By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 7 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Keadilan Kebijakan Dibuat Cepat, Derita Rakyat Bertahan Lama
Pemerintah

Krisis Keadilan Kebijakan Dibuat Cepat, Derita Rakyat Bertahan Lama

Diajeng Maharani
Last updated: January 2, 2026 10:22 am
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis keadilan semakin terasa ketika negara mampu bergerak cepat dalam menetapkan kebijakan, tetapi lamban bahkan absen dalam memastikan dampaknya adil bagi rakyat. Berbagai keputusan strategis diambil dengan dalih efisiensi, stabilitas, dan pertumbuhan, namun derita yang ditimbulkan justru berumur panjang: kehilangan pekerjaan, konflik agraria, kerusakan lingkungan, hingga menyempitnya ruang hidup warga.

Kecepatan negara tidak selalu sejalan dengan keadilan bagi rakyat.

Regulasi Kilat, Dampak Berkepanjangan

Dalam beberapa waktu terakhir, publik menyaksikan pengesahan regulasi dan kebijakan penting yang dilakukan secara cepat, minim partisipasi, dan terbatas ruang debatnya. Dari perubahan aturan ketenagakerjaan, proyek strategis nasional, hingga kebijakan sektor sumber daya alam. Keputusan sering diambil di ruang pejabat, sementara masyarakat menanggung konsekuensinya di lapangan.

Ketika kebijakan disahkan dalam hitungan hari, pemulihan hidup rakyat bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Rakyat Membayar Harga dari Keputusan Pejabat

Dampak kebijakan cepat itu nyata. Gelombang PHK di berbagai sektor, tekanan upah di tengah biaya hidup yang meningkat, serta konflik lahan yang melibatkan masyarakat adat dan petani menunjukkan bahwa keadilan sosial tidak ikut dipercepat. Di sisi lain, korban bencana ekologis banjir, longsor, dan krisis air terus berulang di wilayah yang sebelumnya menjadi lokasi eksploitasi atau proyek besar.

Dalam banyak kasus, negara hadir untuk meresmikan, tetapi absen saat rakyat kehilangan.

You Might Also Like

Basuki Tolak Tambah Anggaran IKN, Partai X: IKN Baru, Rakyat Tetap Terlantar!
BGN Kucurkan Rp 900 M Per Hari, Partai X Minta Pengawasan Ketat
Keberatan Kepabeanan Harus Menyerahkan Jaminan, Saatnya Regulasi Diubah demi Keadilan 
Kearifan Lokal dan Nilai Pancasila Harus Menjadi Fondasi Kepemimpinan

Hukum Cepat untuk Mengatur, Lambat untuk Melindungi

Masalah krisis keadilan juga tampak dalam penegakan hukum. Aturan tegas sering diberlakukan kepada warga, buruh, dan aktivis, sementara pelanggaran oleh pemilik modal atau pelaku kejahatan besar terasa berliku dan berlarut. Hukum bergerak cepat saat mengatur rakyat, tetapi kehilangan kecepatan ketika harus membatasi kekuasaan dan melindungi yang lemah.

Keadilan yang selektif adalah bentuk ketidakadilan yang dilembagakan.

Narasi Stabilitas Menutupi Luka Sosial

Pemerintah kerap membingkai situasi sebagai terkendali dan stabil. Namun stabilitas versi angka tidak selalu berarti stabilitas hidup. Di balik klaim pertumbuhan, ada keluarga yang kehilangan penghidupan, ada wilayah yang rusak permanen, dan ada generasi muda yang menghadapi masa depan tanpa kepastian kerja. Krisis keadilan muncul ketika penderitaan ini dianggap sebagai “biaya yang harus dibayar”.

Padahal, tidak ada pembangunan yang sah jika mengorbankan martabat manusia.

Solusi: Memperlambat Kebijakan, Mempercepat Keadilan

Negara perlu mengubah orientasi: bukan sekadar cepat membuat kebijakan, tetapi serius memastikan keadilan sosial. Proses legislasi dan kebijakan strategis harus dibuka secara transparan dan partisipatif, terutama bagi kelompok terdampak. Evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang telah menimbulkan konflik dan kerugian rakyat harus dilakukan, termasuk keberanian untuk merevisi atau menghentikannya. Penegakan hukum wajib ditegakkan secara setara, tanpa pandang kekuasaan dan modal. Terakhir, ukuran keberhasilan negara harus dikembalikan pada satu hal mendasar: apakah hidup rakyat benar-benar menjadi lebih aman, adil, dan bermartabat. Tanpa itu, kecepatan kebijakan hanya akan memperpanjang krisis keadilan yang ditanggung rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Keadilan Hilang: Upah Rakyat Ditahan, Janji Penguasa Dilipatgandakan
Next Article Kedaulatan Rakyat Terhimpit: Kebijakan Fiskal yang Membebani

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Menegakkan Keadilan Adalah Bentuk Tertinggi dari Pengamalan Pancasila

November 3, 2025
Pemerintah

Benarkah Tuntutan 17+8 Tak Akan Pernah Dipenuhi?

November 10, 2025
Pemerintah

Blueprint Baru Bangsa dari UUD 1945 hingga Amandemen Kelima

November 3, 2025
Seputar Pajak

Desa Penghasil Pajak, Partai X: Rakyat Pembayar Harus Dapat Balik Manfaat!

October 16, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.