By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 31 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > 14 Abad Lalu Nabi Muhammad ﷺ Bicara Batas Moral Perang Araghchi Hubungkan dengan Dunia Modern
Internasional

14 Abad Lalu Nabi Muhammad ﷺ Bicara Batas Moral Perang Araghchi Hubungkan dengan Dunia Modern

Diajeng Maharini
Last updated: August 31, 2026 11:05 am
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

TEHERAN — Apa yang boleh dilakukan manusia ketika perang terjadi? Pertanyaan tersebut sering dianggap sebagai persoalan dunia modern, tetapi dalam acara Riwayat-e Rahmat di Vahdat Hall, Teheran, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengingatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ telah memberikan prinsip-prinsip moral mengenai peperangan sejak lebih dari 14 abad lalu. Pesan tersebut kembali menjadi bahan refleksi mengenai pentingnya menjaga nilai kemanusiaan ketika manusia menghadapi situasi paling sulit.

Araghchi menyampaikan gagasan tersebut di hadapan para tokoh pemerintahan, ulama, akademisi, seniman, serta perwakilan negara sahabat yang hadir dalam peringatan 1.500 tahun kelahiran Nabi Muhammad ﷺ. Delegasi Sekolah Negarawan dari Indonesia turut menghadiri forum tersebut sebagai bagian dari rangkaian kunjungan ke Iran. Delegasi dipimpin oleh Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, PhD, bersama Wakil Direktur Rinto Setiyawan dan Direktur Cooperation and International Relations Abdullah Assegaf.

Dalam pemaparannya, Araghchi menyoroti sejumlah prinsip yang dikaitkan dengan ajaran Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi peperangan. Anak-anak tidak boleh dicelakai, orang lanjut usia tidak boleh menjadi sasaran kekerasan, hewan tidak boleh disakiti, pepohonan tidak boleh dirusak, dan sumber air tidak boleh dicemari. Prinsip-prinsip tersebut menunjukkan bahwa peperangan sekalipun tetap memiliki batas moral yang tidak boleh dilanggar.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kekuatan tidak dapat berjalan tanpa tanggung jawab. Perang sering kali dipandang sebagai keadaan ketika aturan kehidupan seolah berhenti berlaku. Namun, nilai yang disampaikan dalam Riwayat-e Rahmat justru menunjukkan bahwa semakin besar kemampuan yang dimiliki manusia, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga kemanusiaan.

Araghchi menghubungkan prinsip-prinsip tersebut dengan berbagai nilai yang saat ini dikenal dalam aturan kemanusiaan internasional. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa penghormatan terhadap manusia dalam situasi konflik bukanlah gagasan yang baru muncul pada masa kini. Perlindungan terhadap masyarakat yang tidak terlibat dalam peperangan, menjaga lingkungan, serta membatasi tindakan kekerasan merupakan persoalan moral yang terus menjadi perhatian umat manusia.

Dalam perspektif tersebut, Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya dipahami sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai pemimpin yang menghadirkan batas moral ketika masyarakat berada dalam kondisi ekstrem. Keteladanan Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa kekuatan harus selalu dikendalikan oleh nilai keadilan dan kepedulian. Kepemimpinan yang baik bukan hanya terlihat saat menghadapi keadaan damai, tetapi juga ketika berhadapan dengan situasi penuh tekanan.

You Might Also Like

Pemerintah Senang Tunjangan, Lalu Rakyatlah yang Tersakiti
MK Putuskan BPK Hitung Kerugian Negara, Lindungi Uang Rakyat
Cak Nun Prediksi Iran Diserang oleh Israel dan Amerika: Ramalan atau Analisis Tajam
BBM Nonsubsidi Naik, Pastikan Konsumen Rakyat Tidak Terbebani

Hal tersebut sejalan dengan tema besar Riwayat-e Rahmat. Rahmat bukan hanya terlihat ketika seseorang memberikan kasih sayang dalam keadaan mudah. Rahmat justru diuji ketika seseorang memiliki kemampuan untuk bertindak terhadap pihak lain dan memilih untuk tetap menjaga nilai kemanusiaan.

Pertanyaan mengenai bagaimana kekuatan digunakan menjadi semakin relevan ketika Araghchi menghubungkan pembahasan tersebut dengan kondisi dunia modern, termasuk penderitaan masyarakat di Gaza. Dalam berbagai konflik, kelompok yang paling rentan sering kali adalah mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk menentukan jalannya peperangan. Anak-anak dan masyarakat sipil menjadi pihak yang membutuhkan perlindungan paling besar.

Karena itu, pesan Nabi Muhammad ﷺ mengenai perlindungan terhadap manusia yang lemah memiliki makna moral yang kuat. Nilai tersebut mengingatkan bahwa setiap tindakan manusia harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan orang lain. Kekuatan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan martabat manusia.

Sutradara Majid Majidi dalam acara yang sama juga menempatkan ajaran Nabi Muhammad ﷺ dalam kerangka kemanusiaan. Menurut Majidi, Islam merupakan agama yang membawa nilai rahmat, keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap manusia. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa etika dalam menghadapi konflik merupakan bagian dari pemahaman yang lebih luas mengenai tanggung jawab manusia.

Bagi delegasi Sekolah Negarawan, pembahasan tersebut memiliki keterkaitan dengan pendidikan kepemimpinan. Kenegarawanan tidak hanya berbicara mengenai kemampuan mengelola kekuatan, tetapi juga mengenai kemampuan membatasi kekuatan dengan nilai etika. Seorang pemimpin yang kuat bukan hanya pemimpin yang mampu menghadapi tantangan, tetapi juga pemimpin yang mampu memastikan bahwa setiap keputusan tetap menjaga kemanusiaan.

Pesan yang mengemuka di Vahdat Hall menunjukkan bahwa kekuatan tanpa batas dapat membawa kerusakan. Sebaliknya, kekuatan yang dikendalikan oleh nilai moral dapat menjadi jalan untuk menjaga kehidupan. Ketika dunia terus mencari cara untuk mengurangi penderitaan akibat konflik, ajaran Nabi Muhammad ﷺ yang disampaikan lebih dari 14 abad lalu kembali menjadi refleksi tentang batas moral dalam penggunaan kekuatan manusia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sekolah Negarawan di Vahdat Hall Belajar Memaknai Kepemimpinan Nabi Muhammad ﷺ sebagai Kepemimpinan Rahmat
Next Article Dari Vahdat Hall Sekolah Negarawan Menyimak Pelajaran Kepemimpinan Nabi Muhammad ﷺ di Tengah Konflik

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Menghadapi Realitas Otoritas Kekuasaan Oligarki

July 29, 2026
Ekonomi

Harga Minyak Melandai, Distribusi BBM Subsidi Dinilai Masih Tidak Adil

June 24, 2026
Pemerintah

Kegagalan Sila Keempat dan Ancaman Hilangnya Kedaulatan Rakyat

August 21, 2026
Pemerintah

Bahlil Menyebut Efisiensi, Rakyat Menyebut Penggusuran

December 23, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.