By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 18 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kegagalan Sistem: Ketika Jabatan Lebih Penting dari Konstitusi
Pemerintah

Kegagalan Sistem: Ketika Jabatan Lebih Penting dari Konstitusi

Diajeng Maharani
Last updated: December 29, 2025 1:00 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Dalam beberapa waktu terakhir, publik kembali disuguhi berbagai wacana dan keputusan pemerintahan yang memicu kegelisahan demokrasi. Prinsip-prinsip konstitusi yang seharusnya menjadi rujukan tertinggi bernegara justru kerap ditekuk demi kepentingan jabatan dan kelanggengan kekuasaan. Situasi ini menimbulkan kesan kuat bahwa posisi dan kekuasaan lebih dijaga daripada amanat konstitusi itu sendiri. Ketika jabatan menjadi tujuan utama, konstitusi perlahan diperlakukan sekadar formalitas. Hal ini menunjukkan kegagalan sistem bahwa pemerintah melupakan tugas utama yaitu melindungi rakyat.

Konstitusi lahir untuk membatasi kekuasaan, bukan memanjakannya. Namun dalam praktiknya, berbagai kebijakan dan wacana justru menunjukkan kecenderungan sebaliknya. Aturan ditafsirkan lentur, prosedur demokrasi dipersempit, dan prinsip kedaulatan rakyat ditempatkan di posisi sekunder.

Semua dilakukan dengan dalih stabilitas, efisiensi, atau kepentingan nasional, meski substansinya menggerus nilai-nilai dasar bernegara.

Jabatan Dipertahankan, Etika Publik Dikorbankan

Upaya mempertahankan atau memperluas jabatan sering kali mengabaikan etika publik. Rakyat tidak lagi diposisikan sebagai pemilik kedaulatan, melainkan sebagai objek yang harus menerima keputusan pejabat. Ketika kritik muncul, yang dibangun bukan dialog, tetapi pembenaran kekuasaan. Akibatnya, jarak antara negara dan rakyat semakin melebar.

Konstitusi seharusnya menjadi batas terakhir yang tidak boleh dilanggar. Namun ketika ia diperlakukan sebagai dokumen yang bisa dinegosiasikan demi jabatan, demokrasi kehilangan fondasinya. Hak-hak rakyat menjadi rapuh, dan masa depan pemerintahan bergeser dari mandat publik menuju kompromi pejabat.

Situasi ini berbahaya karena menciptakan preseden bahwa kekuasaan dapat berdiri di atas hukum.

You Might Also Like

Pembangunan Tanpa Kedaulatan, Apa Artinya Kemajuan Tanpa Rakyat?
Krisis Moral Pegawai Pajak Makin Parah dengan OTT Terbaru!
Subsidi BBM Disesuaikan, Ingatkan untuk Ringankan Beban Hidup Rakyat
Menteri Keuangan Konoha Sri Sengkuniwati Mundur

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Tujuan

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menegaskan bahwa kecenderungan menomorsatukan jabatan di atas konstitusi merupakan penyimpangan serius dalam kehidupan bernegara.

“Konstitusi bukan dibuat untuk melayani jabatan. Justru jabatanlah yang harus tunduk pada konstitusi,” tegas Prayogi.

Ia mengingatkan kembali fungsi dasar negara yang kerap dilupakan.

“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika konstitusi dikorbankan demi jabatan, maka negara gagal menjalankan ketiga tugas tersebut,” lanjutnya.

Negara Kehilangan Arah Saat Kekuasaan Menjadi Fokus Utama

Menurut Prayogi, ketika pejabat lebih sibuk mengamankan posisi daripada menjalankan amanat konstitusi, negara akan kehilangan arah. Kebijakan tidak lagi berpihak pada kepentingan jangka panjang rakyat, melainkan pada kepentingan kekuasaan sesaat.

“Jabatan itu sementara, konstitusi itu fondasi. Jika fondasi dirusak, negara akan rapuh,” ujarnya.

Solusi: Mengembalikan Konstitusi sebagai Panglima Tertinggi

Untuk mencegah kekuasaan berjalan di luar rel konstitusi, diperlukan langkah-langkah tegas dan konsisten:

  • Menegaskan kembali konstitusi sebagai batas mutlak kekuasaan
  • Menolak segala bentuk penafsiran aturan demi kepentingan jabatan
  • Memperkuat mekanisme pengawasan publik dan kelembagaan
  • Mendorong budaya pemerintahan yang menjunjung etika dan amanah
  • Menempatkan kedaulatan rakyat sebagai tujuan utama kebijakan

Ketika jabatan lebih penting dari konstitusi, yang terancam bukan hanya demokrasi, tetapi masa depan negara itu sendiri. Negara yang kuat bukan negara yang mampu mempertahankan kekuasaan, melainkan negara yang setia pada konstitusi dan amanat rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPR Ramai Jabatan, Sepi Pembelaan
Next Article Oligarki Bekerja, Demokrasi Indonesia Sekadar Formalitas

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Kekuasaan Terpusat, Sistem Presidensial Menghancurkan Keseimbangan

April 30, 2026
Pemerintah

Etika Ditukar Jabatan: Siapa Untung di Balik Transaksi Ini?

April 22, 2026
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) badan hukum kepada perwakilan lima koperasi desa
Ekonomi

SK Kopdes Diserahkan, Partai X: Tanpa Keadilan Ekonomi, Koperasi Rakyat Tak Akan Bertahan Lama!

July 22, 2025
Pendidikan

Seragam Sekolah Disorot DPR, Partai X Desak Pemerintah Stop Bebani Siswa Demi Kepentingan Kelompok!

August 1, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.