beritax.id– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan alasan lembaganya menggunakan anggaran untuk menyewa jasa event organizer (EO). BGN mengalokasikan sekitar Rp113,9 miliar untuk 31 paket penyewaan jasa EO pada tahun 2025. Dadan menjelaskan bahwa lembaganya yang terbilang baru memerlukan dukungan profesional untuk menyelenggarakan kegiatan besar.
Jasa EO Sebagai Solusi Sementara
Dadan Hindayana menyatakan bahwa penggunaan jasa EO merupakan langkah strategis karena BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap menangani semua kebutuhan kegiatan besar. Ia menekankan bahwa BGN masih dalam tahap membangun sistem dan tata kelola operasional yang memadai.
“Penggunaan jasa EO ini untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu,” ujar Dadan dalam keterangannya.
Efisiensi dan Transparansi
Dadan juga menyebutkan bahwa EO memiliki keahlian dalam manajemen acara. Adapun termasuk perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Keahlian ini, menurutnya, tidak dapat dipenuhi oleh lembaga yang baru seperti BGN.
Lebih lanjut, penggunaan jasa EO ini diharapkan dapat mendukung tata kelola administrasi dan keuangan lembaga yang lebih tertib. Dadan menjelaskan bahwa seluruh komponen kegiatan yang dilakukan dengan EO dapat terdokumentasi secara sistematis. Hal ini mempermudah proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
BGN, dalam hal ini, menggunakan EO sebagai solusi untuk menjalankan program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa mengorbankan kualitas dan waktu. Dengan adanya EO, kegiatan BGN dapat dieksekusi lebih efisien dibandingkan dengan membangun tim internal dalam waktu singkat. Proses pembentukan kapasitas internal, menurut Dadan, memerlukan biaya dan waktu yang lebih lama.
Pengawasan Anggaran dan Pengadaan
Namun, praktik belanja besar untuk EO, terutama pengadaan sepeda motor listrik dan kaos kaki senilai miliaran rupiah, mendapat sorotan tajam dari publik. Anggota Majelis Tinggi Partai X dan Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa penggunaan anggaran negara harus diprioritaskan untuk kepentingan rakyat dan tidak boleh disalahgunakan.
“Sebagai bagian dari pengawasan negara, kita harus memastikan bahwa dana yang dikeluarkan tidak disalahgunakan, terutama jika menyangkut anggaran besar seperti ini,” ujar Prayogi. “Fokus utama adalah memastikan dana digunakan untuk kepentingan rakyat, terutama dalam program yang langsung mendukung kesejahteraan masyarakat.”
Tanggung Jawab dan Transparansi
Partai X selalu menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Anggaran yang dikeluarkan, terutama dalam program sosial seperti MBG. Adapun seharusnya didorong untuk memenuhi tujuan yang jelas dan terukur. Seperti meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi masalah gizi.
“BGN harus bertanggung jawab penuh dalam memastikan bahwa setiap pengeluaran anggaran negara benar-benar memberikan manfaat maksimal untuk rakyat. Program-program sosial harus didorong untuk mengentaskan kemiskinan dan memastikan bahwa masyarakat mendapatkan gizi yang cukup tanpa adanya pemborosan anggaran,” tegas Prayogi.
Prinsip Partai X
- Prioritaskan Kepentingan Rakyat: Setiap kebijakan dan pengeluaran negara harus bertujuan untuk melindungi dan melayani rakyat, terutama yang paling membutuhkan.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Penggunaan dana negara harus diawasi dengan ketat, dengan transparansi yang jelas dalam setiap langkah pengadaan dan pelaksanaan program.
- Efisiensi Anggaran: Anggaran yang digunakan harus dapat dioptimalkan dengan cara yang efisien, sehingga tidak terjadi pemborosan yang merugikan negara dan rakyat.
Solusi Partai X
- Pengawasan yang Lebih Ketat: Meningkatkan mekanisme pengawasan dan audit terhadap setiap pengeluaran negara, terutama yang melibatkan anggaran besar.
- Efisiensi dalam Pengelolaan Dana: Mengoptimalkan penggunaan dana untuk kepentingan masyarakat dengan mempertimbangkan kebutuhan yang lebih mendesak dan strategis.
- Meningkatkan Kapasitas Internal: Mengembangkan kapasitas internal BGN dan lembaga sejenis agar tidak bergantung pada pihak luar dalam mengelola program-program besar.
Kesimpulan
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kesejahteraan gizi masyarakat, BGN harus tetap memastikan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip transparansi dan efisiensi. Penggunaan dana yang besar, seperti yang dialokasikan untuk jasa EO, harus diikuti dengan pertanggungjawaban yang jelas untuk menghindari potensi pemborosan. Partai X akan terus mendukung upaya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara demi kepentingan rakyat Indonesia.



