By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 14 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ruang Publik Menyempit akibat Krisis Kebebasan Pers
Pemerintah

Ruang Publik Menyempit akibat Krisis Kebebasan Pers

Diajeng Maharani
Last updated: January 14, 2026 1:37 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Fenomena krisis kebebasan pers kian terasa dalam kehidupan demokrasi Indonesia, ditandai dengan menyempitnya ruang publik untuk menyampaikan kritik, aspirasi, dan perbedaan pandangan. Tekanan ekonomi terhadap media, relasi transaksional dengan kekuasaan, serta intimidasi terhadap jurnalis membuat pemberitaan semakin seragam dan berhati-hati, bahkan cenderung menghindari isu sensitif yang menyangkut kepentingan publik.

Akibatnya, ruang diskusi yang seharusnya terbuka justru berubah menjadi ruang yang penuh batas dan ketakutan.

Dari Forum Publik Menjadi Etalase Narasi Aman

Dalam situasi krisis kebebasan pers, banyak media memilih jalur aman: menyiarkan pernyataan resmi, mengulang klaim keberhasilan, dan meminimalkan laporan investigatif. Isu seperti kebocoran anggaran, konflik agraria, pelanggaran hak buruh, hingga dampak kebijakan ekonomi terhadap rumah tangga sering kali kalah ruang dibanding agenda seremonial penguasa.

Ruang publik pun tidak lagi menjadi tempat pertukaran gagasan yang setara, melainkan etalase narasi yang telah diseleksi.

Dampak bagi Kualitas Demokrasi

Menyempitnya kebebasan pers membawa konsekuensi serius:

  • Aspirasi masyarakat sulit tersalurkan secara luas.
  • Kritik kebijakan tidak mendapat panggung yang adil.
  • Kesalahan pemerintah terlambat dikoreksi.
  • Kepercayaan publik terhadap media dan institusi negara menurun.

Demokrasi pun berjalan tanpa dialog yang sehat, sementara jarak antara negara dan rakyat semakin melebar.

You Might Also Like

Putusan MK Dinilai Jaga HAM, Partai X: Hak Asasi Diakui Setelah Bertahun-tahun Dilanggar Aturan Sendiri!
Wapres Minta Sampah Dipilah dari Hulu ke Hilir, Partai X Ingatkan: Jangan Pilah Rakyat Demi Proyek Energi!
KUHP Baru Berlaku, Kerja Sosial Harus Berfokus pada Rehabilitasi
Bagaimana Nasib Bangsa Jika Pejabat Tidak Takut Pada Rakyat?

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Negara Wajib Menjamin Ruang Publik

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menilai krisis kebebasan pers sebagai tanda lemahnya komitmen negara terhadap hak dasar warga.

“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Melindungi rakyat berarti melindungi hak mereka untuk berbicara dan mendapatkan informasi yang jujur. Kalau pers ditekan, maka ruang publik ikut mati,” tegas Prayogi.

Ia menambahkan, melayani rakyat tidak cukup dengan program administratif, tetapi juga dengan memastikan suara masyarakat tidak dibungkam. Sementara mengatur rakyat harus dilakukan melalui hukum yang adil, bukan melalui pembatasan informasi.

Akar Masalah: Tekanan Ekonomi dan Budaya Anti-Kritik

Menurut Prayogi, krisis kebebasan pers dipicu oleh dua faktor utama:

  1. Kerentanan finansial industri media, yang membuat redaksi mudah bergantung pada iklan dan anggaran pemerintah.
  2. Budaya kekuasaan yang alergi terhadap kritik, sehingga memandang pers kritis sebagai ancaman, bukan mitra koreksi.

Kombinasi ini mendorong praktik sensor tidak langsung, baik melalui tekanan ekonomi maupun akses informasi yang dibatasi.

Solusi: Membuka Kembali Ruang Publik

Partai X dan X Institute mendorong sejumlah langkah konkret:

  1. Transparansi belanja komunikasi pemerintah
    Seluruh kontrak iklan dan kerja sama media harus dibuka ke publik.
  2. Penguatan regulasi perlindungan kebebasan pers
    Termasuk sanksi tegas bagi pihak yang mengintimidasi jurnalis.
  3. Dana publik independen untuk jurnalisme investigatif
    Dikelola lembaga non-partisan dan bebas intervensi.
  4. Perlindungan hukum dan ekonomi bagi jurnalis
    Agar mereka dapat bekerja tanpa takut kehilangan penghidupan atau dikriminalisasi.
  5. Program literasi media nasional
    Untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pers yang bebas dan independen.

Krisis kebebasan pers bukan sekadar persoalan dunia media, melainkan ancaman langsung terhadap keberlangsungan ruang publik dan kualitas demokrasi. Ketika pers dibungkam, suara rakyat ikut menghilang.

Seperti diingatkan Prayogi R. Saputra, negara harus kembali pada mandat dasarnya: melindungi rakyat dengan menjamin kebebasan berekspresi, melayani dengan menyediakan informasi yang jujur, dan mengatur secara adil tanpa menutup ruang kritik.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Erosi Pilar Keempat di Antara Media Bayaran dan Influencer Erosi Pilar Keempat di Antara Media Bayaran dan Influencer
Next Article Notaris Ungkap Transaksi Rp 809 M ke Gojek, Penegakan Hukum Harus Tegas

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Satgas PHK Dibentuk! Partai X: Titik Balik atau Gimik Pengalihan Gagalnya?

April 23, 2025
Putri Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut Soeharto, resmi menggugat Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Pemerintah

Tutut Soeharto Gugat Menkeu, Partai X: Rakyat Gugat Keadilan, Bukan Hukum Pejabat!

September 18, 2025
Pemerintah

Indonesia Negara Gagal Akibat Sistem Pemerintahan Presidensial

November 27, 2025
Ekonomi

Pembangunan Banyak, Kesejahteraan Tidak Bergerak: Ada yang Salah di Negara Ini

December 2, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.