By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 3 July 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Agama > Warisan Kultural Ayatollah Sayyed Ali Khamenei dalam Membangun Ketahanan Peradaban Islam: Pandangan Akademisi Indonesia
Agama

Warisan Kultural Ayatollah Sayyed Ali Khamenei dalam Membangun Ketahanan Peradaban Islam: Pandangan Akademisi Indonesia

Diajeng Maharini
Last updated: July 3, 2026 10:05 am
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Taqrib News Agency (TNA), Dosen Senior Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, Dr. Abdullah Asqaf, menyoroti dimensi pemikiran dan warisan kultural Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei. Sebagai Anggota Majelis Umum Forum Dunia untuk Pendekatan Mazhab Islam (World Forum for Proximity of Islamic Schools of Thought), Dr. Abdullah menegaskan bahwa salah satu warisan terbesar Ayatollah Khamenei adalah kemampuannya menginspirasi umat Islam untuk mengejar kemajuan tanpa kehilangan identitas keagamaan maupun akar peradaban mereka.

Menurut Dr. Abdullah, kontribusi intelektual dan kepemimpinan Ayatollah Khamenei melampaui batas-batas geopolitik dan kekuatan militer semata. Ia menjelaskan bahwa Ayatollah Khamenei secara konsisten mengingatkan bahwa masa depan umat Islam tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau superioritas militer, melainkan oleh kemampuan masyarakat Muslim dalam mempertahankan identitas, memperkuat fondasi keilmuan di berbagai bidang, serta menjaga nilai-nilai spiritual dan kultural sebagai landasan utama kehidupan bermasyarakat.

Dr. Abdullah juga menyoroti perhatian besar Ayatollah Khamenei terhadap fenomena dominasi modern yang berlangsung melalui media, pendidikan, kebudayaan, dan pembentukan opini publik. Fenomena yang kerap disebut Ayatollah Khamenei sebagai “perang lunak” (soft war) tersebut, menurutnya, menjadi tantangan utama yang harus dihadapi umat Islam melalui strategi ketahanan kultural jangka panjang. Strategi tersebut mencakup penguatan pendidikan dan pengembangan intelektual untuk melahirkan pemikir Muslim yang kritis, peningkatan kesadaran media guna menghadapi manipulasi informasi, penguatan nilai-nilai Islam autentik sebagai benteng moral dan etika, serta pembangunan kepercayaan diri budaya agar masyarakat Muslim tidak terjebak dalam rasa inferior terhadap dominasi budaya asing.

Lebih lanjut, Dr. Abdullah menegaskan bahwa salah satu pilar utama dalam visi kultural Ayatollah Khamenei adalah penguatan ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan Islam. Ia menjelaskan bahwa Ayatollah Khamenei secara konsisten mendorong dialog dan sikap saling menghormati di antara berbagai mazhab dalam Islam. Dalam perspektif tersebut, keberagaman etnis dan mazhab tidak dipandang sebagai sumber perpecahan, melainkan sebagai kekayaan dan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan umat Islam.

Selain itu, Dr. Abdullah menilai bahwa warisan kultural Ayatollah Khamenei juga tercermin dalam upayanya untuk menghubungkan kembali masyarakat Muslim dengan warisan intelektual dan peradaban Islam yang kaya, tanpa menutup diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan dinamika dunia modern. Dalam pandangan ini, kebudayaan tidak dipahami sekadar sebagai ekspresi identitas yang bersifat statis, melainkan sebagai fondasi strategis untuk mewujudkan keadilan sosial, martabat dan kemandirian bangsa, serta pembaruan peradaban Islam secara menyeluruh.

Pada akhirnya, Dr. Abdullah Asqaf menyimpulkan bahwa pendekatan komprehensif yang diwariskan Ayatollah Khamenei telah mendorong para intelektual Muslim dan lembaga akademik, termasuk di Indonesia, untuk menempatkan dialog peradaban, pendidikan, dan ketahanan sosial sebagai komponen utama dalam pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, warisan kultural tersebut akan terus menjadi sumber inspirasi dan refleksi penting mengenai bagaimana masyarakat Muslim dapat melangkah menuju modernisasi tanpa kehilangan akar spiritual dan kebudayaannya, sekaligus tetap relevan dalam berbagai diskusi kontemporer tentang persatuan Islam, ketahanan budaya, dan masa depan peradaban Islam di tingkat global.

You Might Also Like

Absen di Sidang Gugatan, CV Rose Selular Soroti Arogansi Kekuasaan dari Hanif Arkanie dkk
Program MBG Dibanggakan, Partai X: Rakyat Butuh Bukti Bukan Angka
Kedaulatan Rakyat Terancam Kejahatan Politik
Kasus Suap Bea Cukai, Lindungi Rakyat dari Praktik Korupsi
TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Krisis total nasional Krisis Total Nasional dan Lemahnya Pengawasan Kekuasaan 
Next Article Hakim Minta Kejagung Usut Rp4,8 Triliun Kasus Nadiem Makarim, Transparansi Keadilan untuk Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Internasional

Indonesia dalam Konteks Konflik Iran dan Amerika

March 30, 2026
Pemerintah

MPP Dipercepat Demi Program Presiden, Partai X: Layanan Publik Jangan Jadi Alat Pencitraan Menuju 2029!

August 5, 2025
Pemerintah

Pemerintah Sibuk Mengatur: Dari Pelayan Publik ke Pengendali Publik

May 15, 2026
Pemerintah

Bangsa Tidak Runtuh Seketika, Tapi Retak Karena Pembiaran

November 27, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.