By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 18 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pendidikan > Negara Sehat Dimulai dari Sistem Pendidikan yang Tidak Rusak
Pendidikan

Negara Sehat Dimulai dari Sistem Pendidikan yang Tidak Rusak

Diajeng Maharani
Last updated: December 3, 2025 1:48 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Sebuah negara hanya bisa berdiri tegak jika fondasinya kuat, dan fondasi itu bernama pendidikan. Namun pendidikan sering diperlakukan hanya sebagai kewajiban administratif: sekolah dibangun, kurikulum diganti, ujian diperbarui, tetapi esensi utamanya mencerdaskan dan memanusiakan sering hilang di tengah perubahan yang tidak pernah tuntas. Ketika pendidikan rusak, bangsa perlahan kehilangan arah. Generasi muda tumbuh tanpa pegangan, tanpa kesempatan yang adil, dan tanpa kemampuan menghadapi kompleksitas zaman.

Negara yang sehat tidak mungkin muncul dari sistem pendidikan yang pincang.

Kualitas Pendidikan Tergilas oleh Ketimpangan

Masalah terbesar pendidikan bukan semata-mata kekurangan fasilitas, tetapi ketimpangan yang mengakar. Di kota besar, sekolah-sekolah menampilkan citra modern dengan akses internet, laboratorium, dan guru berkualitas. Namun di ribuan desa, anak-anak belajar di bangunan rapuh dengan guru yang merangkap banyak peran, kurikulum yang tidak relevan, dan akses teknologi yang minim.

Ketimpangan ini menciptakan jurang antara mereka yang memiliki peluang dan mereka yang hanya memiliki kemampuan tetapi tidak disediakan ruang untuk berkembang.
Di negara yang seharusnya merdeka, kesempatan pendidikan justru sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan lokasi tinggal.

Kegagalan Bukan pada Guru, tapi pada Sistem yang Menjerat Mereka

Selama ini guru sering dijadikan kambing hitam atas buruknya kualitas pendidikan. Padahal yang rusak bukan dedikasi guru, tetapi sistem yang menempatkan mereka dalam situasi yang serba terbatas. Administrasi menumpuk, kesejahteraan tidak merata, pelatihan minim, fasilitas tidak memadai, tetapi tuntutan terus meningkat.

Guru diharapkan menghasilkan generasi unggul, sementara negara tidak menyediakan alat yang memadai untuk mewujudkannya.

You Might Also Like

Anggota DPR Minta Raja Juli Mundur, Partai X Tegaskan Perlunya Reformasi Kehutanan!
Investasi Rp20 Triliun Peternakan, Partai X: Rakyat Butuh Keberlanjutan, Bukan Proyek!
Anggota Dewan Joget Katanya Untuk Relaksasi, Partai X: Rakyat Tercekik, Mereka Cuma Butuh Relaksasi di Dompet!
Cak Nun: Indonesia Negara Besar, Butuh Pemimpin Berjiwa Besar!

Kurikulum Terus Berganti, Tujuan Tidak Pernah Jelas

Problem lain dari sistem pendidikan adalah kurikulum yang terus berubah tanpa arah jangka panjang. Setiap pemerintahan membawa formula baru seolah-olah pendidikan adalah laboratorium pemerintahan. Padahal pendidikan membutuhkan kesinambungan, bukan percobaan. Perubahan kurikulum tanpa kesiapan guru hanya menciptakan kebingungan, bukan inovasi.

Ketika tujuan pendidikan tidak jelas, hasilnya pun tidak akan jelas.

Pendidikan Tidak Sehat, Negara Tidak Kuat

Sistem pendidikan yang rusak menghasilkan generasi yang rapuh: mudah terprovokasi, sulit berpikir kritis, tidak memiliki kecakapan masa depan, dan kehilangan kemampuan memecahkan masalah.
Ini bukan hanya masalah sekolah, tetapi masalah negara.
Karena kualitas warga negara adalah cermin kualitas pendidikannya.

Tanpa pendidikan yang sehat, negara tidak punya daya saing, tidak punya kecerdasan kolektif, dan tidak punya masa depan yang pasti.

Solusi: Mengobati Sistem, Bukan Menambal Gejala

Menyembuhkan pendidikan tidak cukup dengan mengganti kurikulum atau menambah anggaran. Diperlukan transformasi yang berjalan dari dasar hingga puncak negara.

Pembenahan harus dimulai dengan menata ulang arah pendidikan melalui musyawarah kebijakan besar yang menyatukan seluruh unsur negara, memastikan pendidikan tidak menjadi proyek pemerintahan yang berubah setiap lima tahun. Sistem birokrasi pendidikan perlu disederhanakan agar guru dapat kembali fokus mengajar, bukan mengurus administrasi yang mengekang. Pengelolaan sekolah harus berbasis digital dan transparan agar ketimpangan dapat terlihat dan diatasi. Peraturan pendidikan wajib disusun oleh para ahli yang memahami kebutuhan generasi masa depan, bukan oleh tekanan kekuasaan.

Selain itu, negara harus memperkuat posisi rakyat sebagai pemilik pendidikan, bukan sekadar penerima kebijakan. Ketika hak rakyat atas pendidikan berkualitas diperkuat melalui kebijakan dan sistem hukum yang tegas, negara tidak bisa lagi mengabaikan tanggung jawabnya.

Kesimpulan: Bangsa yang Baik Berasal dari Pendidikan yang Benar

Tidak ada negara kuat lahir dari pendidikan yang lemah. Tidak ada masa depan cerah jika fondasi generasinya retak. Jika bangsa ingin sehat secara ekonomi, sosial, maupun moral maka pendidikan harus menjadi prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan.

Negara sehat dimulai dari ruang kelas. Dan ruang kelas tidak akan sehat jika sistem pendidikannya rusak. Inilah saatnya membenahi pendidikan, agar masa depan bangsa tidak ikut rusak.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Mendagri Akui Kurang Siap Hadapi Banjir Sumatera, Partai X Tawarkan Solusi
Next Article Anggota DPR Dorong Modifikasi Cuaca, Partai X Ingatkan Efektivitas dan Keamanan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Kriminal

Driver Ojol Dilindas Brimob, Partai X: Nyawa Rakyat Jangan Permainkan

August 29, 2025
Internasional

Kerja Sama Tambang Indonesia-Australia: Partai X Bilang ‘Rakyat Pemilik Bus, Tapi Sopir Jual Kursi ke Negeri Kanguru!

May 5, 2025
Pemerintah

Rakyat adalah RI 1, Presiden adalah TKI 1

October 27, 2025
Pemerintah

4 Pilar Negara : Cak Nun Mengoreksi Versi MPR

June 17, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.