By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 17 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Keadilan: Katanya Negara Kuat, Nyatanya Rakyat Rapuh
Pemerintah

Krisis Keadilan: Katanya Negara Kuat, Nyatanya Rakyat Rapuh

Diajeng Maharini
Last updated: December 31, 2025 1:15 pm
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis keadilan kian terasa ketika negara berulang kali mengklaim diri kuat, stabil, dan terkendali, namun di saat yang sama rakyat justru hidup dalam kondisi rapuh. Kenaikan harga kebutuhan pokok, penggusuran ruang hidup, minimnya perlindungan sosial, serta ketimpangan akses keadilan menjadi bukti bahwa kekuatan negara tidak otomatis berarti kekuatan rakyat. Narasi negara kuat terdengar lantang, tetapi realitas rakyat berbicara sebaliknya.

Pemerintah sering menekankan stabilitas politik dan ekonomi sebagai keberhasilan. Namun di lapangan, banyak warga menghadapi ketidakpastian kerja, tekanan ekonomi, dan rasa tidak aman terhadap masa depan. Stabilitas yang tidak dirasakan rakyat justru berubah menjadi beban, bukan perlindungan.

Ketika kebijakan lebih sibuk menjaga indikator makro, kerentanan mikro di tingkat rakyat diabaikan.

Negara Hadir untuk Sistem, Absen bagi Warga

Berbagai kebijakan menunjukkan negara sangat sigap mengamankan proyek, investasi, dan kepentingan elite. Sebaliknya, saat rakyat menghadapi bencana, konflik lahan, atau tekanan ekonomi, negara kerap datang terlambat atau sekadar memberi pernyataan normatif.

Kondisi ini memperkuat kesan bahwa negara kuat dalam mengatur, tetapi lemah dalam melindungi.

Tanggapan Partai X: Negara Tidak Boleh Membiarkan Rakyat Rapuh

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa ukuran kekuatan negara bukan terletak pada citra atau narasi, melainkan pada kondisi rakyatnya.

You Might Also Like

Biaya Pendidikan Semakin Gila, Kesempatan Semakin Sempit
Becak Listrik Diambil di Jalan, Bantuan Harus Tepat Sasaran!
Data Program Kampus Disiapkan, Butuh Solusi Nyata Bukan Sekadar Pendataan Pemerintah
Keterbatasan Demokrasi Elektoral: Partisipasi Tinggi, Dampak Rendah

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika rakyat hidup dalam kerentanan, berarti negara gagal menjalankan fungsi dasarnya, sekuat apa pun klaim yang disampaikan,” ujar Rinto.

Ia menambahkan bahwa negara yang benar-benar kuat adalah negara yang membuat rakyatnya merasa aman, adil, dan dihargai.

Dampak Sosial dari Kerapuhan Rakyat

Rakyat yang terus hidup dalam kondisi rapuh akan kehilangan kepercayaan pada institusi negara. Dalam jangka panjang, situasi ini dapat memicu apatisme, ketegangan sosial, hingga potensi konflik terbuka. Negara yang mengabaikan kerapuhan rakyat sedang menanam bibit krisis yang lebih dalam.

Kekuatan tanpa keadilan hanya akan melahirkan ketakutan, bukan kepercayaan.

Solusi: Menguatkan Negara dengan Menguatkan Rakyat

Untuk keluar dari krisis keadilan ini, diperlukan langkah nyata:

  1. Menggeser orientasi kebijakan dari sekadar stabilitas menuju perlindungan rakyat.
  2. Memastikan kebijakan publik berdampak langsung pada kesejahteraan dan keamanan warga.
  3. Memperkuat layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
  4. Menghentikan praktik yang mengorbankan rakyat demi kepentingan segelintir pihak.
  5. Menjalankan fungsi negara secara utuh: melindungi, melayani, dan mengatur dengan keberpihakan pada rakyat.

Rinto Setiyawan menutup dengan penegasan negara tidak boleh bangga disebut kuat jika rakyatnya rapuh. Kekuatan sejati negara lahir dari keadilan yang dirasakan warganya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Indonesia Krisis: Bencana Datang dari Kebijakan, Bukan Sekadar Alam
Next Article Indonesia Krisis: Pemerintah Klaim Sejahtera, Kelas Menengah Jatuh Perlahan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Mengungkap Ketimpangan Sosial Ekonomi: Dampak Kebijakan yang Salah Arah
EkonomiSosial

Mengungkap Ketimpangan Sosial Ekonomi: Dampak Kebijakan yang Salah Arah

March 31, 2026
Pemerintah

PPHN Pastikan Pembangunan Berkelanjutan, Partai X: Pembangunan Itu Harus Rakyat, Bukan Proyek!

October 20, 2025
Pakar hukum tata negara Mahfud MD menolak keras usulan pembubaran DPR RI. Menurut Mahfud, gagasan tersebut terlalu mengada-ada
Pemerintah

Mahfud MD Singgung DPR Tak Dibubarkan, Partai X: Buruk Tetap Lebih Buruk dari Kosong

August 29, 2025
Pemerintah

Kebudayaan Saraf Bangsa: Penggerak Etika dan Perilaku Sosial

April 15, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.