beritax.id – Istilah wicked problem sering digunakan untuk menggambarkan masalah besar yang dihadapi bangsa ini, seperti korupsi dan ketimpangan sosial. Masalah-masalah ini sering dianggap terlalu kompleks untuk dipecahkan. Namun, apakah ini benar-benar wicked problem yang tak terpecahkan, atau sebenarnya kita sedang menghadapi krisis yang diabaikan? Ketidakmampuan negara untuk mengatasi masalah besar semakin terlihat jelas, dan ini menjadi alasan untuk mengabaikan perubahan yang dibutuhkan.
Wicked Problem: Apakah Itu Alibi?
Wicked problem menggambarkan masalah yang sulit dipecahkan karena kompleksitasnya yang tinggi. Namun, sering kali istilah ini digunakan sebagai alibi. Daripada mencari solusi konkret, kita justru disuguhkan dengan narasi bahwa masalah besar tersebut terlalu rumit. Hal ini memungkinkan kegagalan negara dalam menangani masalah secara sistematik dan terus berlangsung tanpa perubahan yang berarti. Istilah wicked problem seolah memberi legitimasi pada ketidakmampuan negara untuk menyelesaikan masalah struktural yang ada.
Tugas Negara: Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat
Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Ketika negara gagal menjalankan tugas ini, maka masalah yang muncul seharusnya dapat diatasi. Negara yang tidak berfungsi sesuai dengan tugas dasarnya akan menciptakan kegagalan kebijakan yang semakin memburuk. Krisis yang ada bukanlah wicked problem, melainkan hasil dari ketidakmampuan negara untuk menjalankan fungsi dasar tersebut dengan efektif.
Krisis yang Diabaikan: Desain Negara yang Salah
Adapun krisis yang dihadapi negara ini bukan semata-mata karena kompleksitas masalah, tetapi akibat dari desain negara yang salah. Negara yang tidak didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas akan terus memproduksi masalah yang tampaknya mustahil dipecahkan. Ketika negara tidak bisa melindungi rakyatnya, atau kebijakan tidak berpihak pada rakyat, itu bukan wicked problem—itu adalah kegagalan desain negara yang harus segera diperbaiki. Negara yang gagal menjalankan prinsip dasar ini hanya akan terus memperburuk keadaan.
Solusi: Reformasi Desain Negara
Untuk mengatasi masalah besar yang dianggap wicked problem, solusi yang dibutuhkan adalah perubahan struktural dalam desain negara. Pemerintah harus memperbaiki pembagian kewenangan, mengutamakan transparansi, dan menegakkan akuntabilitas di setiap level. Pendidikan politik yang lebih merata dan sistem hukum yang lebih tegas juga menjadi langkah penting untuk membentuk pemerintahan yang lebih adil dan berfungsi dengan baik. Negara harus kembali pada filosofi dasar negara yang berpihak pada rakyat dan memastikan semua kebijakan dapat memberikan manfaat yang adil bagi semua pihak.
Kesimpulan
Masalah yang terus-menerus disebut sebagai wicked problem sebenarnya adalah krisis yang diabaikan oleh negara. Ketika negara gagal melindungi, melayani, dan mengatur rakyat dengan baik, kita tidak sedang menghadapi masalah kompleks yang tak terpecahkan, melainkan kegagalan kebijakan yang perlu segera diperbaiki. Hanya dengan melakukan reformasi dalam desain negara dan kembali pada prinsip keadilan, negara dapat mengatasi krisis ini dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat.



