JAKARTA — Kebudayaan memiliki peran penting dalam mempertemukan masyarakat Indonesia dan Iran. Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan ramah tamah Delegasi Sekolah Negarawan dengan Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran, Dr. Yahya Jahangiri, di Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Jumat, 5 September. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut setelah Delegasi Sekolah Negarawan menyelesaikan kunjungan selama dua minggu ke Iran dalam misi hubungan pendidikan dan kebudayaan. Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak melihat pentingnya membangun ruang interaksi yang lebih luas antara masyarakat Indonesia dan Iran. Kebudayaan dipandang sebagai salah satu jalur yang dapat memperkuat pemahaman dan hubungan antarmasyarakat.
Delegasi Sekolah Negarawan dalam pertemuan tersebut terdiri atas Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, PhD, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, SH, MH, CTP, Adv, dan Direktur International Affairs untuk Urusan Iran Abdullah Assegaf, S.Sos., M.Hub.Int. Dalam kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Islam Iran, delegasi diterima langsung oleh Dr. Yahya Jahangiri. Pertemuan berlangsung dalam suasana informal dan penuh keakraban yang memperlihatkan kedekatan komunikasi antara kedua pihak. Selain menjadi momentum silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membicarakan peluang pengembangan hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Iran. Berbagai gagasan mengenai kegiatan bersama menjadi bagian dari pembahasan untuk memperluas kerja sama di masa mendatang.

Kedua pihak menyepakati pentingnya memperkuat hubungan masyarakat melalui berbagai program kebudayaan. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih erat antara kedua negara. Diplomasi kebudayaan memiliki karakter yang mampu membuka ruang perjumpaan melalui pendidikan, seni, tradisi, sejarah, literasi, dan pertukaran pengalaman. Melalui jalur tersebut, masyarakat dapat mengenal nilai, kebiasaan, serta kekayaan peradaban dari negara lain secara lebih dekat. Karena itu, kebudayaan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi sarana membangun hubungan masa depan.
Bagi Indonesia dan Iran, ruang kebudayaan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Kedua negara memiliki sejarah panjang, tradisi intelektual, serta kekayaan budaya yang dapat menjadi sumber pembelajaran bersama. Pengalaman Sekolah Negarawan selama berada di Iran menjadi salah satu dasar penting dalam melihat potensi tersebut. Selama dua minggu, delegasi melakukan berbagai kunjungan dan pertemuan yang mempertemukan mereka dengan lingkungan pendidikan, kebudayaan, serta berbagai komunitas di Iran. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan refleksi untuk membangun hubungan yang lebih luas setelah kembali ke Indonesia.
Pertemuan di Kedutaan Besar Iran menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman tersebut ke dalam konteks hubungan masyarakat Indonesia dan Iran. Sekolah Negarawan memandang bahwa hubungan yang kuat tidak cukup hanya dibangun melalui kerja sama antarorganisasi. Hubungan tersebut membutuhkan interaksi yang berkelanjutan dan kegiatan yang mempertemukan masyarakat kedua negara secara langsung. Karena itu, berbagai program kebudayaan yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang baru bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal Iran secara lebih dekat, demikian pula sebaliknya. Dengan adanya pertukaran pengalaman yang terus berkembang, hubungan kedua masyarakat dapat semakin kuat dan saling memahami.
Pertemuan dengan Konselor Kebudayaan Iran juga memperkuat posisi kebudayaan sebagai salah satu jembatan dalam hubungan Indonesia-Iran. Melalui pendidikan, seni, kebudayaan, dan berbagai kegiatan masyarakat, ruang komunikasi dapat terus diperluas. Sekolah Negarawan berharap silaturahmi tersebut menjadi bagian dari proses panjang membangun hubungan yang lebih dekat antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Iran. Dengan membangun lebih banyak ruang perjumpaan, komunikasi, dan pertukaran pengalaman, hubungan kedua negara diharapkan tidak berhenti pada hubungan antarlembaga. Sebaliknya, hubungan tersebut dapat berkembang menjadi ikatan masyarakat yang lebih luas dan berkelanjutan.



