beritax.id – Fenomena perusahaan zombie Indonesia semakin mengemuka di tengah klaim stabilitas makroekonomi yang terus digaungkan pemerintah. Stabilitas yang ditampilkan di permukaan ternyata ditopang oleh entitas usaha yang bertahan bukan karena kinerja sehat, melainkan karena perlindungan kebijakan, restrukturisasi berulang, dan kedekatan dengan kekuasaan. Akibatnya, stabilitas makro terlihat kokoh di atas kertas, tetapi rapuh dalam fondasi nyata ekonomi rakyat.
Keberadaan perusahaan zombie menciptakan distorsi serius dalam kebijakan ekonomi. Sumber daya negara mulai dari insentif fiskal, kredit murah, hingga relaksasi regulasi tersedot untuk mempertahankan perusahaan yang tidak produktif. Negara seolah lebih sibuk menjaga stabilitas angka dan kepentingan penguasa daripada membangun ekonomi yang sehat dan berdaya saing.
Dampak bagi Dunia Usaha dan Rakyat
Ketergantungan pada perusahaan zombie menekan dunia usaha yang sehat. UMKM dan perusahaan produktif kesulitan berkembang karena akses pembiayaan dan kebijakan tidak adil. Pada saat yang sama, rakyat menanggung beban melalui pajak, inflasi tersembunyi, dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja berkualitas. Stabilitas makro pun tidak berujung pada kesejahteraan.
Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Salah Menopang Ekonomi
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menilai bahwa negara telah keliru dalam menopang stabilitas ekonomi.
“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika stabilitas makro ditopang perusahaan zombie Indonesia yang dekat dengan penguasa, maka negara gagal melindungi ekonomi rakyat dan masa depan usaha yang sehat,” tegas Rinto.
Ia menambahkan bahwa stabilitas sejati tidak boleh dibangun di atas ketergantungan dan privilese.
Akar Masalah: Kebijakan yang Berpihak pada Kekuasaan
Menurut Rinto, akar persoalan terletak pada orientasi kebijakan ekonomi yang terlalu melindungi kepentingan penguasa dan kelompok tertentu. Ketika perusahaan zombie terus dipertahankan demi citra stabilitas, negara justru mengorbankan efisiensi, inovasi, dan keadilan ekonomi.
Solusi: Membangun Stabilitas Ekonomi yang Sehat
Sebagai langkah korektif, Partai X mendorong sejumlah solusi berikut:
- Penghentian Perlindungan terhadap Perusahaan Tidak Produktif
Negara harus berani menghentikan dukungan terhadap perusahaan zombie dan membiarkan mekanisme ekonomi berjalan sehat. - Realokasi Sumber Daya untuk Usaha Produktif
Insentif dan pembiayaan negara harus diarahkan pada UMKM dan perusahaan yang menciptakan nilai tambah nyata. - Reformasi Kebijakan Stabilitas Makro
Stabilitas ekonomi harus diukur dari ketahanan usaha dan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar indikator agregat. - Transparansi dan Akuntabilitas Kebijakan Ekonomi
Setiap dukungan negara kepada korporasi harus terbuka dan dapat diawasi publik.
Stabilitas makro yang ditopang perusahaan zombie Indonesia hanyalah ilusi jangka pendek. Negara akan terus rapuh jika ekonomi dibangun untuk melindungi kepentingan penguasa, bukan rakyat. Jalan keluar hanya satu: mengembalikan peran negara untuk melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan ekonomi yang adil, sehat, dan berkelanjutan.



