beritax.id – Presiden Prabowo Subianto mengklaim program Makan Bergizi Gratis berhasil hingga 99,99 persen. Klaim tersebut disampaikan saat taklimat awal tahun dalam retret di Hambalang, Bogor. Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh cepat puas atas capaian tersebut. Ia mengakui masih terdapat kekurangan dan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG.
Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat. Jumlah tersebut meningkat signifikan sejak pertama kali diluncurkan Januari 2025.
Pemerintah menilai perkembangan program ini lebih cepat dibanding negara lain. Brasil membutuhkan sebelas tahun untuk menjangkau empat puluh juta penerima manfaat.
Prabowo menyebut percepatan tersebut sebagai capaian membanggakan bangsa Indonesia. Namun, ia menekankan pentingnya pengawasan dan intervensi berkelanjutan.
Masalah Gizi dan Tantangan Lapangan
Program MBG dilandasi fakta satu dari lima anak Indonesia kekurangan gizi.
Puluhan juta anak juga berangkat sekolah tanpa sarapan layak setiap hari.
Kondisi tersebut memicu malanutrisi dan stunting pada anak-anak Indonesia.
Pertumbuhan fisik dan mental anak menjadi tidak optimal.
Di sisi lain, laporan keracunan dan distribusi tidak merata masih terjadi.
Hal ini menunjukkan tantangan implementasi belum sepenuhnya teratasi.
Pandangan Kritis Partai X terhadap MBG
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, merespons klaim tersebut. Ia menilai keberhasilan statistik harus diuji dengan kualitas pelaksanaan lapangan.
Prayogi mengingatkan tugas negara hanya tiga, melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Program MBG harus memenuhi ketiga fungsi tersebut secara seimbang.
Menurutnya, perlindungan berarti menjamin keamanan dan kualitas makanan.
Pelayanan berarti distribusi adil tanpa diskriminasi wilayah. Pengaturan berarti tata kelola transparan dan bebas penyimpangan anggaran.
Prinsip Partai X dalam Kebijakan Gizi Nasional
Partai X memandang pemenuhan gizi sebagai hak dasar setiap anak bangsa.
Negara wajib menjamin keberlanjutan program tanpa bergantung pada klaim sesaat.
Program sosial berskala besar harus mengutamakan akuntabilitas publik.
Keberhasilan tidak boleh hanya diukur dari jumlah penerima.
Partai X menekankan pembangunan manusia sebagai fondasi kedaulatan bangsa.
Solusi Partai X untuk Keberlanjutan MBG
Partai X mendorong audit terbuka terhadap seluruh rantai pasok MBG.
Pengawasan harus melibatkan masyarakat dan lembaga independen.
Standar keamanan pangan perlu diperketat hingga tingkat dapur penyedia.
Pelibatan UMKM lokal harus disertai pendampingan dan sertifikasi ketat.
Partai X juga mendorong pemetaan wilayah rawan gizi secara berbasis data.
Distribusi MBG harus memprioritaskan daerah tertinggal dan terpencil.
Prayogi menegaskan keberlanjutan program lebih penting daripada klaim persentase.
Negara harus memastikan MBG benar-benar memperkuat masa depan generasi Indonesia.



