By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 4 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Sabrang di Pusat Sistem DPN, Cak Nun Tetap di Luar Kekuasaan: Ujian Nalar dan Integritas
Pemerintah

Sabrang di Pusat Sistem DPN, Cak Nun Tetap di Luar Kekuasaan: Ujian Nalar dan Integritas

Diajeng Maharani
Last updated: January 18, 2026 9:37 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan

beritax.id – Masuknya Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang dikenal publik sebagai Noe Letto, ke dalam sistem struktur Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menandai sebuah momen penting dalam lanskap intelektual dan kebudayaan Indonesia. Dilantik sebagai Tenaga Ahli dengan mandat di bidang geoekonomi, geopolitik, dan geostrategi, Sabrang kini berada di pusat sistem pengambilan kebijakan strategis negara, wilayah yang selama ini kerap ia bedah secara kritis dari luar.
Pada saat yang sama, ayahnya, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), tetap konsisten berada di luar struktur kekuasaan formal. Selama puluhan tahun, Cak Nun dikenal sebagai figur yang menjaga jarak dari jabatan kenegaraan, sembari terus mengingatkan publik tentang bahaya kekuasaan yang tidak dikawal nalar, etika, dan keseimbangan batin. Kontras posisi inilah yang membuat pelantikan Sabrang tidak sekadar peristiwa administratif, melainkan ujian nalar dan integritas, baik secara personal maupun simbolik.

Dalam berbagai forum Maiyah, Cak Nun kerap memetaforakan birokrasi dan pemerintahan Indonesia sebagai sebuah “kawah”, ruang yang panas, tidak stabil, dan berpotensi merusak manusia yang masuk ke dalamnya. Menurutnya, banyak orang yang awalnya idealis justru kehilangan rasa adil, kejernihan berpikir, dan keseimbangan hidup ketika terlalu lama berada dalam pusaran kekuasaan. Karena itu, Maiyah diposisikan sebagai ruang latihan agar manusia tetap utuh ketika bersentuhan dengan realitas sosial dan (kejahatan) politik.

Kini, Sabrang berada tepat di ruang yang selama ini diperingatkan sebagai “kawah”. Namun berbeda dengan banyak figur lain, ia tidak datang sebagai politisi atau kader partai, melainkan sebagai intelektual publik yang selama ini dikenal menekankan logika, analisis sistem, dan disiplin berpikir. Penunjukannya pun memunculkan dua pembacaan sekaligus di ruang publik: sebagai peluang perbaikan dari dalam, sekaligus sebagai risiko terserap oleh logika struktural yang kerap tidak ramah terhadap idealisme.

Perbedaaan Posisi Sabrang dan Cak Nun

Perbedaan posisi antara Sabrang dan Cak Nun menjadi menarik. Yang satu masuk ke pusat sistem, dengan tanggung jawab merumuskan dan memberi masukan kebijakan strategis negara. Yang lain tetap di luar kekuasaan, menjaga jarak kritis dan kebebasan moral untuk menegur siapa pun tanpa beban struktural. Keduanya, secara sadar atau tidak, sedang menjalani peran yang saling melengkapi: satu menguji kemungkinan rasionalitas bekerja dari dalam, yang lain menjaga ingatan kritis dari luar.
Bidang geoekonomi dan geostrategi yang kini digeluti Sabrang bukan sekadar persoalan teknis pertahanan, melainkan menyangkut arah kedaulatan negara di tengah tekanan global, konflik kepentingan internasional, serta ketahanan ekonomi nasional. Di wilayah ini, nalar kebijakan diuji bukan hanya oleh data dan analisis, tetapi juga oleh kepentingan, kompromi, dan realitas kekuasaan.

Karena itu, ujian sesungguhnya bagi Sabrang bukan terletak pada jabatan yang ia sandang, melainkan pada kemampuannya menjaga kejernihan berpikir di dalam sistem, tidak larut dalam euforia kekuasaan, tidak menjadi stempel formal, dan tidak kehilangan keberanian intelektual untuk mengatakan “tidak” ketika nalar publik dikorbankan. Sementara itu, keberadaan Cak Nun di luar kekuasaan tetap berfungsi sebagai pengingat bahwa negara membutuhkan suara moral dan kultural yang tidak terikat jabatan.

Pelantikan ini, pada akhirnya, memperlihatkan satu hal penting: kedaulatan nalar diuji baik di dalam maupun di luar sistem. Publik akan terus mengamati apakah Sabrang mampu membuktikan bahwa logika dan integritas dapat bertahan di pusat kekuasaan, sementara Cak Nun menunjukkan bahwa menjaga jarak dari jabatan juga merupakan bentuk tanggung jawab kenegaraan.
Di antara keduanya, republik sedang menyaksikan sebuah eksperimen sunyi: apakah sistem masih bisa ditembus oleh nalar yang jernih, dan apakah suara dari luar kekuasaan masih didengar oleh mereka yang berada di dalamnya.

You Might Also Like

Revisi UU P2SK, Partai X: BI Harus Independen, Bukan Juga Jadi Alat Kekuasaan!
Ahok Disebut ‘Bacot’ dan ‘Pahlawan Kesiangan’! Partai X: Fokus Bongkar Korupsi, Bukan Saling Serang!
Pajak Menyengsarakan Rakyat: Meningkatkan Ketimpangan Sosial Tanpa Solusi Nyata!
Putusan MK Soal Sekolah Gratis, Menko PMK Siapkan Strategi: Partai X Ingatkan, Pendidikan Gratis Bukan Strategi, Tapi Hak!

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Korupsi Sistemik Pajak Mengemuka, Polda Metro Jaya Dinilai Tak Sejalan dengan KUHAP Baru
Next Article Menteri Keuangan Purbaya Kocok Ulang PNS Pajak, Reformasi Dibutuhkan untuk Kejujuran!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Penyalahgunaan Kekuasaan Terselubung: Dari Manipulasi hingga Ketidakadilan

March 4, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

KKP Luncurkan Program Laut Sebasah, Partai X: Jangan Cuma Tebar Ikan Kalau Lautnya Terus Dieksploitasi!

August 5, 2025
sekolah memperkerjakan guru dari agama minoritas
Pendidikan

DPR Usul Guru Minoritas di Sekolah, Partai X: Keberagaman Itu Hak, Bukan Alat Kepatuhan Penguasa!

June 2, 2025
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menandatangani Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2025 tentang Penindakan Aksi Penyerangan
Pemerintah

Kapolri Buat Protokol Penindakan, Partai X: Jangan Keras ke Rakyat, Lembek ke Pejabat!

October 2, 2025
Pemerintah

Larangan Investigasi di RUU Penyiaran dan Redupnya Cahaya Jurnalisme

December 17, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.