By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 13 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Struktur Ketatanegaraan Iran: Presiden sebagai Pelaksana, Bukan Penentu Arah
Pemerintah

Struktur Ketatanegaraan Iran: Presiden sebagai Pelaksana, Bukan Penentu Arah

Diajeng Maharani
Last updated: April 10, 2026 1:56 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Struktur ketatanegaraan Iran menawarkan sistem pemerintahan yang unik, di mana Presiden berfungsi sebagai pelaksana kebijakan, bukan sebagai penentu arah negara. Peran sentral dalam menentukan visi negara terletak pada Pemimpin Agung (Supreme Leader), yang memiliki kewenangan lebih besar dalam merumuskan kebijakan strategis negara. Sistem ini menunjukkan bagaimana stabilitas negara dapat dijaga meskipun ada pergantian kepemimpinan.

Struktur Ketatanegaraan Iran: Presiden sebagai Pelaksana

Di Iran, Pemimpin Agung memiliki peran utama dalam menentukan arah negara. Pemimpin Agung mengawasi kebijakan luar negeri, pertahanan, dan urusan agama, serta mengontrol keputusan-keputusan strategis dalam negara. Sementara itu, Presiden Iran lebih berfokus pada pelaksanaan kebijakan sehari-hari. Meskipun Presiden dipilih melalui pemilu, kewenangannya terbatas, dan ia tidak berperan dalam menentukan arah jangka panjang negara.

Majelis Pakar, yang terdiri dari 88 anggota ulama terkemuka, bertugas memilih dan mengawasi Pemimpin Agung. Dengan struktur ini, Iran memastikan bahwa kebijakan negara tetap terjaga dan stabil meskipun terjadi pergantian presiden. Peran Presiden sebagai kepala pemerintahan tetap penting, namun terbatas pada pelaksanaan kebijakan, bukan perumusan kebijakan.

Struktur Ketatanegaraan Sekolah Negarawan: Pemisahan Kekuasaan yang Jelas

Di Indonesia, konsep Sekolah Negarawan menawarkan pendekatan serupa dalam hal pemisahan kekuasaan antara pengawasan negara dan pelaksanaan pemerintahan. Dalam konsep ini, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berfungsi sebagai lembaga tertinggi negara yang mengawasi kebijakan pemerintah, mirip dengan peran Pemimpin Agung di Iran.

Peran Pimpinan MPR dalam Sekolah Negarawan sangat mirip dengan Pemimpin Agung. Pimpinan MPR bertugas mengawasi kebijakan dan arah negara, sementara Presiden bertugas menjalankan kebijakan tersebut. MPR memiliki kewenangan untuk menetapkan arah negara dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil tetap sesuai dengan prinsip-prinsip dasar negara.

Kesamaan Antara Iran dan Sekolah Negarawan

Struktur ketatanegaraan Iran dan Sekolah Negarawan memiliki kesamaan dalam hal pembagian kekuasaan yang jelas. Di kedua sistem, Presiden berfungsi sebagai pelaksana kebijakan dan tidak terlibat dalam menentukan arah negara. Arah strategis negara ditentukan oleh lembaga yang lebih tinggi, yaitu Pemimpin Agung di Iran dan Pimpinan MPR dalam konsep Sekolah Negarawan.

You Might Also Like

Ketum Partai X: Indonesia Gelap Itu Sejak Tahun 2001
Amandemen Konstitusi Negara: Ketika Konstitusi Diubah Tanpa Memperhatikan Kebutuhan Rakyat
Pemilihan Kapolri Dipilih Presiden, Proper Test Harus Transparan!
Meningkatnya Sentralisasi Kekuasaan: Dampak Absolutisme dalam Lembaga Kepresidenan

Kedua sistem ini juga menekankan pentingnya pemisahan antara negara dan pemerintah. Majelis Pakar di Iran mengawasi Pemimpin Agung, sementara dalam Sekolah Negarawan, MPR mengawasi Presiden dan kebijakan pemerintah. Dengan cara ini, negara tidak bergantung pada satu individu untuk menentukan arah negara.

Selain itu, militer dalam kedua sistem ini tidak berada di bawah kontrol langsung Presiden. Di Iran, militer berada di bawah Pemimpin Agung, sementara dalam Sekolah Negarawan, Dewan Keamanan Negara menjaga ketahanan negara. Ini menunjukkan bahwa kedua sistem mengutamakan independensi lembaga-lembaga negara dalam menjalankan tugas mereka.

Solusi untuk Indonesia: Memperkuat Peran MPR

Untuk menciptakan sistem yang lebih stabil, Indonesia bisa belajar dari struktur ketatanegaraan Iran dengan memperkuat peran MPR sebagai lembaga pengawas yang memiliki kewenangan lebih besar. MPR harus memiliki peran yang lebih jelas dalam mengawasi kebijakan pemerintah dan memastikan bahwa kebijakan negara tetap sesuai dengan prinsip dasar negara.

Dengan memperkuat pengawasan MPR terhadap kebijakan pemerintah, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada satu individu, yaitu Presiden, untuk menentukan arah negara. Presiden harus diposisikan lebih sebagai pelaksana kebijakan yang telah ditetapkan oleh MPR, yang berfungsi untuk menjaga arah negara dalam jangka panjang.

Penutup

Struktur ketatanegaraan Iran menunjukkan bahwa stabilitas negara dapat dijaga meskipun ada pergantian kepemimpinan. Dengan memisahkan peran antara pengawas negara dan pelaksana kebijakan, Iran berhasil menciptakan sistem yang lebih tahan terhadap perubahan arah kekuasaan. Indonesia dapat mengambil pelajaran dari struktur ini dengan memperkuat peran MPR dan memastikan bahwa Presiden lebih berfokus pada pelaksanaan kebijakan. Dengan langkah ini, Indonesia dapat menciptakan sistem ketatanegaraan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Krisis Konstitusional Berlanjut: Ketika Kritik Dianggap Ancaman
Next Article Krisis konstitusional berlanjut Krisis Konstitusional yang Mengakar: Sistem Kehilangan Keseimbangan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Solidaritas yang Tertinggal: Ketika Gotong Royong Tanpa Keadilan Menghancurkan Harapan

March 12, 2026
Pemerintah

Kepahlawanan Hari Ini Adalah Melayani Rakyat, Bukan Menguasai Mereka

November 13, 2025
Pemerintah

Pajak Semakin Menekan, Kesejahteraan Rakyat Tak Juga Meningkat: Sistem Ekonomi yang Menguntungkan Korporasi!

February 20, 2026
Seputar Pajak

Pajak Tumbuh, Negara Tangguh: Refleksi Pemikiran Cak Nun tentang Pajak sebagai Sodaqoh

July 14, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.