By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 30 November 2025

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kedaulatan yang Terkikis: Apakah Indonesia Masih Berdaulat Sepenuhnya?
Pemerintah

Kedaulatan yang Terkikis: Apakah Indonesia Masih Berdaulat Sepenuhnya?

Diajeng Maharani
Last updated: November 27, 2025 1:00 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Dalam beberapa tahun terakhir, perdebatan tentang apakah Indonesia masih sepenuhnya berdaulat kembali mencuat. Banyak kebijakan strategis dirasa tidak lagi sepenuhnya mencerminkan kehendak rakyat, melainkan semakin terikat pada kepentingan eksternal, baik berupa kepentingan ekonomi global maupun tekanan kekuasaan yang sulit dihindari. Ketika keputusan penting diambil tanpa mempertimbangkan suara masyarakat, muncul tanda tanya mengenai sejauh mana negara mampu mempertahankan prinsip paling dasar dalam bernegara: kedaulatan yang berada di tangan rakyat.

Ketergantungan pada Kekuatan Ekonomi Besar

Kedaulatan ekonomi adalah salah satu aspek yang paling terlihat mulai terkikis. Ketergantungan pada investasi asing, utang luar negeri, dan dominasi perusahaan berkapital besar dalam sektor vital membuat ruang menentukan kebijakan menjadi semakin sempit.

Di berbagai daerah, penguasaan tanah dan sumber daya alam semakin terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok. Rakyat hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Ketika lahan produktif berpindah ke entitas besar, maka pemilik kedaulatan sejatinya bukan lagi negara, melainkan kepentingan ekonomi yang tidak selalu berpihak pada rakyat.

Hal ini membuat kemampuan negara untuk mengatur harga komoditas, melindungi pelaku usaha kecil, dan menjaga keseimbangan pasar menjadi sangat terbatas.

Ketidaktegasan Pengelolaan Sektor Strategis

Kedaulatan dan hukum pun menghadapi tantangan serupa. Keputusan strategis sering berjalan tanpa akuntabilitas penuh, sementara penegakan hukum tidak jarang terlihat tebang pilih. Ketika hukum dapat dinegosiasikan, maka kekuasaan kehilangan legitimasi moral dan perlahan menjauh dari fungsi utamanya untuk melindungi rakyat.

Sektor strategis seperti pangan, energi, dan pertahanan memerlukan kontrol negara yang kuat. Namun ketidaktegasan dalam mengawasi distribusi, mengendalikan harga, serta memastikan akses setara bagi rakyat membuat banyak kebijakan berjalan tidak sesuai dengan kebutuhan publik.

You Might Also Like

Pidato di Panggung, Gas di Jalan: Partai X Desak Jadi Aksi Nyata, Bukan Seremoni!
Polisi Perkosa Korban, Partai X: Alarm Runtuhnya Sistem Hukum!
Balai Benih Disorot DPR, Partai X: Infrastruktur Pangan Harus Layak!
Cak Nun: Kita Butuh Konstitusi yang Lahir dari Rahim Bangsa Sendiri

Kedaulatan bukan hanya soal kemampuan mengatur, tetapi keberanian untuk mempertahankan kepentingan rakyat dari intervensi apa pun.

Kedaulatan Rakyat sebagai Dasar Negara

Sebagaimana kedaulatan sejati hanya dapat bertahan ketika negara menjalankan tiga tugas dasarnya melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur kehidupan berbangsa untuk kepentingan umum. Tanpa orientasi ini, negara mudah terseret oleh arus kepentingan yang jauh dari aspirasi rakyat.

Ketika kebijakan tidak transparan dan tidak partisipatif, maka kedaulatan rakyat menjadi hanya slogan tanpa makna. Padahal, rakyatlah pemilik mandat tertinggi yang harus menjadi poros setiap keputusan.

Solusi untuk Mengembalikan Kedaulatan

Untuk memperkuat kembali kedaulatan Indonesia di bidang pemerintahan, ekonomi, dan sosial, diperlukan langkah-langkah tegas dan terukur:

Penguatan kontrol negara atas sektor strategis. Sumber daya alam, pangan, dan energi harus berada dalam kendali penuh negara. Regulasi dan pengawasan perlu diperketat agar tidak mudah diintervensi oleh kepentingan modal besar atau kekuatan luar.

Transparansi kebijakan dan keterlibatan publik. Setiap kebijakan strategis wajib dibuka kepada rakyat. Partisipasi masyarakat harus menjadi standar, bukan formalitas, sehingga keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan nasional.

Pemberdayaan pelaku usaha kecil dan ekonomi lokal. Kemandirian ekonomi tidak tercapai jika pelaku kecil tersingkir. Akses permodalan, perlindungan usaha, serta distribusi yang adil adalah fondasi utama ekonomi yang berdaulat.

Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat kembali menegaskan bahwa kedaulatan bukan sekadar simbol, melainkan prinsip hidup bangsa yang harus dijaga setiap hari.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Restitusi Pajak Ditangguhkan, Partai X Tekankan Akuntabilitas Penggunaan Dana
Next Article Pembebasan BPHTB untuk MBR, Partai X: Akses Perumahan Wajib Terjamin

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Kemenko Polhukam mencatat 7.596 pekerja migran Indonesia terjerat kejahatan digital di luar negeri sejak 2021.
Kriminal

7.596 PMI Terlibat Kejahatan Digital, Partai X: Negara Tak Sediakan Jalan, Warga Dipaksa Lewat Jurang!

July 10, 2025
Pemerintah

Tanah IKN Dibatalkan, Partai X: Investor Butuh Kepastian, Rakyat Butuh Kejelasan!

November 21, 2025
Pemerintah

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab di Tengah Krisis Moral

October 28, 2025
Mentan Target 33,8 Juta Ton Beras, Partai X: Target Naik, Tapi Petani Masih Tercekik Biaya Produksi!
Ekonomi

Mentan Target 33,8 Juta Ton Beras, Partai X: Target Naik, Tapi Petani Masih Tercekik Biaya Produksi!

July 8, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.