beritax.id – Dalam potret pertumbuhan ekonomi Indonesia hari ini, data makro kerap menunjukkan tren positif. Namun di balik pertumbuhan tersebut, utang negara terus meningkat dan bebannya mulai terasa langsung oleh rakyat. Tekanan fiskal, kenaikan pajak, pengurangan subsidi, hingga biaya hidup yang makin mahal menjadi konsekuensi yang tidak terpisahkan dari strategi pertumbuhan berbasis utang.
Pertumbuhan Dibiayai Utang, Rakyat Menanggung Dampak
Utang yang terus bertambah memang menjaga roda ekonomi tetap berputar dalam jangka pendek. Namun ketika pembayaran bunga dan kewajiban fiskal menyerap ruang anggaran, negara memiliki pilihan terbatas. Dampaknya, beban dialihkan ke rakyat melalui kebijakan yang menekan daya beli dan mengurangi perlindungan sosial. Pertumbuhan pun terasa semakin jauh dari kesejahteraan nyata.
Beban Fiskal Berubah Menjadi Beban Sosial
Meningkatnya utang tidak berhenti sebagai persoalan neraca negara, tetapi menjelma menjadi beban sosial. Rakyat menghadapi harga kebutuhan yang naik, layanan publik yang tak kunjung membaik, serta ketidakpastian ekonomi. Dalam situasi ini, pertumbuhan ekonomi kehilangan kualitasnya karena tidak memperkuat ketahanan masyarakat.
Tanggapan Prayogi R Saputra: Utang Harus Dikelola Berpihak
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa kebijakan utang harus berpijak pada kepentingan rakyat.
“Tugas negara itu ada tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika dalam potret pertumbuhan ekonomi utang terus naik dan bebannya justru dirasakan rakyat, maka arah kebijakan harus dikoreksi,” tegas Prayogi.
Ia menekankan bahwa utang tidak boleh menjadi jalan pintas yang mengorbankan kesejahteraan jangka panjang.
Akar Masalah: Pertumbuhan Tanpa Fondasi Kuat
Prayogi menilai persoalan utama terletak pada pertumbuhan yang terlalu bergantung pada pembiayaan utang tanpa pembenahan struktur ekonomi. Selama pendapatan negara tidak diperkuat dan belanja tidak efisien, utang akan terus bertambah dan menekan rakyat.
Solusi: Menjadikan Pertumbuhan Lebih Sehat dan Berkelanjutan
Sebagai langkah perbaikan, Partai X melalui X Institute mendorong solusi berikut:
- Penguatan Pendapatan Negara yang Berkeadilan
Negara harus memperluas basis pendapatan dari sektor yang kuat, bukan membebani rakyat kecil. - Reformasi Belanja Negara
Belanja tidak produktif dan rawan bocor harus dipangkas agar utang tidak menjadi penutup inefisiensi. - Pengelolaan Utang yang Transparan dan Terukur
Utang harus diarahkan pada sektor produktif yang menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah. - Perlindungan Rakyat dari Dampak Fiskal
Kebijakan fiskal harus memastikan beban penyesuaian tidak jatuh ke pundak rakyat.
Potret pertumbuhan ekonomi dengan utang yang naik dan beban yang terasa adalah peringatan serius bagi arah pembangunan nasional. Tanpa koreksi kebijakan, pertumbuhan akan rapuh dan tidak berkelanjutan. Negara harus kembali pada mandat dasarnya: melindungi, melayani, dan mengatur demi kesejahteraan rakyat hari ini dan masa depan.



