By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 21 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Tata Kelola Buruk dan Proyek Siluman Indonesia yang Menyengsarakan Rakyat
Pemerintah

Tata Kelola Buruk dan Proyek Siluman Indonesia yang Menyengsarakan Rakyat

Diajeng Maharani
Last updated: January 20, 2026 4:24 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis media sosial telah membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang ketimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. Salah satu manifestasi paling nyata dari ketidakberesan tata kelola adalah munculnya fenomena proyek siluman proyek yang secara administratif ada, tercatat rapi, namun tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Alih-alih memperbaiki kualitas hidup rakyat, proyek-proyek ini justru menyengsarakan dengan menggerogoti anggaran negara.

Proyek Siluman: Eksistensi Tanpa Dampak

Fenomena proyek siluman menggambarkan suatu paradoks dalam birokrasi Indonesia. Secara administratif, proyek ini terdaftar dengan dokumen lengkap dan melibatkan anggaran negara yang besar. Namun, di lapangan, proyek ini seringkali tidak terealisasi atau hasilnya jauh dari yang dijanjikan, seperti infrastruktur yang mangkrak, kualitas material yang buruk, atau kegiatan yang tidak sesuai dengan anggaran yang disetujui.

Berdasarkan data dari berbagai lembaga pengawas, kebocoran anggaran melalui proyek siluman bisa mencapai angka 30% setiap tahunnya. Ini menunjukkan betapa besarnya kerugian negara yang tidak tercatat dalam laporan keuangan, namun langsung dirasakan oleh rakyat dalam bentuk pembangunan yang tak berjalan dan infrastruktur yang tidak layak.

Tata Kelola Buruk dan Penyalahgunaan Anggaran

Fenomena ini tidak terjadi secara kebetulan. Proyek siluman adalah hasil dari birokrasi yang lebih mengutamakan kepatuhan prosedural di atas hasil nyata. Proyek-proyek ini tidak sekadar “bodong,” tetapi merupakan desain sistemik yang mengeksploitasi celah dalam tata kelola administrasi negara. Hal ini membuat banyak proyek yang seharusnya memberi manfaat bagi masyarakat, justru menjadi ajang pemanfaatan anggaran negara untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

Korupsi di balik proyek siluman biasanya melibatkan manipulasi dokumen, penggelembungan biaya, dan kolusi antara pejabat publik dengan kontraktor atau pihak terkait. Semua ini terjadi tanpa pengawasan yang memadai, karena sistem yang ada seringkali hanya fokus pada laporan administratif tanpa mengecek kebenaran fisik di lapangan.

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Negara Harus Bertanggung Jawab

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menegaskan bahwa negara memiliki tugas penting dalam mengelola anggaran yang bersumber dari rakyat.

You Might Also Like

IHSG Hijau, Buruh Terpukul di Negara Indonesia Rapuh Struktural
Sidang Uji UU BUMN, Partai X: BUMN Milik Rakyat, Bukan Segelintir!
MBG Basi, Partai X: Dapur SPPG Cari Enaknya, Rakyat Terabaikan!
Negarawan adalah Arsitek dan Kontraktor dalam Membangun Struktur Ketatanegaraan

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika anggaran negara digunakan untuk proyek siluman yang tidak memberi manfaat nyata, maka negara gagal dalam tugasnya. Pemerintah harus bertanggung jawab atas kebocoran anggaran yang merugikan rakyat,” kata Prayogi.

Menurutnya, negara tidak boleh lepas tangan dalam mengawasi dan mengelola anggaran, karena hal ini akan mengancam kesejahteraan rakyat dan merusak integritas sistem pemerintahan.

Dampak Langsung bagi Rakyat

Proyek siluman membawa dampak langsung yang sangat merugikan masyarakat:

  • Kualitas infrastruktur yang buruk dan tidak sesuai dengan anggaran
  • Terhambatnya akses terhadap fasilitas publik yang dibutuhkan
  • Pemborosan anggaran yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup
  • Kepercayaan publik terhadap pemerintah yang menurun drastis

Rakyat menjadi korban dari ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola dan mengawasi anggaran negara.

Solusi: Mengakhiri Proyek Siluman dan Meningkatkan Transparansi

Prayogi R. Saputra mengusulkan sejumlah langkah untuk mengatasi fenomena proyek siluman:

1. Reformasi sistem pengawasan anggaran

Pengawasan yang lebih ketat dan transparan, dengan melibatkan masyarakat dalam memonitor proyek yang dilaksanakan.

2. Penerapan sistem audit forensik

Audit yang lebih mendalam dan menyeluruh untuk memeriksa keberadaan fisik proyek dan kepatuhan pada spesifikasi yang ditetapkan.

3. Digitalisasi anggaran dan pengadaan

Menggunakan sistem e-budgeting dan e-procurement yang dapat memastikan transparansi dan mengurangi praktik penyalahgunaan anggaran.

4. Pemberian sanksi tegas bagi pelaku korupsi

Penerapan hukum yang tegas bagi mereka yang terlibat dalam proyek siluman dan korupsi anggaran negara, termasuk penyitaan aset yang diperoleh secara ilegal.

5. Meningkatkan literasi publik terkait pengelolaan keuangan negara

Masyarakat harus dilibatkan dalam pemahaman mengenai pengelolaan anggaran negara dan berperan aktif dalam memantau proyek-proyek yang melibatkan dana publik.

Penutup

Proyek siluman adalah cerminan dari tata kelola yang buruk dan penyalahgunaan anggaran negara. Jika terus dibiarkan, hal ini akan mengancam masa depan pembangunan Indonesia dan kesejahteraan rakyat. Negara harus kembali pada fungsinya untuk melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan cara yang transparan dan akuntabel.

Prayogi R. Saputra menegaskan bahwa reformasi di bidang pengelolaan anggaran adalah langkah pertama yang harus diambil untuk mengakhiri praktik-praktik yang merugikan rakyat ini dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Anggaran Negara yang Bocor dan Dampaknya pada Pembangunan
Next Article Proyek Siluman Indonesia dan Patologi Birokrasi yang Mengakar

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Presiden Adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Satu

October 21, 2025
Pemerintah

Reformasi Polri, Partai X: UU Harus Lindungi Rakyat, Bukan Kekuasaan!

September 26, 2025
Pemerintah

TNI Gaduh, Partai X: Kalau Sopirnya Saling Serang, Siapa yang Mengemudikan Bus Pertahanan?

May 8, 2025
Pemerintah

Soal Komisaris BUMN, Partai X: Jangan Tunggu Ditangkap, Bongkar yang Kebal Hukum!

July 18, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.