By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 9 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Tunjangan DPR Ramai: Dari Pejabat untuk Pejabat, Rakyat Hanya Penonton
Pemerintah

Tunjangan DPR Ramai: Dari Pejabat untuk Pejabat, Rakyat Hanya Penonton

Diajeng Maharani
Last updated: December 19, 2025 1:56 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Di saat harga kebutuhan pokok terus menekan rumah tangga, isu kenaikan dan penambahan tunjangan bagi anggota DPR justru mencuat ke ruang publik. Perbincangan ini segera memantik kegelisahan masyarakat, bukan semata karena angkanya, tetapi karena konteksnya. Ketika rakyat diminta berhemat dan memahami keterbatasan negara, para pejabat justru sibuk membahas kesejahteraan mereka sendiri. Kesenjangan empati menjadi masalah yang lebih besar daripada sekadar tunjangan.

Dari Wakil Rakyat Menjadi Lingkaran Sendiri

Tunjangan yang dibahas dan diputuskan di lingkaran kekuasaan menciptakan kesan bahwa parlemen semakin jauh dari realitas publik. Prosesnya berlangsung, minim partisipasi masyarakat, dan sering kali dibungkus dengan dalih legalitas formal. Padahal secara moral, kebijakan tersebut sulit dibenarkan ketika kinerja legislasi, pengawasan, dan representasi masih dipertanyakan publik. Ketika pejabat menetapkan hak untuk dirinya sendiri, fungsi perwakilan kehilangan makna.

Rakyat Hanya Hadir sebagai Penonton

Masyarakat tidak memiliki ruang berarti untuk menyatakan persetujuan atau penolakan atas kebijakan tunjangan tersebut. Suara publik sebatas reaksi setelah keputusan hampir final.
Kondisi ini menegaskan adanya defisit akuntabilitas, di mana kebijakan berdampak besar pada persepsi keadilan tetapi diambil tanpa mandat rakyat secara langsung. Demokrasi tidak cukup hanya dengan prosedur, ia membutuhkan keterlibatan nyata.

Simbol Ketimpangan dalam Tata Kelola Negara

Isu tunjangan DPR telah melampaui soal anggaran. Ia menjadi simbol ketimpangan antara penguasa dan yang dikuasai, antara pengambil keputusan dan mereka yang menanggung dampaknya. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan pengorbanan publik, kebijakan semacam ini memperkuat kesan bahwa penghematan hanya berlaku bagi rakyat. Simbol ketidakadilan sering kali lebih melukai daripada kebijakan itu sendiri.

Kepercayaan publik adalah fondasi utama demokrasi. Ketika parlemen lebih tampak mengurus kesejahteraan internal dibandingkan memperjuangkan kepentingan rakyat, kepercayaan itu perlahan terkikis. Apatisme kekuasaan pun tumbuh, bukan karena rakyat tidak peduli, tetapi karena merasa tidak lagi didengar. Negara kehilangan wibawa saat wakilnya kehilangan kepekaan.

Solusi: Mengembalikan Akal Sehat dalam Kebijakan Pejabat Publik

Setiap kebijakan yang menyangkut kesejahteraan pejabat harus diletakkan dalam kerangka kepentingan publik yang lebih luas. Pembahasan tunjangan perlu dilakukan secara transparan, disertai evaluasi kinerja yang terukur dan dapat diakses masyarakat. Mekanisme partisipasi publik harus dibuka agar rakyat tidak sekadar menjadi penonton dalam keputusan yang menyentuh rasa keadilan sosial. 

You Might Also Like

Kemendagri Luncurkan Kode Wilayah Baru, Partai X: Ganti Kode Mudah, Bangun Wilayah yang Sulit!
Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?
Ketika Infrastruktur Nasional Bergantung pada Teknologi Asing
Krisis Media Nasional di Era Buzzer dan Algoritma

Di saat beban hidup masyarakat meningkat, pejabat publik seharusnya memberi teladan dengan menahan diri, bukan memperlebar jarak. Kepercayaan rakyat hanya bisa dipulihkan jika kebijakan negara kembali berpihak pada akal sehat dan rasa keadilan. Wakil rakyat seharusnya berdiri bersama rakyat bukan bertepuk tangan di antara sesamanya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Harapan yang Tertukar: Korban Bencana Terima Alat Olahraga, Bukan Kebutuhan Mendesak Harapan yang Tertukar: Korban Bencana Terima Alat Olahraga, Bukan Kebutuhan Mendesak
Next Article Struktur Ketatanegaraan Indonesia Saat Ini Pasca Amandemen UUD NRI 1945

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025
Pendidikan

400 Ribu Guru Gagal Mengikuti PPG 2025: Efisiensi Anggaran atau Kebijakan yang Tidak Pro Rakyat?

February 24, 2025

You May also Like

pilih rokok mana?
Ekonomi

Dampak Ekonomi Rokok Resmi vs Rokok Bodong, Rakyat Sejahtera Mana?

August 7, 2025
Pemerintah

OJK Sebut Jaminan Pemerintah di Kopdes, Partai X Peringatkan: Jangan Sampai Pemerintah Jadi Penjamin Gagal Bayar Pejabat Desa!

August 5, 2025
Pemerintah

Menko Ingatkan TNI-Polri, Partai X: Penegakan Tugas Harus Tanpa Kekerasan!

October 21, 2025
Pemerintah

Sistem Pemerintahan dalam Formasi Tim Sepak Bola

November 26, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.