By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 19 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Seputar Pajak > Pajak Global: Menyembunyikan Kepentingan Negara Maju di Balik Regulasi Pajak
Seputar Pajak

Pajak Global: Menyembunyikan Kepentingan Negara Maju di Balik Regulasi Pajak

Diajeng Maharini
Last updated: January 27, 2026 11:15 am
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Regulasi pajak global sering kali menyembunyikan kepentingan negara maju di balik kebijakan yang diusung sebagai solusi bagi negara berkembang. Indonesia, sebagai negara berkembang, terpaksa mengikuti standar yang ditetapkan oleh organisasi internasional seperti OECD. Meskipun kebijakan ini diklaim untuk memperbaiki sistem perpajakan global, pada kenyataannya, kebijakan tersebut lebih menguntungkan negara maju daripada negara berkembang. Indonesia sering kali menjadi “policy taker,” tanpa kemampuan untuk merumuskan kebijakan pajaknya sendiri yang sesuai dengan kebutuhan nasional.

Dampak Regulasi Pajak Global pada Kedaulatan Fiskal Indonesia

Indonesia terjebak dalam ketergantungan terhadap regulasi pajak global yang didikte oleh negara maju. Salah satu contoh nyata adalah kebijakan Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) yang dikeluarkan oleh OECD. Indonesia, meskipun bukan anggota penuh, dipaksa untuk mengikuti standar yang ditetapkan dalam kerangka BEPS. Kebijakan pajak minimum global (GMT) yang diperkenalkan melalui BEPS mengharuskan Indonesia mengenakan pajak yang lebih rendah pada investor asing. Meskipun tujuannya untuk mencegah penghindaran pajak oleh korporasi multinasional, kebijakan ini tidak selalu selaras dengan kepentingan ekonomi domestik Indonesia.

Kehilangan Kendali atas Kebijakan Pajak

Indonesia semakin kehilangan kendali atas kebijakan fiskalnya. Negara kita tidak lagi bebas merumuskan kebijakan pajak yang menguntungkan rakyat, karena terikat pada standar global. Misalnya, kebijakan tax holiday untuk perusahaan besar yang diatur oleh BEPS mengurangi pajak yang harus dibayar oleh investor asing, sementara rakyat Indonesia justru dibebani dengan pajak konsumsi yang lebih tinggi, seperti PPN. Hal ini semakin memperburuk ketimpangan ekonomi, di mana yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin terbebani.

Pengaruh Kepentingan Negara Maju dalam Regulasi Pajak Global

Regulasi pajak global sering kali lebih mengutamakan kepentingan negara maju daripada negara berkembang. Negara-negara maju, melalui OECD dan lembaga keuangan internasional lainnya, menetapkan standar pajak yang lebih menguntungkan perusahaan besar dan investor asing. Negara berkembang, seperti Indonesia, sering kali dipaksa mengikuti kebijakan tersebut tanpa memiliki cukup kekuatan untuk menegosiasikan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Keputusan pajak yang diambil oleh negara maju sering kali disamarkan sebagai kebijakan yang menguntungkan semua pihak, padahal lebih banyak menguntungkan negara-negara besar.

Solusi untuk Mengurangi Ketergantungan pada Regulasi Pajak Global

Untuk mengurangi ketergantungan pada regulasi pajak global, Indonesia perlu memperkuat kedaulatan fiskalnya. Negara harus lebih selektif dalam mengadopsi kebijakan pajak internasional dan memastikan kebijakan tersebut mendukung pembangunan nasional. Pemerintah perlu merumuskan kebijakan perpajakan yang lebih adil dan berpihak pada rakyat, dengan mengurangi insentif pajak bagi korporasi besar dan lebih memprioritaskan pengumpulan pajak dari sektor kaya. Selain itu, Indonesia harus aktif dalam forum internasional untuk memperjuangkan kebijakan pajak yang lebih adil bagi negara berkembang.

Penutup

Regulasi pajak global sering kali menyembunyikan kepentingan negara maju di balik klaim keadilan global. Indonesia perlu memulihkan kedaulatan fiskalnya dan merumuskan kebijakan pajak yang lebih berpihak pada rakyat. Dengan reformasi perpajakan yang lebih adil dan transparan, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada kebijakan pajak internasional yang tidak sesuai dengan kebutuhan nasional. Pemerintah harus berani mengubah kebijakan pajak untuk menciptakan sistem perpajakan yang mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan rakyat.

You Might Also Like

Pemerintah Akan Bangun Gedung 40 Lantai, Kelola Dana Umat Rp 500 T, Partai X: Tapi Bangun Kesejahteraan Rakyat Juga!
Kerugian Terkait Scam Warga Rp 9,1 Triliun, Keamanan Ekonomi Harus Diperkuat!
Konstitusi Memberi Ruang Kekuasaan, Pengawasan Menjadi Penentu
Kepala BSSN: Investasi Bukan Jaminan Keamanan, Partai X: Rakyat Butuh Perlindungan Nyata!
TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Pajak Konsumsi Meningkat, Kedaulatan Hilang: Inilah Penjajahan Modern Fiskal
Next Article Korupsi Anggaran Pendidikan: Dana BOS yang Disalahgunakan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyusun model percontohan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui forum
Pemerintah

LAN Susun Kopdes Merah Putih, Partai X: Pastikan Untungkan Desa, Bukan Oligarki!

September 24, 2025
Seputar Pajak

Zulhas Keliru, Rakyat Disuruh Bayar, Tapi Tak Boleh Bicara?

April 24, 2026
Pemerintah

Cak Nun dan 5 Tahapan Spiritualitas dalam Rancang Bangun Negara

June 25, 2025
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyatakan bahwa kesepakatan transfer data antara Indonesia dan Amerika Serikat
Ekonomi

Transfer Data Rakyat Disamarkan Jadi Kerja Sama Dagang? Partai X Minta Transparansi dan Proteksi Data Nasional!

July 24, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.