By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 18 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Global yang Tak Lagi Mengejutkan
Pemerintah

Krisis Global yang Tak Lagi Mengejutkan

Diajeng Maharani
Last updated: May 18, 2026 9:08 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
krisis global
SHARE

beritax.id – Dulu, ketika terjadi perang atau krisis besar global, respons utama manusia adalah kepanikan dan kekhawatiran. Mereka fokus pada keselamatan, stabilitas, dan bagaimana bertahan dari situasi yang tidak pasti.

Contents
Dari Tragedi ke PeluangPergeseran Nilai: Dari Empati ke PerhitunganNormalisasi yang Tidak DisadariKesimpulan: Adaptasi atau Kehilangan Arah?

Namun hari ini, cara pandang itu mulai berubah. Di tengah berita konflik, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian global, muncul reaksi yang berbeda. Bukan hanya rasa takut, tetapi juga perhitungan.

Sebagian orang tidak lagi hanya bertanya “apa yang akan terjadi?”, tetapi juga “sektor mana yang akan naik?” atau “di mana peluangnya?”.

Perubahan ini mempertanyakan di mana letak nurani seorang manusia.

Dari Tragedi ke Peluang

Dalam konteks pasar keuangan, krisis tidak lagi dilihat semata sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang.

Ketika terjadi konflik, sebagian pelaku pasar langsung menganalisis dampaknya terhadap harga energi, komoditas, atau sektor tertentu. Ketika pasar turun, muncul strategi “buy the dip”. Ketika ketidakpastian meningkat, justru ada yang melihatnya sebagai momen masuk.

You Might Also Like

Indonesia Emas 2026: Janji Pembangunan yang Tak Pernah Tertunai
Korupsi Sistemik Pajak Mengemuka, Polda Metro Jaya Dinilai Tak Sejalan dengan KUHAP Baru
Keadilan Hilang: Upah Rakyat Ditahan, Janji Penguasa Dilipatgandakan
PBB Tinjau Otorita IKN, Fokus Perlindungan dan Kesejahteraan Warga

Di satu sisi, ini bisa dianggap sebagai bentuk adaptasi. Sistem ekonomi modern memang mendorong efisiensi dan respons cepat terhadap perubahan.

Namun di sisi lain, ini juga menunjukkan sesuatu yang lebih dalam di mana tragedi mulai dipisahkan dari sisi kemanusiaannya, dan lebih dilihat dari sisi dampak ekonominya.

Pergeseran Nilai: Dari Empati ke Perhitungan

Yang paling menarik dan mungkin paling mengkhawatirkan adalah perubahan nilai yang terjadi secara perlahan.

Ketika konflik terjadi, perhatian tidak lagi sepenuhnya tertuju pada korban atau dampak sosialnya. Sebagian perhatian bergeser ke bagaimana peristiwa itu mempengaruhi pasar, harga, dan peluang keuntungan.

Bukan berarti empati hilang sepenuhnya, tetapi posisinya mulai berbagi ruang dengan perhitungan.

Manusia mulai terbiasa untuk berpikir dalam dua lapisan sekaligus:

  • di satu sisi memahami bahwa ini adalah tragedi
  • di sisi lain melihatnya sebagai peluang ekonomi

Dan seiring waktu, lapisan kedua ini bisa menjadi semakin dominan.

Normalisasi yang Tidak Disadari

Yang membuat fenomena ini berbahaya adalah prosesnya yang terjadi secara perlahan dan tanpa disadari.

Semakin sering krisis terjadi dan direspons dengan cara yang sama, semakin terbentuk pola pikir baru. Apa yang dulu terasa tidak wajar, perlahan menjadi biasa.

Melihat perang sebagai peluang investasi, yang dulu mungkin terasa tidak etis, kini mulai dianggap sebagai bagian dari strategi yang “cerdas”.

Tanpa disadari, standar moral ikut bergeser mengikuti kebiasaan.

Kesimpulan: Adaptasi atau Kehilangan Arah?

Di titik ini, muncul pertanyaan yang lebih dalam. Apakah ini bentuk adaptasi manusia terhadap sistem ekonomi modern?

Atau justru tanda bahwa ada sesuatu yang perlahan hilang?

Sudut paling tajamnya adalah ini dimana telah terjadi pergeseran nilai dari empati menuju oportunisme.

Bukan dalam arti manusia menjadi tidak peduli, tetapi dalam arti bahwa kepentingan pribadi dan peluang keuntungan semakin sering ditempatkan sejajar, bahkan di atas, rasa kemanusiaan. Dan jika ini terus berlanjut, maka bukan hanya sistem ekonomi yang berubah tetapi juga cara manusia memandang dunia, krisis, dan sesamanya. Dan inilah yang akan membentuk peradaban baru dimana manusia diperlihatkan bahwa kejahatan tidak apa-apa dilakukan selama ada keuntungan yang didapatkan. Ini menandakan bahwa sila pertama bukan lagi Ketuhanan yang Maha Esa, melainkan Keuangan yang Maha Kuasa.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Potongan Ojol Turun, Pemerintah Perlu Lindungi Pekerja dari Pengangguran
Next Article Proyek Kereta Kalimantan Diharapkan Mempermudah Akses Rakyat ke IKN

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

rakyat kehilangan kuasa
Pemerintah

Rakyat Kehilangan Kuasa: Banyak Suara, Minim Pengaruh

May 11, 2026
Seputar Pajak

Permintaan Informasi Publik Ditolak: PPID DJP Dituding Tak Jalankan Tugas, Kepastian Hukum Wajib Pajak Terabaikan

August 1, 2025
Pemerintah

Bahlil Lahadalia Imbau Hemat Energi, Rakyat Harus Diberi Alternatif Transportasi Aman!

March 13, 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan bunga 4 persen untuk penempatan Rp200 triliun dana pemerintah di lima bank.
Pemerintah

Bunga Penempatan Rp200 T, Partai X: Rakyat Bayar, Pejabat Nikmati!

September 15, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.