By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 11 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Pemerintah Bayaran dalam Demokrasi yang Kehilangan Arah
Pemerintah

Pemerintah Bayaran dalam Demokrasi yang Kehilangan Arah

Diajeng Maharani
Last updated: January 9, 2026 1:00 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id — Pemerintah bayaran dalam demokrasi sejatinya adalah mandat rakyat yang dibiayai penuh oleh pajak dan kontribusi publik. Dalam sistem demokrasi, pemerintah digaji untuk melayani, melindungi, dan mengatur demi kepentingan warga negara. Namun dalam praktik belakangan ini, arah demokrasi terasa kabur ketika kebijakan yang lahir justru menjauh dari kebutuhan rakyat dan lebih sibuk menjaga stabilitas kekuasaan serta kepentingan sempit.

Di tengah tekanan ekonomi, kenaikan biaya hidup, melemahnya daya beli, maraknya kerja rentan, serta meningkatnya beban rumah tangga, publik menyaksikan ironi yang berulang. Pemerintah tetap aktif menarik pajak dan iuran, tetapi respons terhadap keresahan sosial berjalan lambat dan terbatas. Demokrasi tetap berjalan secara prosedural, namun kehilangan orientasi substantifnya.

Demokrasi Prosedural, Substansi Menghilang

Pemilu, parlemen, dan regulasi formal tetap menjadi wajah demokrasi. Namun ketika kebijakan strategis disusun minim dialog publik dan kritik diperlakukan sebagai gangguan, demokrasi berubah menjadi sekadar prosedur. Pemerintah bayaran tampak lebih sibuk mengamankan narasi keberhasilan ketimbang memastikan kesejahteraan rakyat yang membiayainya.

Akibatnya, rakyat merasa dilibatkan hanya saat pemilihan, tetapi diabaikan dalam pengambilan keputusan.

Kebijakan Tidak Sejalan dengan Realitas Rakyat

Kehilangan arah demokrasi juga tercermin dari kebijakan ekonomi dan sosial yang kurang peka terhadap kondisi nyata masyarakat. Fokus pada target pertumbuhan, stabilitas fiskal, dan citra makro sering mengabaikan kenyataan bahwa banyak keluarga hidup dari gaji ke gaji, UMKM bertahan sendiri, dan kelas menengah semakin rentan.

Dalam kondisi ini, pemerintah bayaran terlihat hadir kuat dalam mengatur dan memungut, tetapi lemah dalam melindungi dan memberdayakan.

You Might Also Like

100.000 Lansia Dapat Makanan, Partai X: Tapi Rakyat Masih Butuh Lebih!
MK Putuskan UU Tapera Bertentangan, Partai X: Hukum Harus Lindungi Rakyat!
Negarawan Sejati Bekerja untuk Keadilan Bukan Kekuasaan
Dana Pemda Mengendap Triliunan, Partai X: Uang Rakyat Harus Bekerja untuk Rakyat!

Jarak Kekuasaan dan Warga yang Makin Lebar

Demokrasi melemah ketika jarak antara penguasa dan rakyat semakin lebar. Aspirasi publik sulit menembus ruang kebijakan, sementara keputusan penting kerap lahir dari lingkaran terbatas. Rakyat tetap menanggung dampak kebijakan, tetapi tidak memiliki ruang yang setara untuk mempengaruhi arahnya.

Jika dibiarkan, jarak ini berpotensi melahirkan apatisme, ketidakpercayaan, dan kelelahan demokrasi.

Risiko Demokrasi Tanpa Kepercayaan

Pemerintah bayaran dalam demokrasi yang kehilangan arah menghadapi risiko serius: merosotnya legitimasi moral, melemahnya kepatuhan sosial, dan rapuhnya fondasi kebangsaan. Negara mungkin tetap berfungsi secara administratif, tetapi kehilangan dukungan batin dari warga negara.

Demokrasi tidak runtuh karena kekurangan aturan, melainkan karena kehilangan kepercayaan rakyat.

Solusi: Mengembalikan Arah Demokrasi ke Rakyat

Untuk mengoreksi arah demokrasi dan memastikan pemerintah bayaran benar-benar bekerja untuk publik, diperlukan langkah nyata, antara lain:

  1. Menegaskan kembali bahwa pemerintah adalah pelayan rakyat, bukan pengelola kekuasaan yang berdiri di atas warga.
  2. Membuka ruang partisipasi publik yang bermakna, sejak tahap perumusan hingga evaluasi kebijakan.
  3. Menyelaraskan kebijakan ekonomi dan sosial dengan realitas hidup rakyat, bukan sekadar target angka dan narasi.
  4. Memperkuat akuntabilitas dan transparansi, agar setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan kepada pembayar pajak.
  5. Menjamin kebebasan kritik dan kontrol publik, sebagai fondasi demokrasi yang sehat.

Pemerintah yang digaji rakyat tidak boleh kehilangan arah dalam demokrasi. Selama kebijakan menjauh dari kepentingan publik dan demokrasi hanya dijalankan sebagai formalitas, maka pemerintah bayaran akan kehilangan makna pengabdiannya—dan rakyat akan semakin menjauh dari negara yang mereka biayai.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pemerintah Bayaran yang Takut pada Kritik
Next Article Statistik Pertumbuhan Ekonomi Membaik, Kehidupan Tak Bergerak

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Retret Kepala Daerah Dinilai Bangun Komunikasi, Partai X: Yang Dibangun Hotelnya, Bukan Pelayanan Publik!

June 23, 2025
Jika DPRD Memilih Kepala Daerah, Untuk Apa Rakyat Memilih DPRD?
Pemerintah

Jika DPRD Memilih Kepala Daerah, Untuk Apa Rakyat Memilih DPRD?

December 23, 2025
Ekonomi

Serikat Pekerja Audiensi DPR, Partai X: Dengar Rakyat, Jangan Cuma RUU!

October 1, 2025
pilih rokok mana?
Ekonomi

Dampak Ekonomi Rokok Resmi vs Rokok Bodong, Rakyat Sejahtera Mana?

August 7, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.