By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 21 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Keadilan: Katanya Negara Kuat, Nyatanya Rakyat Rapuh
Pemerintah

Krisis Keadilan: Katanya Negara Kuat, Nyatanya Rakyat Rapuh

Diajeng Maharani
Last updated: December 31, 2025 1:15 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis keadilan kian terasa ketika negara berulang kali mengklaim diri kuat, stabil, dan terkendali, namun di saat yang sama rakyat justru hidup dalam kondisi rapuh. Kenaikan harga kebutuhan pokok, penggusuran ruang hidup, minimnya perlindungan sosial, serta ketimpangan akses keadilan menjadi bukti bahwa kekuatan negara tidak otomatis berarti kekuatan rakyat. Narasi negara kuat terdengar lantang, tetapi realitas rakyat berbicara sebaliknya.

Pemerintah sering menekankan stabilitas politik dan ekonomi sebagai keberhasilan. Namun di lapangan, banyak warga menghadapi ketidakpastian kerja, tekanan ekonomi, dan rasa tidak aman terhadap masa depan. Stabilitas yang tidak dirasakan rakyat justru berubah menjadi beban, bukan perlindungan.

Ketika kebijakan lebih sibuk menjaga indikator makro, kerentanan mikro di tingkat rakyat diabaikan.

Negara Hadir untuk Sistem, Absen bagi Warga

Berbagai kebijakan menunjukkan negara sangat sigap mengamankan proyek, investasi, dan kepentingan elite. Sebaliknya, saat rakyat menghadapi bencana, konflik lahan, atau tekanan ekonomi, negara kerap datang terlambat atau sekadar memberi pernyataan normatif.

Kondisi ini memperkuat kesan bahwa negara kuat dalam mengatur, tetapi lemah dalam melindungi.

Tanggapan Partai X: Negara Tidak Boleh Membiarkan Rakyat Rapuh

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa ukuran kekuatan negara bukan terletak pada citra atau narasi, melainkan pada kondisi rakyatnya.

You Might Also Like

Wamenkop Mengajak Kopdes Manfaatkan LPDB, Dukungan Pemda Harus Tepat!
Pemimpin yang Lupa Rakyat Telah Kehilangan Arah Kedaulatan
DP Rumah Nol Persen Dilanjutkan 2026: Partai X Ingatkan, Jangan Jadikan Rakyat Kelinci Uji Coba Skema Gagal!
Penguasa Tentukan Kandidat: Hak Memilih Tanpa Hak Menentukan

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika rakyat hidup dalam kerentanan, berarti negara gagal menjalankan fungsi dasarnya, sekuat apa pun klaim yang disampaikan,” ujar Rinto.

Ia menambahkan bahwa negara yang benar-benar kuat adalah negara yang membuat rakyatnya merasa aman, adil, dan dihargai.

Dampak Sosial dari Kerapuhan Rakyat

Rakyat yang terus hidup dalam kondisi rapuh akan kehilangan kepercayaan pada institusi negara. Dalam jangka panjang, situasi ini dapat memicu apatisme, ketegangan sosial, hingga potensi konflik terbuka. Negara yang mengabaikan kerapuhan rakyat sedang menanam bibit krisis yang lebih dalam.

Kekuatan tanpa keadilan hanya akan melahirkan ketakutan, bukan kepercayaan.

Solusi: Menguatkan Negara dengan Menguatkan Rakyat

Untuk keluar dari krisis keadilan ini, diperlukan langkah nyata:

  1. Menggeser orientasi kebijakan dari sekadar stabilitas menuju perlindungan rakyat.
  2. Memastikan kebijakan publik berdampak langsung pada kesejahteraan dan keamanan warga.
  3. Memperkuat layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
  4. Menghentikan praktik yang mengorbankan rakyat demi kepentingan segelintir pihak.
  5. Menjalankan fungsi negara secara utuh: melindungi, melayani, dan mengatur dengan keberpihakan pada rakyat.

Rinto Setiyawan menutup dengan penegasan negara tidak boleh bangga disebut kuat jika rakyatnya rapuh. Kekuatan sejati negara lahir dari keadilan yang dirasakan warganya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Indonesia Krisis: Bencana Datang dari Kebijakan, Bukan Sekadar Alam
Next Article Indonesia Krisis: Pemerintah Klaim Sejahtera, Kelas Menengah Jatuh Perlahan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

kehilangan ruh permusyawaratan Pancasila
Pemerintah

Kehilangan Ruh Permusyawaratan Pancasila: Dari Gotong Royong ke Polarisasi

May 21, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Mendagri Tekankan Efisiensi TKD, Partai X: Efisiensi untuk Rakyat, Bukan Kantor!

September 30, 2025
Seputar Pajak

Insentif Pajak Global yang Membebani Rakyat Sementara Menguntungkan Korporasi

January 30, 2026
Seharusnya tidak menjauhkan perhatian dari kompleksitas persoalan masalah dalam negeri yang terus menumpuk.
Pemerintah

24 Dubes Diproses DPR, Partai X: Banyak yang Dikirim Keluar, Tapi Masalah Dalam Negeri Jangan Dibiarkan!

July 4, 2025
Pemerintah

Batas Kekuasaan Kabur dalam Pemerintahan: Dampak Ketidakjelasan yang Menambah Ketidakadilan

March 13, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.