beritax.id – Agenda elit global semakin mencuat di tengah arus globalisasi yang terus berkembang pesat. Kelompok elit yang menguasai sektor ekonomi dan pemerintahan internasional memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menentukan arah kebijakan dunia, termasuk kebijakan yang diterapkan di Indonesia. Pengaruh ini sering kali tidak terlihat jelas, namun dampaknya begitu nyata, mulai dari kebijakan ekonomi hingga keputusan yang mengabaikan kepentingan rakyat. Agenda tersebut mengutamakan keuntungan bagi segelintir orang, sementara kesejahteraan rakyat menjadi pihak yang terabaikan.
Kebijakan yang Didorong oleh Kepentingan Global di Indonesia
Di Indonesia, kita melihat bagaimana keputusan-keputusan penting yang diambil oleh pemerintah sering kali dipengaruhi oleh tekanan dari kekuatan ekonomi global. Salah satu contohnya adalah kebijakan sektor energi dan sumber daya alam yang lebih berpihak pada perusahaan asing besar daripada pada kepentingan masyarakat lokal. Misalnya, proyek ekstraksi sumber daya alam yang dijalankan oleh investor asing sering kali tidak mempertimbangkan dampak ekologis jangka panjang. Serta mengabaikan hak-hak masyarakat adat yang terancam kehidupannya. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil terkadang lebih didorong oleh kepentingan luar negeri daripada oleh kebutuhan dan kepentingan rakyat Indonesia.
Dampak Ketergantungan pada Elit Global
Ketergantungan Indonesia pada kekuatan elit global semakin memperburuk ketimpangan sosial dan ekonomi di dalam negeri. Negara yang seharusnya mengutamakan kesejahteraan rakyat sering kali lebih mendahulukan hubungan dengan kekuatan besar, yang tidak jarang menambah beban ekonomi bagi rakyat. Ketimpangan ini terlihat jelas pada sektor-sektor yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di daerah-daerah terpencil. Masyarakat yang berada di luar pusat ekonomi sering kali merasa terpinggirkan. Sementara kebijakan yang diambil lebih banyak berpihak pada kepentingan segelintir elit yang mengendalikan kebijakan global.
Pergeseran Kekuasaan Global dan Ketidakadilan Sosial
Agenda elit global yang mengendalikan kebijakan dunia bukan hanya menciptakan ketidakadilan sosial, tetapi juga memperburuk sistem pemerintahan di negara-negara berkembang. Di Indonesia, kita mulai menyaksikan bagaimana pengaruh kekuatan internasional turut memengaruhi proses pemilihan umum dan pembentukan kebijakan dalam negeri. Pemilu yang seharusnya menjadi sarana demokrasi untuk memilih pemimpin terbaik sering kali dipengaruhi oleh kekuatan modal yang besar, yang memiliki kepentingan tersendiri. Hal ini mengarah pada pengabaian terhadap suara rakyat dan menguntungkan segelintir pihak yang memiliki kedekatan dengan pejabat dan ekonomi global.
Solusi untuk Mengurangi Ketergantungan pada Agenda Elit Global
Untuk mengurangi pengaruh agenda elit global yang merugikan rakyat, Indonesia perlu lebih tegas dalam mempertahankan kedaulatan ekonominya. Pemerintah harus fokus pada kebijakan domestik yang mengutamakan kepentingan nasional, bukan hanya keuntungan yang dihasilkan dari kerjasama internasional yang tidak berkelanjutan. Selain itu, sektor ekonomi lokal seperti UMKM dan industri kreatif harus didorong untuk tumbuh dan berkembang. Agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada investasi asing yang sering kali tidak sejalan dengan kepentingan sosial.
Pendidikan politik yang lebih inklusif dan pemahaman yang mendalam tentang kebijakan luar negeri juga penting untuk membekali rakyat Indonesia dalam menghadapi dominasi elit global. Dengan adanya kesadaran yang lebih baik, masyarakat dapat lebih aktif dalam mengawasi dan mempengaruhi kebijakan pemerintah. Serta memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
Penutup
Agenda elit global yang mengendalikan kebijakan dunia harus menjadi perhatian utama bagi Indonesia. Negara harus dapat mengelola hubungan internasional dengan bijak, tanpa mengorbankan kepentingan rakyat dan keadilan sosial. Menghadapi pengaruh global yang semakin besar, Indonesia perlu memperkuat sistem pemerintahan dan ekonominya agar tetap dapat memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan suara rakyat banyak, bukan hanya kepentingan segelintir elit global.



