By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 27 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Perampingan BUMN, Pemerintah Harus Pastikan Efisiensi Tak Korbankan Rakyat
Pemerintah

Perampingan BUMN, Pemerintah Harus Pastikan Efisiensi Tak Korbankan Rakyat

Diajeng Maharini
Last updated: August 20, 2026 1:47 pm
By Diajeng Maharini
Share
7 Min Read
SHARE

beritax.id – Pemerintah bersiap melakukan perampingan besar-besaran terhadap ekosistem badan usaha milik negara (BUMN). Sebanyak 1.074 BUMN beserta anak dan cucu perusahaannya akan ditata menjadi sekitar 250 entitas pada akhir 2026. Target tersebut merupakan bagian dari strategi Danantara Asset Management untuk menciptakan struktur BUMN yang lebih sederhana, efisien, dan memiliki daya saing lebih kuat.

Contents
Efisiensi BUMN Harus Tetap Menempatkan Rakyat sebagai Tujuan UtamaBUMN Harus Kembali pada Fungsi Sebagai Alat NegaraTiga Tantangan Utama Perampingan BUMNKonsolidasi BUMN Harus Menghasilkan Negara yang Lebih KuatSolusi Partai X: Reformasi BUMN Berbasis Akuntabilitas dan Kepentingan RakyatEfisiensi BUMN Harus Menghasilkan Keadilan Sosial

Dibandingkan dengan jumlah awal 1.074 perusahaan, target 250 entitas berarti sekitar 824 perusahaan atau 76,7 persen dari keseluruhan ekosistem BUMN akan mengalami penataan. Pemerintah menilai struktur BUMN saat ini terlalu gemuk, memiliki banyak lapisan direksi dan komisaris, serta terdapat sejumlah fungsi dan kegiatan usaha yang mengalami tumpang tindih.

Rencana restrukturisasi tersebut disebut bukan semata-mata untuk menutup perusahaan, tetapi melakukan konsolidasi, penggabungan, maupun penataan bisnis agar BUMN mampu bekerja lebih efektif. Pemerintah juga menyatakan bahwa proses tersebut tidak diarahkan pada pemutusan hubungan kerja massal, melainkan penataan pegawai agar tetap menjadi bagian dari perusahaan hasil penggabungan.

Efisiensi BUMN Harus Tetap Menempatkan Rakyat sebagai Tujuan Utama

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa reformasi BUMN harus dilihat dalam konteks fungsi negara untuk memastikan kesejahteraan masyarakat. “Negara memiliki tiga tugas utama, yaitu melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Maka ketika pemerintah melakukan restrukturisasi BUMN, ukuran keberhasilannya tidak hanya berapa banyak perusahaan yang berhasil dirampingkan, tetapi apakah perubahan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” ujar Prayogi.

Menurutnya, BUMN bukan sekadar perusahaan yang mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai instrumen negara dalam menyediakan pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. “BUMN harus efisien, tetapi efisiensi tidak boleh diterjemahkan hanya sebagai pengurangan struktur organisasi. Efisiensi harus menghasilkan pelayanan yang lebih baik, harga yang lebih terjangkau, dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

BUMN Harus Kembali pada Fungsi Sebagai Alat Negara

Prayogi menjelaskan bahwa dalam prinsip Partai X, negara merupakan entitas yang terdiri atas wilayah, rakyat, dan pemerintah yang menjalankan kewenangan secara efektif, efisien, dan transparan untuk mewujudkan kedaulatan, keadilan, serta kesejahteraan seluruh rakyat. Dalam perspektif tersebut, pemerintah bukanlah pemilik negara, melainkan bagian dari rakyat yang diberikan kewenangan untuk membuat kebijakan dan menjalankannya demi kepentingan masyarakat.

You Might Also Like

Partai X Apresiasi Peran 50 Duta Demokrasi Kota Yogyakarta, Tapi Soroti Efektivitas Fungsi Mereka
Pembangunan yang Mengorbankan Kedaulatan Rakyat Indonesia dan Alam
Tata Kelola Kemendikbud Era Nadiem, Hati-hati dengan Nepotisme!
Kepercayaan pada Danantara Dipertaruhkan! Partai X: Benarkah Pemberantasan Korupsi Jadi Kunci?

Karena itu, menurut Prayogi, pengelolaan BUMN harus tetap berada dalam kerangka pelayanan kepada rakyat. “BUMN lahir karena ada kepentingan publik yang harus dijaga. Jangan sampai restrukturisasi hanya menghasilkan perusahaan yang lebih besar secara angka, tetapi kehilangan fungsi sosialnya,” jelasnya.

Tiga Tantangan Utama Perampingan BUMN

Menurut Prayogi, terdapat sejumlah tantangan yang harus diperhatikan pemerintah dalam menjalankan proses restrukturisasi BUMN.

1. Jangan Sampai Efisiensi Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik

Perampingan struktur perusahaan harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan. BUMN yang bergerak pada sektor strategis seperti energi, transportasi, keuangan, pangan, dan infrastruktur memiliki tanggung jawab langsung terhadap kehidupan masyarakat. “Ukuran keberhasilan BUMN bukan hanya laporan keuntungan, tetapi juga bagaimana masyarakat merasakan manfaat keberadaan BUMN tersebut,” ujar Prayogi.

2. Perlindungan terhadap Pegawai Harus Menjadi Prioritas

Prayogi menilai pemerintah harus memastikan proses konsolidasi tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pekerja. Menurutnya, pegawai BUMN merupakan bagian dari aset nasional yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam menjalankan pelayanan publik. “Transformasi harus dilakukan secara manusiawi. Jangan sampai masyarakat pekerja menjadi korban dari kebijakan yang tujuan awalnya adalah efisiensi,” katanya.

3. Transparansi dalam Pengambilan Keputusan

Proses penggabungan, peleburan, maupun penghapusan entitas BUMN harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Prayogi menilai masyarakat perlu mengetahui alasan sebuah BUMN ditutup, digabungkan, atau dipertahankan. Hal tersebut sejalan dengan prinsip Partai X bahwa kewenangan politik dan pemerintahan harus dijalankan secara efektif, efisien, dan transparan untuk mewujudkan keadilan serta kesejahteraan rakyat.

Konsolidasi BUMN Harus Menghasilkan Negara yang Lebih Kuat

Prayogi menilai rencana pengurangan jumlah BUMN memiliki peluang positif apabila diarahkan untuk memperkuat daya saing nasional.

Menurutnya, struktur perusahaan yang terlalu banyak memang berpotensi menciptakan pemborosan, tumpang tindih kewenangan, serta biaya administrasi yang tidak efektif. Namun, restrukturisasi harus tetap menjaga tujuan awal pembentukan BUMN, yaitu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. “Negara membutuhkan BUMN yang kuat, profesional, dan efisien. Tetapi kekuatan tersebut harus tetap digunakan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Solusi Partai X: Reformasi BUMN Berbasis Akuntabilitas dan Kepentingan Rakyat

Berdasarkan prinsip Partai X, Prayogi menyampaikan beberapa langkah yang perlu dilakukan pemerintah agar restrukturisasi BUMN berjalan sesuai tujuan negara. Pertama, menjadikan BUMN sebagai instrumen kesejahteraan rakyat Pemerintah harus memastikan setiap keputusan restrukturisasi memiliki indikator manfaat publik. BUMN tidak hanya dinilai dari kemampuan menghasilkan keuntungan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Kedua, membangun tata kelola BUMN yang transparan dan profesional Restrukturisasi harus berbasis kajian yang objektif mengenai kondisi keuangan, prospek bisnis, dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah perlu memastikan tidak ada keputusan yang didasarkan pada kepentingan kelompok tertentu. Ketiga, memperkuat digitalisasi dan akuntabilitas pengelolaan BUMN Partai X mendorong transformasi birokrasi digital untuk mengurangi ruang manipulasi manual serta meningkatkan akuntabilitas pelayanan publik. Dalam konteks BUMN, digitalisasi dapat diterapkan dalam pengawasan kinerja, transparansi keuangan, serta evaluasi pelayanan kepada masyarakat.

Keempat, memperkuat pengawasan agar BUMN tidak kehilangan fungsi strategisnya Menurut Prayogi, negara harus tetap memastikan sektor-sektor strategis yang menyangkut kepentingan rakyat berada dalam pengelolaan yang bertanggung jawab. “BUMN bukan hanya aset ekonomi negara, tetapi juga alat negara untuk menghadirkan pelayanan kepada rakyat,” katanya.

Efisiensi BUMN Harus Menghasilkan Keadilan Sosial

Prayogi menegaskan bahwa perampingan BUMN merupakan langkah besar yang harus dikawal bersama. Menurutnya, perubahan struktur perusahaan negara harus menjadi momentum memperbaiki tata kelola, bukan sekadar mengejar angka pengurangan jumlah entitas. “Negara yang kuat bukan hanya negara yang memiliki perusahaan besar, tetapi negara yang mampu memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” ujar Prayogi.

Ia menambahkan bahwa prinsip utama dalam setiap kebijakan negara harus kembali kepada tujuan menciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. “BUMN harus semakin efisien, tetapi rakyat harus tetap menjadi tujuan utama,” pungkasnya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Penolakan Petani Rp472 Miliar, Pemerintah Perlu Lindungi Lahan dan Penghidupan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Negeri Kaya Alam, Miskin Keadilan Dan Itu Tidak Kebetulan

December 3, 2025
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintahannya berhasil menyelamatkan Rp300 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Pemerintah

Prabowo Selamatkan Rp300 Triliun, Partai X: Semoga Diselamatkan untuk Rakyat, Bukan untuk Proyek Penguasa

August 19, 2025
Pemerintah

Apakah Sistem Demokrasi dan Presidensial Menjadi Akar Masalah Indonesia?

June 26, 2026
Pemerintah

Menjadi Eksekutor Gagasan Cak Nun: Perlu Kesungguhan dan Konsistensi

June 25, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.