By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 23 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Berita Terkini > Menjadi Negarawan dengan Memahami Dunia: Sekolah Negarawan Belajar dari Qom
Berita Terkini

Menjadi Negarawan dengan Memahami Dunia: Sekolah Negarawan Belajar dari Qom

beritaX
Last updated: August 22, 2026 1:03 pm
By beritaX
Share
6 Min Read
SHARE

QOM, IRAN — Menjadi negarawan tidak hanya membutuhkan kemampuan memahami persoalan di dalam negeri. Seorang negarawan juga dituntut mampu melihat dunia dari berbagai perspektif, memahami perbedaan budaya, serta membangun dialog dengan masyarakat dari latar belakang yang berbeda.

Contents
Disambut di Masjid JamkaranMenengok Kehidupan Imam KhomeiniMenyusuri Kompleks Sayyidah Fatimah Ma’sumahTidak Sekadar Melihat, tetapi MemahamiMembuka Jendela Dunia IslamBekal Menjadi Negarawan

Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan Sekolah Negarawan di Iran. Dalam agenda pengenalan budaya di Kota Qom, para peserta mengunjungi tiga tempat yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan penting, yakni Masjid Jamkaran, rumah Imam Khomeini, dan kompleks Sayyidah Fatimah Ma’sumah.

Perjalanan tersebut menjadi ruang belajar langsung bagi peserta untuk mengenal lebih dekat salah satu wajah dunia Islam, khususnya tradisi Islam yang berkembang di Persia.

Disambut di Masjid Jamkaran

Kunjungan diawali dengan kedatangan rombongan Sekolah Negarawan di Masjid Jamkaran.

Di tempat tersebut, rombongan disambut oleh pengelola Masjid Jamkaran. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai masjid dan berbagai hal yang berkaitan dengan keberadaan serta fungsi tempat tersebut.

Sambutan dan dialog dengan pengelola menjadi pengalaman penting dalam perjalanan ini.

You Might Also Like

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung
Operasi Ketupat Digelar, Partai X: Keamanan Harus Nyata, Bukan Cuma Parade Seragam!
Gaji Sultan, Mental Pengemis: Pejabat Indonesia Rusak Total?!
Ilmu Siluman Fiskus (Bagian 2): Lebih Kejam dari Sengkuni?

Peserta tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pihak yang memahami dan mengelola situs tersebut.

Dari pengalaman itu, peserta belajar bahwa mengenal budaya sebuah masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar melihat bangunan atau membaca informasi. Dibutuhkan pula interaksi langsung dengan manusia yang berada di balik sebuah tradisi.

Menengok Kehidupan Imam Khomeini

Perjalanan kemudian berlanjut ke rumah Imam Khomeini.

Di sana, rombongan Sekolah Negarawan disambut oleh pengelola rumah Imam Khomeini. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai kehidupan Imam Khomeini dan berbagai cerita yang berkaitan dengan rumah tersebut.

Penjelasan tidak hanya berkaitan dengan perjalanan hidup Imam Khomeini, tetapi juga mengenai arsitektur rumah yang pernah menjadi bagian dari kehidupan beliau.

Bagi peserta, pengalaman tersebut memberikan sudut pandang yang berbeda dalam memahami sejarah.

Tokoh sejarah tidak hanya dipelajari melalui pemikiran dan peristiwa besar yang melingkupinya. Lingkungan tempat ia hidup juga dapat memberikan gambaran mengenai kehidupan dan konteks sosialnya.

Rumah tersebut menjadi salah satu ruang yang mempertemukan peserta dengan sejarah secara lebih dekat.

Menyusuri Kompleks Sayyidah Fatimah Ma’sumah

Dari rumah Imam Khomeini, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kompleks Sayyidah Fatimah Ma’sumah.

Dalam tradisi Syiah Imamah, Sayyidah Fatimah Ma’sumah dikenal sebagai saudari Imam ke-8.

Sesampainya di kompleks tersebut, rombongan disambut oleh pengelola. Para peserta kemudian diajak berkeliling kompleks sambil mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan berbagai bagian dari kompleks tersebut.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih jauh tradisi keagamaan yang berkembang dalam masyarakat Iran.

Bagi peserta yang datang dari Indonesia, pengalaman tersebut memperlihatkan secara langsung adanya keragaman tradisi dalam dunia Islam.

Keragaman itu penting untuk dipahami, terutama bagi generasi yang dipersiapkan untuk memiliki wawasan kebangsaan sekaligus wawasan global.

Tidak Sekadar Melihat, tetapi Memahami

Ada perbedaan antara melihat sebuah tempat dan memahami makna di balik tempat tersebut.

Melalui rangkaian kunjungan ini, Sekolah Negarawan berusaha membawa peserta melampaui aktivitas melihat situs sejarah.

Di Masjid Jamkaran, mereka mendengarkan penjelasan langsung dari pengelola.

Di rumah Imam Khomeini, mereka mengenal kehidupan seorang tokoh sekaligus melihat arsitektur rumahnya.

Sementara di kompleks Sayyidah Fatimah Ma’sumah, mereka memperoleh penjelasan mengenai kompleks tersebut secara langsung sambil melihat berbagai bagiannya.

Pengalaman seperti ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar melalui interaksi dan observasi langsung.

Membuka Jendela Dunia Islam

Program pengenalan budaya tersebut diharapkan dapat memperluas pandangan peserta Sekolah Negarawan mengenai dunia Islam, terutama mengenai peradaban dan tradisi Islam di Persia.

Selama ini, pemahaman mengenai dunia Islam sering kali dibentuk oleh sumber bacaan, media, maupun narasi yang berkembang di lingkungan masing-masing.

Kunjungan langsung memberikan pengalaman yang berbeda.

Peserta dapat melihat masyarakat, tempat, tradisi, dan sejarah dari jarak yang lebih dekat.

Dengan demikian, perjalanan budaya bukan sekadar kegiatan tambahan dalam pendidikan. Ia dapat menjadi bagian dari proses pembentukan cara berpikir.

Seorang calon negarawan perlu memiliki kemampuan untuk memahami bahwa dunia terdiri atas banyak pengalaman sejarah dan kebudayaan.

Bekal Menjadi Negarawan

Bagi Sekolah Negarawan, perjalanan di Qom menjadi bagian dari proses pendidikan yang lebih luas.

Menjadi negarawan bukan hanya tentang memahami bagaimana mengelola negara. Seorang negarawan juga perlu memahami bagaimana sebuah bangsa berinteraksi dengan bangsa lain.

Pemahaman tersebut membutuhkan wawasan sejarah, budaya, agama, sekaligus kemampuan membangun komunikasi lintas masyarakat.

Karena itu, pengenalan budaya di Iran menjadi salah satu pengalaman penting bagi peserta.

Dari Masjid Jamkaran, rumah Imam Khomeini, hingga kompleks Sayyidah Fatimah Ma’sumah, peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai sisi kehidupan Islam di Persia.

Pada akhirnya, perjalanan ini membawa satu pesan penting yaitu untuk memahami dunia, seseorang harus bersedia keluar dari ruangnya sendiri.

Dengan mengenal budaya lain secara langsung, seorang calon negarawan diharapkan tidak hanya semakin memahami dunia, tetapi juga semakin mampu menghargai perbedaan dan membangun hubungan yang lebih terbuka dengan masyarakat internasional.

Dan dari sanalah wawasan seorang negarawan dapat tumbuh. Di mana berawal dari rasa ingin tahu, berkembang melalui pengalaman, dan menjadi pemahaman melalui perjumpaan dengan dunia.

Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sekolah Negarawan Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya Islam Persia di Qom
Next Article Ketika Ziarah Menjadi Gerakan: Kompleks Sayyidah Ma’sumah dan Lahirnya Kesadaran Revolusioner di Qom

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Target penerimaan pajak dan kepastian hukum dalam sistem perpajakan Indonesia”
Berita Terkini

Mengejar Angka, Mengorbankan Kepastian Hukum Pajak?

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

ebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), memahami aturan terkait Faktur Pajak adalah keharusan, terutama dengan akan beroperasinya Coretax System yang baru
Berita TerkiniPemerintah

Denda Faktur Pajak Tidak Lengkap: Sanksi dan Implementasinya di Coretax System

June 21, 2025
Berita Terkini

Penjajahan Regulasi: Ketika Perpres Loncat dari UUD tanpa UU

November 7, 2025
Berita Terkini

Jangan Tutup Mata Melihat Kehancuran Indonesia!

August 11, 2025
Berita TerkiniPemerintah

Kemenhub Luncurkan Aplikasi Mudik 2025, untuk Rakyat atau Ada Kepentingan Pemerintah?

March 8, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.