By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 11 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Mengungkap Cara Kerja dari Media ‘Bayaran’ Pemerintah
Pemerintah

Mengungkap Cara Kerja dari Media ‘Bayaran’ Pemerintah

Diajeng Maharini
Last updated: February 9, 2026 4:07 pm
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Sekarang banyak orang ngerasa media jarang mengkritik pemerintah. Dan itu bukan sekadar perasaan ada sebab yang pelan-pelan bekerja di baliknya.

Contents
Cara Kerja di LapanganDampak bagi Rakyat

Pemerintah punya anggaran khusus untuk belanja iklan dan publikasi media. Namanya resmi, tapi isinya: bayar media supaya memberitakan kegiatan pemerintah. Jumlahnya tidak kecil.
Di banyak daerah, anggaran untuk belanja publikasi media bisa mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2025 lalu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pernah menemukan kelebihan bayar sebesar Rp 813 juta di Kabupaten Jepara, dan itu hanya dari satu pos belanja: publikasi media.

Masalahnya muncul di sini:

Kalau media dapat uang dari pemerintah, sementara pemerintah yang sama seharusnya menjadi objek kritik, media pun berada di posisi yang serba salah.

Akhirnya lahir yang disebut, media bayaran pemerintah.

Cara Kerja di Lapangan

Media bayaran pemerintah jarang bohong secara terang-terangan. Caranya lebih halus. Yang sering muncul di berita biasanya: acara seremonial, peresmian, dan klaim keberhasilan,

You Might Also Like

Indramayu Termiskin Meski Penghasil Pangan Terbesar, Partai X: Ini Bukti Negara Tak Adil pada Petani!
Bencana Dibiarkan, Anggaran Dibelokkan: Pola Lama dalam Wajah Baru
BGN Sambungkan Petani ke Dapur MBG, Program Harus Berdampak Nyata!
Ilmu Negara Itu Wajib: Pembangunan Negara yang Berkelanjutan Memerlukan Pendidikan Warga Negara

Sementara itu: jalan rusak, banjir, korupsi, pelayanan buruk, sering tidak jadi berita, atau diberitakan setengah hati.

Di daerah, situasinya bahkan lebih mengkhawatirkan. Banyak media abal-abal: tidak terverifikasi Dewan Pers, redaksinya tidak jelas, namun tetap dapat kontrak publikasi dari pemerintah daerah.

Bukan karena kualitas jurnalistik tiba-tiba membaik, melainkan karena kritik dianggap terlalu mahal untuk dipelihara.

Mengapa bisa begitu?
Karena media semacam ini memilih mengikuti keinginan pemerintah. Cukup menyalin rilis resmi, memuatnya apa adanya, lalu selesai.

Dalam situasi seperti ini, negara bahkan tak lagi membutuhkan lembaga sensor untuk menekan.
Cukup kontrak kerja sama antara media dan pemerintah.

Tak sedikit dokumen kerja sama yang memuat kalimat-kalimat samar namun menentukan, seperti “menjaga nama baik pemerintah daerah” bahkan, di beberapa kasus, secara terang menyebut kewajiban menjaga nama baik pemimpin daerah.

Di titik inilah kritik menjadi tidak perlu dilarang, karena sejak awal sudah dipelihara agar tak pernah lahir.

Artinya jelas: kalau terlalu kritis, kontrak bisa diputus. Dan media akhirnya belajar satu hal: diam lebih aman daripada jujur.

Dampak bagi Rakyat

Akibatnya, kepercayaan publik ke media turun. Saat ada masalah: media lokal sering sepi, warga justru merekam sendiri dan upload ke TikTok atau Instagram.

Dari situ muncul istilah “No Viral No Justice”.
Jika tak viral, tak ditangani. Jika tak ramai, pemerintah cenderung cuek.

Ini bahaya untuk demokrasi. Karena seharusnya: media mengawasi pemerintah, bukan bergantung pada uang pemerintah, bukan takut kehilangan kontrak.

Selama uang rakyat masih dipakai untuk “beli pemberitaan”, selama kritik dianggap ancaman,
dan selama media lebih takut kehilangan iklan daripada kehilangan kepercayaan, kita tidak sedang kekurangan media. Kita sedang kekurangan media yang berani jujur.

Solusi

Selama pemerintah belum benar-benar tunduk pada rakyat, media akan tetap dipakai sebagai alat kekuasaan. Anggaran publikasi bukan untuk mendidik, tapi untuk menjaga citra dan membungkam kritik.

Karena itu, menghentikan praktik “bayar media” tidak akan terjadi selama kedaulatan masih dikuasai pemerintah.

Jadi, kembalikan dulu kedaulatan ke rakyat, baru bicara soal media yang sehat. Tanpa itu, media negara pun berisiko jadi corong kekuasaan, dan pendidikan Pancasila hanya jadi slogan.

Intinya sederhana: demokrasi sehat lahir dari kekuasaan yang diawasi rakyat, bukan dari niat baik pemerintah.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Prabowo sungguh ingin mewujudkan kemandirian ekonomi Pancasila, maka ia harus berani menyentuh akar persoalan yakni struktur ketatanegaraan Dekrit Presiden: Salah Satu Jalan Prabowo Wujudkan Kemandirian Ekonomi Pancasila
Next Article Krisis Moral Aparatur Pajak: Tersangka Korupsi Pajak Menambah Daftar Hitam Pegawai Pajak!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Mereka mendesak Presiden Prabowo segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Transportasi Online
Sosial

Ojol Terus Demo, Partai X: Kalau Perppu Pun Tak Terbit, Rakyat Disuruh Diam Saja?

July 22, 2025
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan merumahkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dinilai tidak bekerja
Pemerintah

Pegawai Pajak Berkinerja Buruk Harus Dibenahi Demi Pelayanan Publik

July 9, 2026
Pemerintah

Rakyat di Barisan Belakang, Entitas Kekuasaan Tertutup di Garis Depan

May 6, 2026
Pemerintah

Negeri Dalam Cengkeraman Penguasa: Dari Kedaulatan ke Ketergantungan

June 4, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.