By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 20 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Banjir di Sumatera: Ada Apa di Balik Fenomena Alam Ini?
Pemerintah

Banjir di Sumatera: Ada Apa di Balik Fenomena Alam Ini?

Diajeng Maharani
Last updated: January 20, 2026 10:05 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Dari bencana banjir Sumatera kemarin, banyak yang mempertanyakan siapa yang harus tanggung jawab. Kalau dari pemerintah pasti jawabnya “Ini karena cuaca ekstrem” atau “Hujannya terlalu lebat.” Tapi, ada beberapa temuan serius yang membongkar fakta bahwa banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar di akhir 2025 itu bukan murni bencana alam. Melainkan krisis buatan manusia, hasil dari keputusan pemerintahan yang “ugal-ugalan”.

Contents
Bukan Sekadar Hujan, Tapi “Spons” yang Hilang“Legal” tapi MerusakNegara Bayangan & The “Backing”

Di video ini, kita bakal bedah tuntas siapa dalangnya, siapa yang kasih izin, dan siapa yang jadi backing-nya. Simak sampai habis, karena datanya bakal bikin kita sadar kalau kita sedang dikepung “bencana terstruktur”.

Bukan Sekadar Hujan, Tapi “Spons” yang Hilang

Pertama, kita luruskan dulu mindset-nya. Pemerintah sering bilang faktor cuaca adalah penyebab utama. Padahal, investigasi data menunjukkan cuaca cuma pemicu, penyebab utamanya adalah hilangnya hutan kita.

Oke, kita mulai dari dasarnya dulu. Sumatera itu punya tulang punggung pegunungan Bukit Barisan yang topografinya rentan banget. Hutan di sana itu ibarat spons raksasa yang tugasnya menyerap air hujan. Masalahnya, spons ini udah “dikupas” habis-habisan.

Data WALHI nunjukin kalau dari 2016 sampai 2025, hutan seluas 1,4 juta hektar di Aceh, Sumut, dan Sumbar hilang!. Jadi, saat hujan turun, airnya nggak meresap, tapi langsung lari kencang sambil bawa tanah dan kayu, jadilah banjir bandang. Jadi jelas ya, ini bukan sekadar takdir, tapi karena daya dukung alamnya yang sudah dirusak.

“Legal” tapi Merusak

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling ironis. Banyak kerusakan ini justru dilakukan oleh perusahaan yang punya izin resmi.

You Might Also Like

Rp 1,2 Triliun untuk MBG, Partai X: Rakyat Butuh Solusi Nyata!
Indonesia Emas 2045: Visi Mulia dengan Akar Rakyat yang Tercabut
Sekolah Negarawan Tekankan Pemahaman “Negara Salah Desain” dalam Diskusi FISIP UPNVJ–Aktual.com
Stabilitas Makro di Tengah Perusahaan Zombie Indonesia

Contoh paling nyata ada di Sumatera Utara, tepatnya di ekosistem Batang Toru. Di sana ada proyek PLTA raksasa (PT NSHE) dan tambang emas (PT Agincourt).

PT NSHE (PLTA Batang Toru): Mereka punya izin, tapi pembangunannya di zona gempa dan merusak habitat Orangutan Tapanuli. Walaupun dokumen lingkungannya (AMDAL) dianggap bermasalah dan ada dugaan pemalsuan tanda tangan ahli, proyek jalan terus.

PTPN III (BUMN): Ini lebih parah. Perusahaan pelat merah ini ketahuan nanam sawit di lereng bukit yang kemiringannya di atas 45 derajat!. Padahal aturannya jelas, lereng securam itu nggak boleh ditanami karena bahaya longsor.

Geser ke Aceh. Di sana ada PT Tusam Hutani Lestari (THL) yang pegang izin penebangan pinus sejak zaman Orde Baru (1997) dan masih berlaku sampai 2035. Mereka nebang di hulu, tapi gagal reboisasi. Akibatnya? Hutan gundul, air nggak ada yang nahan, dan terjadilah banjir bandang yang rutin menyapu Aceh Tamiang.

Jadi, punya “surat izin” itu nggak menjamin mereka peduli lingkungan. Kadang izin itu cuma tameng formalitas.

Negara Bayangan & The “Backing”

Kalian ingat kasus penembakan polisi oleh polisi di Solok Selatan pada November 2024?. Itu adalah puncak gunung es dari mafia tambang emas ilegal. Tambang-tambang ini pakai alat berat terang-terangan di sungai. Logikanya, mana mungkin polisi nggak tahu?.

Ternyata, aparat yang harusnya nangkepin maling, malah jadi pelindung (backing) si maling demi cuan. Istilahnya, hukum formal nggak berlaku di sana, yang berlaku adalah hukum “siapa kuat dia dapat” alias negara bayangan.

Selain tambang emas, ada juga galian pasir (Galian C) ilegal di sekitar Gunung Marapi yang bikin banjir lahar dingin makin parah karena sungai-sungainya rusak dikeruk terus-terusan. Gubernur Sumbar dibilang “cuci tangan” karena malah nyalahin hujan, padahal pengawasannya lemah banget.

“Jurus Sakti” Pemutihan (UU Cipta Kerja)

Nah, ini bagian yang paling bikin sakit hati. Kenapa para perusak hutan ini berani banget? Karena ada regulasi yang “memanjakan” mereka, yaitu UU Cipta Kerja, khususnya Pasal 110A dan 110B.

Ini adalah mekanisme “Pemutihan”. Gampangnya gini: Dulu, kalau kamu babat hutan lindung tanpa izin, kamu dipenjara. Sekarang? Lewat pasal ini, kamu cukup bayar denda administratif, urus berkas, dan… kejahatanmu dianggap lunas dan jadi legal.

Pasal ini disebut sebagai “karpet merah” buat korporasi sawit yang tadinya ilegal. Jadi, alih-alih takut hukum, mereka mikir: “Hajar aja dulu hutannya, nanti kalau ketahuan tinggal bayar denda lewat jalur pemutihan.”.

Siapa yang Salah?

Jadi, kalau ditanya siapa dalangnya? Jawabannya bukan satu orang, tapi satu ekosistem.

  1. Regulator (Pemerintah & DPR): Yang bikin aturan “pemutihan” yang melemahkan hukum.
  2. Korporasi: Yang nanam sawit di lereng curam dan ngakalin AMDAL.
  3. Aparat: Oknum yang jadi backing tambang ilegal.
  4. Pemda: Yang obral izin demi pendapatan daerah tanpa mikir bencana.

Gimana menurut kalian?

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Agenda Global yang Mengancam Kedaulatan Nasional: Menjaga Ruang untuk Demokrasi dan Kebijaksanaan Lokal
Next Article Demokrasi Melemah Akibat Krisis Media Sosial

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

IMF Ingatkan Fiskal, Partai X: Beban Rakyat Jangan Ditambah

November 22, 2025
Berita TerkiniPemerintah

Gaji Sultan, Mental Pengemis: Pejabat Indonesia Rusak Total?!

August 11, 2025
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan menyatakan Indonesia mendorong penyelesaian damai konflik AS-Iran.
Internasional

RI Dorong Perundingan AS-Iran, Partai X: Jangan Jadi Penengah Global, Kalau Masalah Dalam Negeri Masih Dibiarkan!

June 24, 2025
Ekonomi

Target MBG 82,9 Juta, Partai X: Kejar Angka, Lupa Manusia!

October 31, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.