By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 29 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Pertumbuhan Ekonomi Bergerak, Ekologi Rubuh, Rakyat Menanggung
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Bergerak, Ekologi Rubuh, Rakyat Menanggung

Diajeng Maharani
Last updated: December 11, 2025 11:48 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Selama satu dekade terakhir, Sumatra menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Pembukaan lahan untuk sawit, tambang, PLTA, dan proyek energi lainnya terus meluas. Investasi mengalir, produksi meningkat, dan indikator makro bergerak naik. Namun menunjukkan sisi gelap dari pertumbuhan tersebut: setiap kenaikan ekonomi dibayar dengan runtuhnya ekologi, terutama di hulu DAS Bukit Barisan yang menjadi tulang punggung hidrologis puluhan juta warga.

Kawasan yang dulu hijau kini ditutupi perkebunan dan proyek industri. Dan ketika alam kehilangan penopang, rakyatlah yang menanggung akibatnya. Inilah esensi judul ini ekonomi bergerak, ekologi rubuh, rakyat menanggung.

Kerusakan Hulu yang Terus Berulang dan Diabaikan

Banjir bandang yang menghantam Tapanuli, Aceh, dan Sumatera Barat bukan kejadian tiba-tiba. Riset menunjukkan bahwa arus deras yang membawa batang kayu, lumpur pekat, dan batu besar berasal dari wilayah hulu yang telah kehilangan tutupan hutan.

Kerusakan ini dipicu oleh:

  • pembukaan jalan industri,
  • meluasnya kebun sawit,
  • proyek energi yang memotong bukit,
  • serta deforestasi yang tidak pernah ditekan secara serius.

Ketika musim hujan datang, wilayah hulu tidak lagi mampu menyerap air. Hasilnya, desa-desa di hilir berubah menjadi jalur bencana.

Ironisnya, kerusakan ekologis ini dianggap sebagai “konsekuensi pembangunan”, padahal yang sebenarnya terjadi adalah pembangunan yang tidak diatur dengan benar.

You Might Also Like

LAN Susun Kopdes Merah Putih, Partai X: Pastikan Untungkan Desa, Bukan Oligarki!
Agenda Isu Global dan Kepentingan Pejabat yang Menyembunyikan Kenyataan
OJK Sebut Jaminan Pemerintah di Kopdes, Partai X Peringatkan: Jangan Sampai Pemerintah Jadi Penjamin Gagal Bayar Pejabat Desa!
BBM Tak Sesuai Standar? Partai X Ultimatum Kualitas Pertamina: Ganti atau Hadapi Akibatnya! 

Ribuan Warga Terdampak, Respons Negara Tidak Sejalan dengan Skala Krisis

Riset mencatat lebih dari 600 jiwa meninggal, ratusan hilang, dan ratusan ribu warga mengungsi akibat banjir besar di Sumatra.

Namun respons negara justru lamban dan parsial. Banyak desa terisolasi berhari-hari tanpa bantuan. Warga di beberapa titik terpaksa menjarah makanan karena distribusi logistik tidak pernah sampai.

Lebih buruk lagi, meski bencana ini memenuhi seluruh kriteria Bencana Nasional, pemerintah pusat menolak menaikkan status tersebut seakan bencana ekologis yang memakan ratusan korban tidak cukup serius.

Di sini terlihat jelas ketimpangan: ketika ekonomi tumbuh, negara cepat merayakan saat bencana datang akibat pertumbuhan itu, negara bergerak lambat.

Minimnya Sorotan, Minimnya Kepedulian

Lampiran riset menyoroti fakta bahwa tragedi sebesar ini hampir tidak mendapat liputan nasional. Televisi memilih tenang, pemberitaan minim, dan alur informasi terputus.

Rendahnya sorotan publik membuat tekanan kepada pemerintah melemah. Rakyat menangis di tengah reruntuhan, tetapi negara bersikap seolah situasi “masih terkendali”.

Ketika ekologi rubuh, perhatian publik ikut runtuh dan itu membuat respons negara semakin tumpul.

Solusi Partai X: Menyatukan Ekonomi dengan Ekologi

Partai X menawarkan solusi konkret agar pembangunan tidak lagi menghancurkan lingkungan dan rakyat:

  • Audit menyeluruh semua proyek industri di hulu DAS
    Termasuk sawit, tambang, PLTA, dan geothermal. Perusahaan yang merusak lingkungan harus dicabut izinnya.
  • Moratorium perluasan perkebunan dan tambang di Bukit Barisan
    Zona rawan bencana harus ditetapkan sebagai kawasan lindung permanen.
  • Penetapan otomatis Status Bencana Nasional untuk bencana ekologis besar
    Agar pemerintah pusat turun tangan cepat dan terkoordinasi.
  • Restorasi besar-besaran kawasan hulu
    Pemulihan hutan dengan pendekatan ilmiah dan konservasi jangka panjang.
  • Transparansi penuh data lingkungan dan perizinan
    Masyarakat berhak tahu siapa yang membuka hutan dan siapa yang bertanggung jawab.
  • Reformasi tata ruang berbasis mitigasi
    Pembangunan ekonomi harus duduk di bawah aturan ekologi, bukan sebaliknya.

Penutup: Ekonomi Tidak Boleh Maju dengan Mengorbankan Rakyat

Banjir Sumatra membuktikan satu hal ekonomi yang bergerak tanpa etika lingkungan hanya menghasilkan penderitaan. Jika ekologi rubuh, maka sekuat apa pun ekonomi dibangun, rakyat tetap akan menjadi korban.

Negara harus kembali pada esensinya: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur ruang hidup mereka dengan benar.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Beban Hidup Rakyat Berat, Kebijakan Ekonomi Harus Dievaluasi Total
Next Article Pemilihan Kapolri Dipilih Presiden, Proper Test Harus Transparan!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Negarawan Tidak Takut Hilang Jabatan Asal Bangsa Tetap Kuat

November 5, 2025
Pemerintah

Basuki Tolak Tambah Anggaran IKN, Partai X: IKN Baru, Rakyat Tetap Terlantar!

September 16, 2025
Pemerintah

Agenda Elit Global dan Sistem Ekonomi yang Memperkaya Segelintir Orang

January 23, 2026
Pemerintah

Blueprint Baru Bangsa dari UUD 1945 hingga Amandemen Kelima

November 3, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.