By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 14 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Media Bayaran Indonesia di Era Kekuasaan Transaksional
Pemerintah

Media Bayaran Indonesia di Era Kekuasaan Transaksional

Diajeng Maharani
Last updated: January 13, 2026 1:23 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Fenomena media bayaran Indonesia kian menguat seiring mengerasnya praktik kekuasaan transaksional, di mana dukungan pemerintahan, anggaran, dan citra publik dipertukarkan layaknya komoditas. Dalam situasi ini, sebagian media tidak lagi berdiri sebagai penyalur fakta dan pengawas kekuasaan, melainkan berubah menjadi mitra transaksi: memproduksi narasi sesuai pesanan pihak yang memiliki sumber daya dan akses kekuasaan.

Hubungan antara media, pejabat, dan pemilik modal makin pragmatis. Kontrak publikasi, advertorial terselubung, hingga framing pemberitaan menjadi alat tukar untuk mendapatkan perlindungan bisnis atau keuntungan. Akibatnya, ruang publik yang seharusnya menjadi tempat pertukaran gagasan berubah menjadi arena promosi kepentingan sempit.

Isu-isu sensitif seperti konflik agraria, kebocoran anggaran, atau kebijakan yang merugikan rakyat sering dikaburkan, diperkecil, atau dihilangkan sama sekali demi menjaga “kesepakatan tak tertulis” antara media dan penguasa.

Demokrasi dalam Cengkeraman Narasi Pesanan

Ketika informasi dikendalikan oleh transaksi, publik kehilangan akses pada realitas yang utuh. Demokrasi pun berjalan pincang rakyat memilih berdasarkan citra yang direkayasa, bukan pada penilaian rasional atas kinerja dan kebijakan. Kritik dianggap ancaman, bukan bagian sehat dari sistem pemerintahan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini melahirkan apatisme, ketidakpercayaan pada pers, dan polarisasi sosial akibat banjir informasi manipulatif.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Bukan Agen Propaganda

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menilai praktik media bayaran dalam sistem kekuasaan transaksional sebagai penyimpangan serius dari prinsip negara demokratis.

You Might Also Like

IHSG Anjlok Diselamatkan Dasco, Partai X: Pasar Saham Bukan Panggung Superhero!
Mendagri Minta Efisiensi, Partai X: Potong Dulu Belanja Meja, Baru Minta Rakyat Irit!
Korupsi Kuota Haji, Partai X: Rakyat Beribadah Jangan Jadi Dagangan!
Purbaya Minta BGN Jumpa Pers, Partai X: Serapan Anggaran, Serapan Rakyat!

“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara tidak diberi mandat untuk membeli opini publik atau memelihara media bayaran. Justru negara harus melindungi rakyat dari manipulasi informasi,” tegas Rinto.

Ia menambahkan, mengatur rakyat berarti memastikan keadilan dan keterbukaan, bukan mengarahkan cara berpikir masyarakat melalui pemberitaan pesanan.

Akar Masalah: Ekonomi Media dan Mentalitas Kekuasaan

Menurut Rinto, persoalan ini tidak berdiri sendiri. Industri media yang rapuh secara finansial mudah tergoda kontrak, sementara sebagian pejabat kekuasaan memandang pencitraan sebagai kebutuhan utama untuk mempertahankan posisi.

Kombinasi ini melahirkan siklus berbahaya: media membutuhkan dana, penguasa membutuhkan legitimasi semu, dan publik menjadi pihak yang dikorbankan.

Solusi: Memutus Mata Rantai Transaksi Informasi

Partai X mengusulkan sejumlah langkah strategis:

  1. Transparansi total belanja komunikasi pemerintah
    Semua anggaran iklan dan publikasi harus diumumkan ke publik, tanpa klausul pengaturan isi berita.
  2. Regulasi tegas soal advertorial terselubung
    Media wajib menandai konten berbayar secara jelas dan mudah dikenali.
  3. Dana publik independen untuk jurnalisme berkualitas
    Dikelola oleh badan non-politis untuk mendukung liputan investigatif dan kepentingan publik.
  4. Perlindungan hukum bagi jurnalis kritis
    Agar tidak mudah ditekan melalui kriminalisasi atau intimidasi ekonomi.
  5. Literasi media nasional
    Membekali masyarakat agar mampu membedakan berita, opini, dan propaganda.

Media bayaran Indonesia di era kekuasaan transaksional bukan sekadar masalah etika pers, melainkan ancaman struktural bagi demokrasi. Jika informasi terus diperjualbelikan, maka kedaulatan rakyat akan digantikan oleh kedaulatan modal dan pejabat. Seperti diingatkan Rinto Setiyawan, negara harus kembali pada mandat dasarnya: melindungi rakyat dari manipulasi, melayani kebutuhan akan kebenaran, dan mengatur tanpa memperdagangkan kesadaran publik.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Erosi Pilar Keempat Saat Media Bergantung pada Pemerintah
Next Article Utang APBN 2025 Tembus Rp736 T, Harus Transparan dan Tepat Sasaran

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pendidikan

Pendidikan Tidak Akan Maju Jika Pemerintah Sibuk Pencitraan

December 8, 2025
InternasionalPemerintah

Aset Negara Nyaris Lenyap di Kasus Navayo, Partai X: Jangan Sampai Rakyat Bayar Tagihannya!

March 27, 2025
Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk melakukan reshuffle kabinet pada Senin, 8 September 2025. Salah satu posisi yang diganti adalah
Pemerintah

Prabowo Reshuffle Menkeu, Partai X: Pikirkan Juga Nasib Rakyat

September 9, 2025
Ekonomi

Prabowo Ungkap Kerugian Judi Online, Partai X: Negara Harus Bertindak Tegas!

November 4, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.