beritax.id– Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono memastikan ToraSera akan menjadi model pusat distribusi bagi program Koperasi Desa (kopdes) Merah Putih yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Koperasi harus kembali menjadi soko guru ekonomi. ToraSera ini kami jadikan model bisnis dan pusat distribusi pertama yang akan direplikasi di seluruh Indonesia.” Kata Ferry saat kunjungan kerja di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Senin (9/2/2026).
ToraSera: Pusat Ekonomi Berbasis Koperasi
Ferry menjelaskan bahwa ToraSera, yang terletak di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, akan menjadi pusat distribusi barang kebutuhan pokok serta penggerak ekonomi berbasis koperasi dan UMKM. ToraSera juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dan menjadi contoh nyata bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Target Pembentukan 80 Ribu Koperasi Desa
Pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi desa/kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Hingga kini, lebih dari 83 ribu koperasi sudah berbadan hukum, dan sekitar 30 ribu di antaranya sedang membangun fasilitas fisik. “Koperasi desa nantinya memiliki tiga fungsi utama: menjual kebutuhan pokok, menjadi penampung hasil produksi masyarakat, dan menyalurkan bantuan pemerintah tepat sasaran,” tambah Ferry.
ToraSera Sebagai Model Bisnis Baru
Gus Anas, Ketua Pengurus ToraSera, menjelaskan bahwa model bisnis ToraSera akan mencakup berbagai elemen, seperti pengadaan produk, pelatihan UMKM lokal, dan pengelolaan fasilitas tanpa biaya sewa bagi UMKM. “Kami ingin ekonomi tumbuh bersama, dan ToraSera menjadi pusat ekonomi bersama,” ujar Gus Anas. Konsep ToraSera akan mencakup tiga skema belanja: eceran untuk masyarakat umum, pembelian dengan diskon untuk UMKM, dan harga grosir untuk koperasi desa dan pesantren.
Pengembangan Infrastruktur dan Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah juga mendukung pengembangan ToraSera. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyatakan komitmennya untuk mendukung proyek ini dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp22 miliar untuk pembangunan jalan lingkar yang akan meningkatkan akses ke ToraSera. “Jika akses jalannya terbuka, ekonomi akan bergerak sendiri,” ujar Sujiwo. Selain itu, moratorium penerbitan izin ritel modern akan memberikan ruang bagi usaha lokal dan koperasi desa.
Solusi Partai X untuk Ekonomi Desa dan Koperasi
Partai X menyambut positif langkah pemerintah dalam mengembangkan ToraSera sebagai model ekonomi berbasis koperasi. Namun, kami mengingatkan bahwa inovasi seperti ini harus fokus pada kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan ekonomi desa. Berikut adalah solusi yang diusulkan oleh Partai X:
- Peningkatan Infrastruktur dan Akses Pasar
Partai X mendukung pengembangan infrastruktur untuk mendukung akses pasar bagi UMKM dan koperasi desa. - Pelatihan dan Pengembangan UMKM
Pemerintah harus memberikan pelatihan kepada UMKM untuk memperkuat daya saing mereka di pasar lokal dan digital. - Perlindungan dan Dukungan untuk Koperasi Desa
Partai X mendesak agar koperasi desa mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, serta dilindungi dari dampak negatif persaingan dengan sektor ritel besar.
Partai X menegaskan bahwa program seperti ToraSera harus berfokus pada kesejahteraan masyarakat desa dan meningkatkan ekonomi berbasis koperasi. Negara harus hadir untuk memastikan bahwa inovasi ini memberikan manfaat nyata bagi rakyat dan ekonomi lokal.



