasai Modal, Dominasi Partai dan Oligarki Tak Terhindarkan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Kriminal

Viral Ladang Ganja di Bromo Terbongkar, Partai X: Jangan Sampai Alam Jadi Korban Bisnis Gelap!

March 20, 2025
Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama strategis sektor energi, hilirisasi industri, dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Ekonomi

Transisi Energi Didorong Pemerintah, Partai X: Rakyatnya Masih Miskin Energi, Bukan Rendah Karbon!

July 3, 2025
Pemerintah

Kata Pemerintah Aman, Kata Warga Papua: Kami Mengungsi

December 18, 2025
Ekonomi

Harga Pangan Naik, Partai X Tuntut Kendalikan Pasar!

November 26, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.