By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 13 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Media Bayaran Indonesia dan Krisis Independensi Pers
Pemerintah

Media Bayaran Indonesia dan Krisis Independensi Pers

Diajeng Maharani
Last updated: January 13, 2026 1:20 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id — Fenomena media bayaran Indonesia kian menguat seiring meningkatnya ketergantungan industri pers pada anggaran publikasi pemerintah pusat dan daerah. Dalam situasi tekanan ekonomi media dan disrupsi digital, relasi keuangan antara pemerintah dan perusahaan pers tidak lagi sebatas kerja sama informasi publik, tetapi berubah menjadi hubungan transaksional yang menggerus independensi redaksi. Kondisi ini menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap fungsi pers sebagai pengawas kekuasaan dan pilar demokrasi.

Ketergantungan Finansial yang Menggerus Fungsi Pengawasan

Berbagai riset menunjukkan bahwa belanja iklan dan publikasi pemerintah telah menjadi sumber pendapatan utama banyak media, terutama di daerah. Ketergantungan ini menciptakan konflik kepentingan serius: media yang seharusnya mengawasi kekuasaan justru dibiayai oleh pihak yang diawasi.

Dalam praktiknya, kerja sama tersebut kerap disertai ekspektasi pemberitaan positif, pembatasan kritik, bahkan klausul kontrak yang mewajibkan media “menjaga citra pemerintah”. Pola ini mendorong sensor mandiri di ruang redaksi dan meminggirkan jurnalisme investigatif yang kritis. Situasi tersebut digambarkan secara rinci dalam riset mengenai erosi pilar keempat demokrasi dan maraknya praktik “media bayaran” dalam lanskap pemerintahan Indonesia pasca-2024

Media Abal-abal dan Distorsi Informasi Publik

Selain media arus utama, muncul pula ratusan media daring tidak terverifikasi yang didirikan semata untuk menyerap anggaran publikasi pemerintah daerah. Media semacam ini sering kali hanya menyalin siaran pers resmi tanpa verifikasi lapangan, sehingga ruang publik dibanjiri berita seremonial dan pencitraan, bukan informasi faktual yang berimbang.

Akibatnya, masyarakat kesulitan membedakan antara jurnalisme dan propaganda. Fungsi pers sebagai penyedia informasi objektif dan alat kontrol sosial melemah. Diigantikan oleh arus konten yang lebih menguntungkan penguasa daripada publik.

Dampak terhadap Demokrasi dan Kepercayaan Publik

Merosotnya independensi pers berdampak langsung pada kualitas demokrasi. Ketika kritik dibungkam secara halus melalui kontrak dan ketergantungan finansial, kebijakan publik luput dari pengawasan yang memadai. Dalam jangka panjang, kondisi ini memperbesar jarak antara negara dan warga. Serta mendorong masyarakat mencari informasi alternatif di media sosial yang tidak selalu akurat.

You Might Also Like

Negara Urus Ruang Udara, Tapi Tanah Rakyat Masih Terlantar, Partai X Tanya RUU Ini Terbang atau Ngambang?
Cak Nun: Negara Ini Harus “Turun Mesin”! Saatnya Revolusi Damai Perbaiki Sistem Ketatanegaraan dari Akar
Satgas PHK Dibentuk! Partai X: Titik Balik atau Gimik Pengalihan Gagalnya?
Apa yang Terjadi Jika Pemerintah Tidak Lagi Mengabdi kepada Rakyat?

Fenomena ini juga memicu lahirnya istilah “no viral, no justice”, yakni keyakinan bahwa masalah publik baru ditangani negara setelah menjadi viral, bukan melalui mekanisme institusional yang normal.

Tanggapan Partai X: Negara Tidak Boleh Membeli Keheningan Pers

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menilai praktik media bayaran sebagai sinyal lemahnya etika kekuasaan dalam mengelola demokrasi.

“Negara itu punya tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Ketika anggaran publik digunakan untuk membeli keheningan pers, maka negara telah gagal menjalankan ketiganya sekaligus,” tegas Prayogi.

Menurutnya, pers yang independen justru membantu negara memperbaiki diri melalui kritik dan pengawasan. Bukan menjadi musuh yang harus dijinakkan dengan kontrak dan anggaran.

“Pemerintah yang kuat tidak takut pada media kritis. Yang takut biasanya pemerintah yang sadar kebijakannya bermasalah,” tambahnya.

Solusi: Memulihkan Independensi Pers

Untuk keluar dari krisis ini, sejumlah langkah struktural dinilai mendesak:

  1. Reformasi belanja publikasi pemerintah
    Anggaran iklan dan kerja sama media harus dikelola transparan melalui mekanisme independen, berbasis verifikasi Dewan Pers dan jangkauan publik, bukan kedekatan.
  2. Larangan klausul pembatasan kritik
    Kontrak kerja sama media–pemerintah harus secara tegas melindungi kebebasan redaksi dan melarang intervensi terhadap isi pemberitaan.
  3. Penertiban media abal-abal
    Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu menindak praktik media fiktif yang menyedot APBD tanpa fungsi jurnalistik nyata.
  4. Penguatan media publik dan nirlaba
    Dukungan terhadap media komunitas, media publik independen, dan jurnalisme solusi perlu diperluas agar ekosistem informasi tidak didominasi kepentingan modal dan kekuasaan.

Prayogi menutup dengan peringatan bahwa tanpa pembenahan serius, demokrasi Indonesia hanya akan menjadi formalitas. “Jika pers dibayar untuk diam, maka rakyat kehilangan mata dan telinganya. Dan negara, cepat atau lambat, akan kehilangan legitimasi,” pungkasnya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Media Bayaran Indonesia dan Matinya Ruang Kritik yang Dibentuk Narasi
Next Article SPBU Swasta Wajib Beli Pertamina, Negara Harus Tegakkan Kedaulatan Energi

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

8 Catatan DPR Soal UU Saksi, Partai X: Lindungi Rakyat, Bukan Hanya Aturan!

September 19, 2025
Berita TerkiniPemerintah

Garuda & Citilink Diskon Tiket Pesawat 14%! Partai X: Rakyat Diuntungkan?

March 8, 2025
Internasional

Vietnam Gaungkan Kreativitas ASEAN! Partai X: Inovasi Harus untuk Rakyat, Bukan Hanya Elit!

March 15, 2025
Pemerintah

PDIP Belum Masuk Kabinet, Partai X: Jangan Bagi-Bagi Kursi, Lupakan Mandat Rakyat!

June 5, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.