By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 20 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ketika Kurikulum Tidak Sinkron dengan Kenyataan, Bangsa Tersesat
Pemerintah

Ketika Kurikulum Tidak Sinkron dengan Kenyataan, Bangsa Tersesat

Diajeng Maharani
Last updated: December 4, 2025 1:49 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
Kurikulum sering lahir dari meja birokrat, bukan dari suara lapangan. Ia disusun dengan bahasa ideal, tetapi tidak menjawab kebutuhan
SHARE

beritax.id – Salah satu persoalan terbesar dunia pendidikan hari ini adalah jarak yang amat lebar antara kurikulum dan kenyataan hidup masyarakat. Kurikulum sering lahir dari meja birokrat, bukan dari suara lapangan. Ia disusun dengan bahasa ideal, tetapi tidak menjawab kebutuhan nyata siswa yang hidup dalam kompleksitas sosial, ekonomi, dan budaya yang berbeda-beda.

Ketika kurikulum jauh dari realitas, sekolah tidak lagi menjadi tempat mempersiapkan anak menghadapi kehidupan hanya tempat menyelesaikan tugas.

Anak-anak belajar tentang kewarganegaraan, tetapi tidak belajar bagaimana menghadapi ketidakadilan sosial. Mereka belajar matematika, tetapi tidak diajarkan bagaimana mengelola keuangan sederhana dalam hidup sehari-hari. Mereka belajar tentang masyarakat ideal, tetapi tidak dibimbing memahami konflik, keragaman, dan tantangan nyata di lingkungan mereka. Teori tanpa konteks membuat generasi tumbuh pandai menjawab soal, tetapi kesulitan memecahkan masalah kehidupan.

Guru Terjebak dalam Sistem yang Tidak Fleksibel

Guru sebenarnya ingin mengajarkan hal-hal yang relevan, tetapi kurikulum kaku dan tuntutan administratif membuat ruang gerak mereka sempit. Ketika guru dipaksa mengejar target, bukan mendidik, kreativitas mati perlahan. Guru menjadi pengatur waktu, bukan pembimbing kehidupan. Sistem ini bukan hanya menghambat guru tetapi menghambat tumbuhnya manusia.

Kesenjangan Antara Dunia Pendidikan dan Dunia Nyata Semakin Lebar

Kurikulum yang tidak sinkron membuat sekolah berjalan di jalur berbeda dari masyarakat. Sementara dunia berubah cepat digital, global, kompetitif kurikulum banyak tertinggal di masa lalu. Akibatnya, siswa merasa apa yang dipelajari di sekolah tidak relevan, dan pendidikan perlahan kehilangan wibawa di mata generasi muda.

Bangsa yang kurikulumnya tidak relevan, sedang mencetak generasi yang tersesat.

You Might Also Like

Transisi Energi Didorong Pemerintah, Partai X: Rakyatnya Masih Miskin Energi, Bukan Rendah Karbon!
PSK Ramai di Sekitar IKN, Partai X: Infrastruktur Dibangun, Moral dan Sosial Justru Diabaikan!
Pajak Digital Katanya Tak Naikkan Harga, Partai X: Tapi Yang Naik Justru Beban Rakyatnya!
Pemerintah Tetapkan Fleksibilitas Kerja ASN, Pastikan Layanan Tetap Terjaga!

Ketika pendidikan tidak mengajarkan realitas masyarakat, siswa tidak dibekali kemampuan memahami persoalan bangsa: ketimpangan, lingkungan, hak warga negara, moralitas publik, hingga praktik demokrasi. Generasi tumbuh cerdas secara teknis, tetapi rapuh secara etis. Pintar menghitung angka, tetapi bingung membaca arah bangsa. Krisis karakter hari ini lahir dari kurikulum yang tidak menanamkan kesadaran sosial.

Sekolah Tidak Bisa Mempersiapkan Masa Depan Jika Kurikulum Tidak Menyentuh Kehidupan

Pendidikan harus mempersiapkan siswa menghadapi dunia nyata bukan sekadar ujian.
Namun selama kurikulum tidak mengajak anak memahami nilai, masyarakat, keberagaman, problem sosial, dan tantangan masa depan, sekolah hanya akan mencetak generasi yang siap menghadapi soal, tetapi tidak siap menghadapi kehidupan. Kurikulum yang salah arah menyesatkan masa depan bangsa.

Solusi: Kurikulum Harus Hidup, Fleksibel, dan Berakar pada Realitas Sosial

Jika bangsa ingin keluar dari kebingungan arah pendidikan, kurikulum harus dirancang ulang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Kurikulum harus memberi ruang bagi siswa untuk memahami lingkungan sosial mereka, berdialog tentang masalah bangsa, memecahkan persoalan nyata, dan membangun karakter melalui pengalaman langsung. Guru harus diberi kebebasan profesional untuk menyesuaikan metode dan materi dengan konteks daerah masing-masing, serta dibebaskan dari beban administrasi berlebihan agar dapat fokus mendidik. 

Kurikulum harus terhubung dengan kehidupan sehari-hari: dengan nilai, teknologi, etika publik, partisipasi warga, dan tantangan sosial. Negara harus memastikan perumusan kurikulum melibatkan guru, masyarakat, akademisi, dan pelaku lapangan bukan hanya disusun secara teknokratis dari pusat. Dengan kurikulum yang hidup dan relevan, bangsa akan memiliki generasi yang kuat, memiliki karakter sosial, dan mampu menjaga masa depan.

Kesimpulan: Kurikulum yang Tidak Sinkron Menyesatkan Arah Bangsa

Kurikulum bukan hanya dokumen pendidikan ia adalah peta bagi masa depan negara. Jika peta itu tidak mencerminkan keadaan sebenarnya, maka seluruh perjalanan bangsa akan tersesat. Kurikulum yang tidak sinkron dengan realitas sosial bukan hanya membingungkan sekolah, tetapi membahayakan masa depan generasi dan bangsa secara keseluruhan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dewi Astutik Harus Dibongkar Tuntas, Partai X Desak Penindakan
Next Article Saat Advokat Mengklaim Putusan MK sebagai ‘Miliknya’: Menggugat Etika dan Nalar Kenegarawanan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Cak Nun, bukan hanya penyair spiritual, tapi juga seorang filsuf bangsa yang telah mewariskan “tegangan tinggi” pemikiran ketatanegaraan.
Pemerintah

Konstitusi Langit: Saat Gagasan Ketatanegaraan Cak Nun Butuh Penerima yang Siap!

June 24, 2025
Pemerintah

PAN Hormati Putusan MK Soal Jabatan Ketum, Partai X: Hormat Karena Aman, Bukan Karena Demokratis!

May 16, 2025
Pemerintah

Kesalahan Struktur Tata Negara Lahirkan Sila Keuangan Yang Maha Kuasa

June 13, 2025
Kriminal

Pembakaran Cenderawasih, Partai X: Aturan Dilanggar, Harga Diri Dihancurkan!

October 31, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.