By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 11 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Prabowo Bicara Narasi Efisiensi, Rakyat Kehilangan Hak Pilih
Pemerintah

Prabowo Bicara Narasi Efisiensi, Rakyat Kehilangan Hak Pilih

Diajeng Maharani
Last updated: December 23, 2025 12:38 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Pemerintah terus menggaungkan narasi efisiensi anggaran dan percepatan pengambilan keputusan sebagai kunci stabilitas dan pembangunan nasional. Namun di balik jargon efisiensi tersebut, muncul kekhawatiran serius: ruang partisipasi rakyat justru semakin menyempit, dan hak pilih warga dalam menentukan arah kebijakan perlahan tergerus.

Efisiensi yang seharusnya mempermudah pelayanan publik, kini dirasakan sebagian masyarakat sebagai pembenaran untuk memangkas proses demokrasi, dialog publik, dan mekanisme kontrol rakyat terhadap kekuasaan.

Efisiensi yang Mengorbankan Partisipasi

Sejumlah kebijakan strategis belakangan ini dinilai lahir dengan proses yang cepat namun minim pelibatan publik. Diskusi terbatas, konsultasi yang formalistik, hingga keputusan yang diumumkan setelah diketok palu, membuat rakyat hanya menjadi penonton dari kebijakan yang langsung berdampak pada hidup mereka.

Alih-alih memperkuat demokrasi, efisiensi justru berpotensi berubah menjadi alat sentralisasi kekuasaan.

Partisipasi rakyat tidak berhenti pada pemilu lima tahunan. Hak pilih juga mencakup hak untuk didengar, dilibatkan, dan mempengaruhi kebijakan publik. Ketika kebijakan dibuat tanpa ruang dialog yang memadai, maka secara substansi hak pilih rakyat telah dipangkas.

Demokrasi prosedural mungkin tetap berjalan, tetapi demokrasi substantif justru melemah.

You Might Also Like

Revisi UU BUMN, Partai X: Jangan Tutup Celah Korupsi, Buka Celah Keadilan!
Rakyat Ikut Rusak, Karena Desain Struktur Tata Negara yang Salah
Anggota DPR Dukung Modernisasi Penggilingan Beras, Partai X: Mesin Modern Boleh, Tapi Perut Petani Jangan Tetap Kosong
Reformasi Ketatanegaraan dengan Cahaya Konstitusi Langit: Panduan Cak Nun untuk Indonesia

Dari Efisiensi ke Penyingkiran Suara Kritis

Narasi efisiensi kerap disandingkan dengan kebutuhan stabilitas. Namun dalam praktiknya, kritik dan aspirasi publik sering kali dianggap sebagai hambatan. Kondisi ini menciptakan iklim politik yang kurang sehat, di mana kecepatan lebih dihargai daripada kehati-hatian, dan kekuasaan lebih dominan dibandingkan kedaulatan rakyat.

Jika dibiarkan, negara berisiko kehilangan legitimasi moral di mata warganya sendiri.

Tanggapan Partai X: Negara Tidak Boleh Mengorbankan Hak Rakyat

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi hak-hak dasar warga negara.

“Tugas negara itu jelas dan tidak bisa ditawar: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Efisiensi boleh dilakukan, tapi tidak dengan cara menghilangkan hak pilih, suara, dan partisipasi rakyat dalam pengambilan kebijakan,” ujar Rinto.

Menurutnya, negara yang efisien adalah negara yang mampu bekerja cepat tanpa mematikan demokrasi.

Risiko Jangka Panjang bagi Demokrasi

Partai X menilai bahwa pengabaian partisipasi publik demi efisiensi jangka pendek justru akan menciptakan ketidakpercayaan jangka panjang. Ketika rakyat merasa tidak lagi memiliki ruang menentukan nasibnya sendiri, maka jarak antara negara dan warga akan semakin melebar.

Demokrasi yang sehat membutuhkan waktu, dialog, dan keterbukaan—bukan sekadar kecepatan administratif.

Solusi dan Rekomendasi Partai X

Untuk memastikan efisiensi berjalan seiring dengan demokrasi, Partai X merekomendasikan:

  1. Efisiensi Berbasis Hak Rakyat
    Setiap kebijakan efisiensi harus memastikan hak partisipasi publik tetap terlindungi.
  2. Penguatan Mekanisme Konsultasi Publik
    Proses pengambilan kebijakan strategis wajib melibatkan masyarakat secara bermakna, bukan sekadar formalitas.
  3. Transparansi dalam Pengambilan Keputusan
    Pemerintah harus membuka alasan, data, dan dampak kebijakan secara jujur kepada publik.
  4. Perlindungan terhadap Suara Kritis
    Kritik harus diposisikan sebagai masukan untuk perbaikan, bukan gangguan stabilitas.
  5. Penegasan Kembali Mandat Negara
    Negara harus kembali pada fungsi utamanya: melindungi hak rakyat, melayani kepentingan publik, dan mengatur dengan adil serta demokratis.

Partai X menegaskan, efisiensi sejati bukanlah tentang memangkas suara rakyat, melainkan tentang memastikan negara bekerja efektif tanpa kehilangan legitimasi demokratisnya. Jika rakyat kehilangan hak pilih dalam proses kebijakan, maka efisiensi itu justru menjadi kemunduran bagi demokrasi Indonesia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD: Jalan Pintas Kekuasaan, Jalan Mundur Demokrasi
Next Article Eko Wahyu Pramono Laporkan Dugaan Promosi Judi Online Terselubung di TikTok ke Polda

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Demokrasi Tanpa Etika: Pemerintah yang Menjual Janji Tanpa Memperhatikan Keadilan Sosial

February 11, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

https://www.sekolahnegarawan.id/
Pemerintah

Tumpuan Rakyat atau Tumpuan Kekuasaan? Partai X: Reformasi Militer Bukan Sekadar Amanat Pidato!

July 24, 2025
Pemerintah

Setya Novanto Bebas, Partai X: Rakyat Dipenjara Harga Sembako, Koruptor Malah Jalan-jalan

August 26, 2025
Pemerintah

Di Balik Layar Influencer: Permainan Algoritma dan Kuasa Pemerintah

December 23, 2025
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan seluruh lembaga pemasyarakatan wajib mendukung program ketahanan pangan.
Kriminal

Lapas Disuruh Sukseskan Ketahanan Pangan, Partai X Desak Bangun Sistem Pangan Berbasis Petani Rakyat

July 29, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.