beritax.id – Sebanyak 137 siswa SMP Negeri 3 Berbah, Sleman, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Dua siswa sempat dirujuk ke Puskesmas, namun kondisi seluruh korban kini dilaporkan membaik. Dinas Kesehatan Sleman memastikan penanganan sudah dilakukan dengan melibatkan sembilan tenaga kesehatan di lokasi. Meski demikian, kasus ini menjadi kali kedua dalam bulan yang sama. Sebelumnya, keracunan MBG juga terjadi di empat SMP Kapanewon Mlati.
Kritik Partai X terhadap Program MBG
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X-Institute, Prayogi R Saputra, menegaskan negara memiliki tiga tugas utama. “Melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Kalau program justru mencelakai rakyat, berarti gagal,” ujarnya. Menurutnya, program MBG seharusnya menjadi solusi gizi, bukan sumber derita. Fakta keracunan berulang menandakan ada masalah serius pada perencanaan, pengawasan, dan kualitas distribusi program.
Prinsip Partai X: Negara Harus Jadi Pelayan Rakyat
Partai X memandang rakyat adalah pemilik kedaulatan. Pemerintah hanyalah pelayan, bukan penguasa. Jika program negara malah mencelakai rakyat, maka pemerintah gagal menjalankan mandat. Negara ideal menurut Partai X adalah entitas yang efektif, efisien, dan transparan, yang selalu berpihak pada kesejahteraan rakyat. Dalam kasus ini, kegagalan pengawasan distribusi makanan gratis mencerminkan buruknya birokrasi.
Solusi Partai X untuk Mencegah Pengulangan
Partai X menawarkan solusi berbasis prinsip yang telah disusun. Pertama, reformasi birokrasi digital agar rantai pengadaan makanan tidak rawan manipulasi. Kedua, musyawarah kenegarawanan lintas pilar melibatkan akademisi, agama, TNI/Polri, dan budaya untuk mengkaji ulang tata kelola program sosial. Ketiga, pendidikan politik di sekolah agar generasi muda memahami haknya atas pelayanan negara yang aman. Keempat, pembubaran kontrak penyedia nakal yang terbukti lalai, untuk menjamin kualitas layanan rakyat.
Keracunan massal akibat MBG menjadi peringatan keras bahwa kebijakan yang terlihat manis di atas kertas bisa menyengsarakan rakyat. Partai X menegaskan, program sosial harus diawasi ketat, transparan, dan berpihak pada keselamatan rakyat. Pemerintah jangan sekadar berjanji memberi makan gratis, tetapi gagal menjamin mutu. “Negara yang sehat adalah negara yang benar-benar melindungi rakyat, bukan membahayakan mereka,” pungkas Prayogi.