By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 19 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Seputar Pajak > Pajak Terus Naik, Rakyat Dipajaki Sementara Kekayaan Korporasi Tak Terjamah!
Seputar Pajak

Pajak Terus Naik, Rakyat Dipajaki Sementara Kekayaan Korporasi Tak Terjamah!

Diajeng Maharani
Last updated: February 18, 2026 1:21 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Rakyat dipajaki dengan semakin beratnya beban pajak, namun kenyataannya, korporasi besar tetap menikmati keuntungan tanpa kontribusi yang proporsional. Meskipun pemerintah terus memperkenalkan kebijakan pajak baru dengan tujuan untuk meningkatkan penerimaan negara, pada saat yang sama, keuntungan yang didapatkan oleh korporasi besar hampir tidak terjangkau oleh pajak yang sesuai dengan tingkat keuntungan mereka. Sementara itu, rakyat terus dipaksa membayar pajak dari setiap aspek kehidupan mereka, tanpa melihat adanya perubahan signifikan dalam kesejahteraan mereka.

Pajak Sebagai Beban yang Tidak Adil

Berdasarkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tujuan utama negara adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan keadilan sosial. Namun, kenyataannya kebijakan perpajakan yang ada tidak mencerminkan prinsip-prinsip tersebut. Pajak yang dipungut dari rakyat semakin meningkat, sementara kemakmuran yang seharusnya berasal dari pengelolaan kekayaan alam belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. Ketergantungan pemerintah terhadap penerimaan pajak ini menambah beban rakyat yang sudah terbebani dengan biaya hidup yang semakin tinggi. Sementara korporasi besar dan pihak yang memiliki kekayaan alam tidak memberikan kontribusi yang setara.

Ketimpangan Pajak antara Rakyat dan Korporasi

Praktik pajak yang tidak adil ini diperburuk oleh struktur kelembagaan yang timpang. Hingga kini, kebijakan perpajakan masih menunjukkan ketidakseimbangan yang tajam. Pemerintah lebih fokus untuk meningkatkan pemungutan pajak dari rakyat. Sementara pengawasan terhadap korporasi besar yang mendapatkan keuntungan berlimpah justru tidak optimal. Hal ini menyebabkan ketimpangan yang semakin besar antara rakyat yang semakin terbebani pajak dan korporasi yang tidak merasakan kewajiban pajak yang seharusnya mereka bayar.

Solusi Berdasarkan Prinsip Partai X

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, mengingatkan bahwa tugas negara terdiri dari tiga hal: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Oleh karena itu, berikut adalah solusi yang perlu dipertimbangkan dalam rangka memperbaiki sistem perpajakan agar lebih adil dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat:

  1. Pajak Progresif Berdasarkan Kemampuan
    Pajak harus diterapkan secara progresif. Artinya, semakin besar penghasilan atau keuntungan yang diperoleh, semakin besar pula pajak yang dikenakan. Dengan demikian, korporasi besar dan individu kaya akan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan negara.
  2. Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Rakyat
    Pemerintah perlu memastikan bahwa kekayaan alam yang dikuasai negara digunakan untuk kemakmuran rakyat. Pendapatan dari sektor alam harus dikelola dengan bijaksana untuk memastikan distribusi kesejahteraan yang merata, mengurangi ketergantungan pada pajak dari rakyat.
  3. Pemisahan Lembaga Pengadilan Pajak dari Kementerian Keuangan
    Untuk memastikan bahwa pajak dijalankan dengan adil, Pengadilan Pajak harus dipisahkan dari Kementerian Keuangan. Hal ini akan mengurangi potensi penyalahgunaan kekuasaan dan memberikan ruang yang lebih fair bagi wajib pajak dalam menyelesaikan sengketa perpajakan.
  4. Transparansi dalam Pengelolaan Pajak
    Pemerintah harus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan pajak dan dana yang diperoleh dari pajak. Ini akan meningkatkan kepercayaan rakyat bahwa pajak yang mereka bayar digunakan dengan efisien dan sesuai dengan tujuan kemakmuran rakyat.
  5. Kebijakan yang Berfokus pada Kesejahteraan Rakyat
    Pemerintah harus memprioritaskan kebijakan yang fokus pada kesejahteraan rakyat. Jangan hanya berfokus pada pemungutan pajak, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi rakyat melalui program-program yang mendukung kesejahteraan mereka. Seperti subsidi untuk sektor-sektor penting dan peningkatan fasilitas publik.

Kesimpulan: Mengembalikan Negara pada Tujuan Konstitusionalnya

Jika pemerintah terus mempertahankan kebijakan perpajakan yang lebih menguntungkan korporasi daripada rakyat, maka pertanyaan publik akan terus bergema. Untuk siapa negara ini bekerja? Negara yang kuat bukanlah negara yang paling banyak memungut pajak, tetapi negara yang mampu memakmurkan rakyatnya secara merata. Oleh karena itu, kebijakan yang adil dan berimbang harus segera diimplementasikan untuk menjaga kepercayaan rakyat dan mewujudkan tujuan negara yang sesungguhnya: memakmurkan dan melindungi rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Rakyat Dipajaki Tanpa Perhatian pada Kondisi Ekonomi Mereka
Next Article Rakyat Diperas Pajak: Ketika Beban Pajak Semakin Menghancurkan Kehidupan Ekonomi Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Indonesia Bisa Maju Kalau Satu Prinsip Ini Dipegang Rakyat dan Pejabat

November 21, 2025
Pemerintah

Purbaya Ragukan Akses Data, Partai X: Rakyat Ditinggalkan, Data Dipermainkan!

October 22, 2025
Pemerintah

Pemerintah Bayaran: Digaji Rakyat, Tapi Siapa yang Dilayani?

January 9, 2026
Alih-alih diperbaiki, supir justru memanggil penumpangnya (rakyat) untuk mendorong dari belakang. Persis itulah kondisi negara kita hari in
Pemerintah

Cak Nun: Negara Harus Segera Turun Mesin, Kalau Tidak Rakyat yang Kehabisan Nafas Mendorong!

July 7, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.