By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 5 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Mengorbankan Kedaulatan untuk Mencapai Kemajuan Palsu
Pemerintah

Mengorbankan Kedaulatan untuk Mencapai Kemajuan Palsu

Diajeng Maharani
Last updated: February 3, 2026 1:15 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Kemajuan tanpa kedaulatan hanya akan membawa ilusi. Pembangunan yang terkesan maju, namun mengorbankan kedaulatan rakyat, tidak akan membawa kesejahteraan yang sesungguhnya. Meskipun Indonesia terus berkembang dalam sektor infrastruktur dan ekonomi, banyak pihak yang meragukan apakah kemajuan tersebut benar-benar dirasakan oleh rakyat. Dalam buku Indonesia Emas 2026, penulis mengungkapkan bahwa kemajuan yang terjadi sering kali hanya berfokus pada angka-angka tanpa melibatkan rakyat dalam keputusan strategis.

Kemajuan Palsu di Balik Pembangunan Infrastruktur

Buku tersebut mengkritisi pembangunan infrastruktur yang besar-besaran yang dilakukan pemerintah, yang sering kali tidak memperhatikan kepentingan rakyat. Proyek-proyek besar seperti pembangunan jalan, jembatan, dan bandara sering kali diputuskan tanpa melibatkan masyarakat setempat. Meskipun terlihat sebagai pencapaian kemajuan, proyek ini sering kali tidak memberikan manfaat langsung bagi mereka yang paling membutuhkan.

Lebih buruk lagi, dalam beberapa kasus, pembangunan infrastruktur justru merugikan rakyat. Penggusuran paksa yang tidak disertai dengan ganti rugi yang layak menjadi salah satu contoh nyata dari pembangunan yang hanya menguntungkan segelintir orang. Ini menunjukkan bagaimana kemajuan tanpa kedaulatan hanya mengarah pada ketidakadilan.

Penyamaan Negara dan Pemerintah yang Mengabaikan Rakyat

Salah satu akar permasalahan dalam proses ini adalah penyamaan antara negara dan pemerintah. Negara seharusnya menjadi milik rakyat, tetapi dalam kenyataannya, negara sering dianggap sebagai milik pemerintah yang sedang berkuasa. Ketika pemerintah menganggap dirinya sebagai penguasa negara, kebijakan yang diambil lebih mengutamakan kepentingan pemerintah, bukan kepentingan rakyat.

Kritik terhadap kebijakan pemerintah sering kali dianggap sebagai ancaman terhadap negara. Padahal negara seharusnya lebih besar dari pemerintah yang sedang berkuasa. Ketika negara disamakan dengan pemerintah, rakyat kehilangan suaranya dalam proses pengambilan keputusan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan mereka.

Solusi: Memulihkan Kedaulatan Rakyat

Untuk mengatasi masalah ini, perlu ada reformasi dalam struktur ketatanegaraan Indonesia. Pertama, kedaulatan rakyat harus dipulihkan dengan melibatkan mereka dalam setiap proses pengambilan keputusan. Salah satu langkah penting adalah mengembalikan fungsi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai lembaga yang mewakili kepentingan rakyat dalam menetapkan kebijakan strategis.

You Might Also Like

Harga Pangan Naik, Partai X Tuntut Kendalikan Pasar!
RI Temukan Gas Terbesar, Partai X: Energi untuk Siapa, Rakyat atau Konglomerat?
Legislator Bicara Keterampilan, Partai X: Buruh Masih Disuruh Magang Bayar Sendiri!
BNPT & APH Siap Sambut KUHP Baru, Partai X: Hukum Baru Jangan Jadi Alat Menekan Rakyat!

Pemerintah juga harus kembali berfungsi sebagai pelayan rakyat, bukan sebagai penguasa negara. Pemerintah harus menjalankan kebijakan yang mengutamakan kepentingan rakyat, bukan segelintir pejabat yang berkuasa. Dengan demikian, rakyat akan memiliki peran lebih besar dalam memastikan bahwa kebijakan yang diambil selalu berpihak pada kesejahteraan mereka.

Menuju Indonesia Emas yang Berdaulat

Kemajuan tanpa kedaulatan hanya akan menciptakan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, untuk mencapai Indonesia Emas 2026, perubahan struktural sangat dibutuhkan. Rakyat harus dilibatkan dalam setiap keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka, termasuk dalam pembangunan infrastruktur.

Indonesia Emas bukan sekadar tentang pembangunan yang terlihat megah, tetapi tentang bagaimana kemajuan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. Hanya dengan memulihkan kedaulatan rakyat, Indonesia bisa mencapai kemajuan yang sejati dan berkeadilan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Indonesia Emas 2026: Apa Artinya Kemajuan Jika Rakyat Tetap Tertekan?
Next Article Kemajuan Tanpa Kedaulatan: Proyek Pembangunan Tanpa Memperhatikan Kedaulatan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Ketimpangan dalam Demokrasi: Demokrasi yang Tidak Pernah Berarti Bagi Rakyat

February 4, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

PMI Manufaktur Turun, DPR Minta Aksi Cepat: Partai X Jangan Cuma Cepat Rapat, Lambat Bertindak!

May 21, 2025
Ekonomi

Rupiah Tumbang, Partai X: Purbaya Tolak Tax Amnesty, Rakyat Yang Terluka!

September 29, 2025
Sosial

Antara Stabilitas Pemerintahan dan Ketimpangan Sosial

December 10, 2025
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pemasangan bendera One Piece menjelang HUT ke-80 RI sebagai ancaman.
Pemerintah

Dasco Ributkan Bendera One Piece, Partai X Tanya, Kapan Pejabat Ributkan Korupsi dan Kemiskinan Secara Serius?

August 1, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.