By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 4 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Iran Diserang oleh Israel dan Amerika: Apa yang Harus Dilakukan Indonesia?
Internasional

Iran Diserang oleh Israel dan Amerika: Apa yang Harus Dilakukan Indonesia?

Diajeng Maharani
Last updated: March 4, 2026 1:28 pm
By Diajeng Maharani
Share
7 Min Read
Iran Diserang oleh Israel dan Amerika: Apa yang Harus Dilakukan Indonesia?
SHARE

beritax.id – Pernyataan Cak Nun pada Februari 2012 yang menyebutkan bahwa “Iran diserang oleh Israel dan Amerika” kini kembali menjadi perbincangan hangat. Pada forum Maiyah tersebut, Cak Nun menyatakan bahwa Arab Saudi kemungkinan besar akan mendukung Israel dalam konflik tersebut. Ia juga menantang Indonesia dengan pertanyaan, “Indonesia membela yang mana?” Banyak yang menganggap pernyataan ini sebagai ramalan. Namun, bagi mereka yang memahami analisis Cak Nun, pernyataan tersebut adalah pembacaan tajam tentang kebijakan global yang berbasis pada struktur kekuasaan dan peradaban.

Iran dan Kekuatan Vertikal yang Solid

Dalam beberapa forum lainnya, Cak Nun menyampaikan bahwa, “Amerika dan Israel tidak bisa mengalahkan Iran.” Hal ini disebabkan oleh kekuatan ideologis dan pemerintahan Iran yang kokoh dan solid. Cak Nun melihat bahwa “hanya dua negara yang memiliki kekuatan vertikal solid: China dan Iran.” Kedua negara ini, menurut Cak Nun, memiliki struktur kekuasaan yang terorganisir dan konsisten dari atas ke bawah. Kekuatan ini membuat Iran lebih sulit digoyahkan oleh kekuatan besar lainnya, seperti Amerika Serikat dan Israel.

Iran, dalam pandangan Cak Nun, telah berhasil membangun kekuatan ideologis dan kebijakan yang sangat solid. Hal ini menjadikan negara tersebut sangat tahan terhadap upaya intervensi yang bersifat ekonomi atau budaya. Ketika tekanan-tekanan ini gagal, serangan militer menjadi langkah terakhir yang mungkin dilakukan oleh negara besar, terutama Amerika dan Israel.

Penjajahan Peradaban: Tiga Tahap yang Perlu Dipahami

Cak Nun sering menjelaskan bahwa ada tiga tahap penjajahan peradaban yang perlu dipahami untuk membaca dinamika global.

  1. Penjajahan Militer Teritorial
    Penjajahan ini terjadi melalui invasi fisik dan pendudukan wilayah. Ini adalah langkah yang paling terang-terangan.
  2. Penjajahan Nilai dan Kebudayaan
    Negara besar berusaha menguasai bangsa lain melalui penetrasi nilai, budaya, dan ekonomi. Dalam hal ini, pasar bebas dan globalisasi menjadi alat yang efektif untuk merubah pola pikir suatu bangsa.
  3. Penjajahan Regulasi
    Penjajahan ini lebih subtil dan terjadi melalui pembentukan regulasi yang tampak sah, tetapi memiliki tujuan untuk mengonsolidasikan kekuasaan.

Cak Nun menganggap bahwa Iran diserang merupakan konsekuensi dari kegagalan dua tahap sebelumnya. Ketika Iran gagal ditundukkan melalui penetrasi nilai atau regulasi, serangan militer adalah alternatif yang lebih mungkin diambil oleh negara-negara besar.

Menariknya, pernyataan tegas dari pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, justru memperkuat pola tersebut. Khamenei pernah menyatakan:
“Hanya ada satu cara untuk menyelesaikan masalah kita dengan Amerika. Apa itu? Memberikan konsesi kepada Amerika. Namun, jika kita memberi konsesi sekali saja, Amerika tidak akan pernah merasa puas… Hari ini mereka meminta kita untuk menghentikan program nuklir. Kemudian mereka minta kita untuk mengubah undang-undang kita… Menghentikan industri pertahanan kita. Amerika ingin semuanya itu. Apakah ada orang Iran yang memiliki harga diri, bersedia memberikan konsesi-konsesi seperti itu?”

You Might Also Like

Indonesia Incorporated Menuju Kedaulatan Digital, Partai X: Jangan Sampai Digital Berdaulat, Rakyat Tetap Sengsara
Perpres Tata Kelola MBG Rampung, Partai X: Rakyat Tunggu Aksi Nyata!
Dampak Pembatasan Konten Investigatif bagi Demokrasi
Pajak Menyengsarakan Rakyat: Sistem Pajak yang Tak Punya Rasa Keadilan Sosial!

Pernyataan ini menegaskan bahwa yang dipermasalahkan bukan hanya soal nuklir, tetapi juga terkait dengan struktur kedaulatan hukum, industri pertahanan, dan sistem negara. Dengan kata lain, tidak hanya tahap kedua, tetapi juga tahap ketiga menjadi medan pertempuran.

Di sini, analisis Cak Nun dan sikap Khamenei terlihat sejalan, karena keduanya memandang konflik ini sebagai benturan peradaban dan kedaulatan, bukan hanya sekadar masalah kebijakan.

Indonesia: Pada Tahap Penjajahan yang Mana?

Pernyataan Cak Nun mengarah pada satu pertanyaan yang lebih relevan bagi Indonesia: “Indonesia sedang berada di tahap penjajahan yang mana?” Jika dilihat secara jujur, Indonesia berada di tahap kedua penjajahan, yaitu penjajahan nilai dan kebudayaan. Polarisasi sosial, fragmentasi identitas, serta konflik-konflik horizontal antar kelompok semakin meningkat. Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi tekanan pasar bebas, yang mengurangi otonomi negara dalam pengambilan kebijakan.

Lebih jauh lagi, Indonesia sudah mulai merasakan penjajahan regulasi, yang lebih subtil dan berbahaya. Regulasi yang ada sering kali digunakan untuk mendistribusikan sumber daya secara tidak proporsional, yang mengarah pada konsentrasi kekuasaan di tangan segelintir pihak. Ketika kebijakan strategis negara hanya mengandalkan norma dasar tanpa elaborasi lebih lanjut dalam peraturan yang jelas, ini membuka ruang untuk manipulasi kekuasaan.

Politik “Penjaga Surga” dan Fragmentasi Nasional

Konsep politik penjaga surga yang diungkapkan Cak Nun merujuk pada strategi global untuk membelah masyarakat melalui isu identitas dan sektarianisme. Dengan membangkitkan kebencian antara kelompok-kelompok sosial, energi nasional akan terkuras untuk konflik horizontal, bukan untuk membangun solidaritas dan konsolidasi vertikal. Ketika masyarakat terpecah, negara akan semakin mudah diarahkan oleh kekuatan eksternal tanpa perlawanan yang berarti.

Cak Nun mengingatkan bahwa Indonesia harus mempertanyakan “Apakah negara ini membela prinsip keadilan dan kedaulatan, atau sekadar mengikuti arus kekuatan dominan?” Pertanyaan ini menjadi ujian bagi konsistensi nilai-nilai yang harus dijaga oleh bangsa Indonesia.

Solusi untuk Menghadapi Tantangan Global

Cak Nun menawarkan beberapa solusi pembebasan peradaban yang bisa dijadikan langkah Indonesia untuk keluar dari penjajahan modern, yaitu:

  1. Kembali kepada Ilmu Tauhid (Agama/Ketuhanan)
    Kesadaran bahwa kekuasaan tertinggi adalah milik Tuhan, bukan negara, pasar, atau kekuatan global. Kesadaran ini melahirkan keberanian moral untuk menghadapi ancaman.
  2. Pemaknaan dan Penerapan Nilai Pancasila
    Pancasila bukan sekadar slogan administratif, melainkan fondasi peradaban yang harus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  3. Perubahan Struktur Ketatanegaraan dan UUD NRI 1945
    Untuk memastikan kedaulatan rakyat, perubahan dalam struktur ketatanegaraan dan UUD NRI 1945 diperlukan agar Indonesia dapat bertahan dalam menghadapi ancaman eksternal.

Kesimpulan: Membangun Kekuatan Vertikal yang Solid

Pernyataan Cak Nun tentang Iran diserang oleh Israel dan Amerika lebih dari sekadar ramalan. Itu adalah analisis tajam berbasis pola peradaban dan kebijakan. Cak Nun membaca struktur dan kecenderungan global, bukan hanya peristiwa kebetulan. Yang lebih penting, ia mengingatkan Indonesia untuk membangun kekuatan vertikal yang solid agar tidak terjebak dalam fragmentasi sosial yang bisa diperalat oleh kekuatan besar.

Indonesia harus siap menghadapi tantangan global dengan memperkuat konsolidasi nasional, nilai-nilai luhur bangsa, dan kedaulatan negara. Apakah Indonesia akan membela prinsip keadilan dan kedaulatan, atau sekadar mengikuti arus kekuatan dominan, menjadi pertanyaan penting yang akan menentukan arah masa depan bangsa.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Penyalahgunaan Kekuasaan Terselubung: Dari Manipulasi hingga Ketidakadilan
Next Article Penyimpangan Konstitusional Sunyi: Mengapa Hukum Tidak Lagi Melayani Rakyat?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Layanan Imigrasi All Indonesia di Bali Partai X Tanya, Inklusif untuk Siapa, Turis Kaya atau Warga Biasa?

August 6, 2025
Pemerintah

Dasco: Pilpres Tetap Dipilih Rakyat, Demokrasi Harus Berjalan Jujur!

January 20, 2026
Pemerintah

Analisis Kebijakan Global: Mengungkap Dampak Kebijakan Internasional Terhadap Negara Berkembang

February 2, 2026
Pemerintah

Diplomasi Prabowo Angkat Martabat, Partai X: Tapi Rakyat Masih Terpinggirkan!

October 20, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.