beritax.id – Sistem pemerintahan dikuasai penguasa telah membuat rakyat Indonesia kehilangan suara mereka dalam proses pembuatan kebijakan. Demokrasi yang seharusnya mengutamakan partisipasi rakyat, kini lebih mengutamakan kepentingan penguasa dan pejabat. Ketika kekuasaan terpusat pada segelintir orang, rakyat yang seharusnya menjadi subjek dalam pemerintahan malah terpinggirkan. Ini adalah cerminan dari kegagalan demokrasi yang sesungguhnya, di mana rakyat semakin tak berdaya dalam menentukan masa depan mereka.
Pemenuhan Kepentingan Penguasa, Bukan Rakyat
Sistem pemerintahan yang seharusnya berfokus pada kepentingan rakyat, kini dikuasai oleh penguasa yang lebih peduli pada melanggengkan kekuasaan mereka. Kebijakan yang diambil sering kali lebih menguntungkan kelompok tertentu, terutama korporasi besar dan individu kaya. Rakyat yang sudah lama berjuang untuk mencapainya, malah terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan yang tidak berpihak pada mereka.
Ketika kebijakan-kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah justru lebih mengutamakan keuntungan pribadi bagi penguasa, maka tujuan dari demokrasi itu sendiri menjadi terlupakan. Proyek-proyek yang seharusnya memberi manfaat bagi rakyat malah menguntungkan segelintir pejabat yang menguasai negara. Bahkan, distribusi kekayaan negara yang seharusnya lebih merata seringkali terhambat oleh kepentingan yang sempit.
Korupsi yang Menyebar di Semua Sektor
Korupsi semakin merajalela di berbagai sektor pemerintahan. Hal ini semakin memperburuk ketimpangan yang ada dan menyempitkan ruang partisipasi rakyat dalam pembangunan. Ketika proyek-proyek publik yang seharusnya didanai dengan anggaran negara justru menjadi ajang korupsi, rakyat yang membayar pajak justru tidak merasakan manfaatnya. Infrastruktur yang rusak, pelayanan kesehatan yang buruk, serta pendidikan yang tidak merata adalah contoh nyata dari ketidakadilan ini.
Sementara itu, segelintir orang yang berada di puncak kekuasaan semakin memperkaya diri mereka dengan memanfaatkan posisi mereka. Pembangunan yang lebih mengutamakan pejabat ekonomi ini menciptakan kesenjangan sosial yang semakin besar dan mengurangi harapan rakyat untuk menikmati hasil dari pembangunan negara.
Sistem Pajak yang Tidak Seimbang
Sistem perpajakan di Indonesia juga menjadi salah satu cermin ketidakadilan yang semakin memperburuk keadaan. Rakyat kecil dan menengah terus dibebani pajak yang semakin tinggi, sementara mereka yang lebih kaya dan lebih mampu menghindari kewajiban pajak mereka. Dalam sistem yang ada, rakyat kecil harus menanggung beban pajak yang berat, sementara korporasi besar dan individu kaya sering kali berhasil menghindari pajak.
Padahal, pajak seharusnya digunakan untuk membiayai pembangunan yang merata, memberikan layanan publik yang berkualitas, dan mengurangi ketimpangan sosial. Namun, kenyataannya pajak yang terkumpul justru digunakan untuk kepentingan sempit dan membiayai proyek-proyek yang lebih menguntungkan pejabat.
Solusi dari Prinsip Partai X
Partai X menawarkan beberapa solusi untuk mengatasi masalah ini, antara lain:
- Desentralisasi Kekuasaan
Mendorong desentralisasi lebih luas agar rakyat dapat terlibat lebih banyak dalam pengambilan keputusan. Bukan hanya menjadi objek dari kebijakan penguasa. - Pemberantasan Korupsi yang Sistematis
Menguatkan lembaga-lembaga pemberantasan korupsi agar dapat bekerja secara independen dan tegas tanpa pengaruh yang menghalangi penegakan hukum. - Reformasi Sistem Pajak yang Progresif
Mengimplementasikan sistem pajak yang lebih adil dan progresif, di mana orang kaya dan korporasi besar membayar lebih banyak. Sementara rakyat kecil dibebaskan dari pajak yang memberatkan. - Transparansi Anggaran Negara
Menjamin transparansi dalam setiap alokasi anggaran negara, memastikan bahwa dana yang terkumpul dari pajak digunakan secara efektif untuk kesejahteraan rakyat. - Pembangunan yang Berorientasi pada Rakyat
Menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Terutama di daerah-daerah yang kurang berkembang.
Kesimpulan
Rakyat tak lagi memiliki suara ketika sistem pemerintahan dikuasai penguasa. Ketika kebijakan lebih mengutamakan kepentingan pejabat dan mengabaikan rakyat, demokrasi itu sendiri menjadi terancam. Oleh karena itu, reformasi dalam sistem pemerintahan, pemberantasan korupsi, dan penerapan kebijakan yang lebih adil sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kesejahteraan rakyat dan memperkuat demokrasi. Dengan langkah yang lebih berfokus pada kepentingan rakyat. Indonesia dapat kembali pada jalur yang benar menuju negara yang adil dan makmur.



