By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 16 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Krisis Ekonomi: Penguasa Diam Saat Buruh Diperas
Ekonomi

Krisis Ekonomi: Penguasa Diam Saat Buruh Diperas

Diajeng Maharani
Last updated: December 31, 2025 12:48 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis ekonomi kembali terasa nyata di kehidupan sehari-hari, terutama bagi buruh dan pekerja upahan. Di tengah tekanan global, pelemahan sektor industri tertentu, dan naiknya biaya hidup, buruh justru menghadapi situasi yang semakin berat: upah stagnan, jam kerja bertambah, dan ancaman pemutusan hubungan kerja yang datang tanpa kepastian perlindungan memadai. Sementara itu, respons negara terasa lambat dan cenderung normatif.

Krisis ini bukan sekadar angka pertumbuhan, melainkan soal daya tahan hidup jutaan keluarga pekerja.

Upah Tertekan, Beban Hidup Meningkat

Dalam beberapa waktu terakhir, publik menyaksikan perdebatan seputar upah minimum yang kenaikannya tidak sebanding dengan lonjakan harga pangan, perumahan, dan transportasi. Di banyak daerah, buruh dipaksa menerima kondisi kerja yang semakin fleksibel atas nama efisiensi, sementara keuntungan usaha tetap dijaga. Ketimpangan ini memperlihatkan siapa yang menanggung beban krisis dan siapa yang terlindungi darinya.

Buruh bekerja lebih keras, tetapi hidup tidak menjadi lebih layak.

Negara Hadir di Aturan, Absen di Lapangan

Pemerintah kerap menyampaikan bahwa regulasi perlindungan tenaga kerja sudah tersedia. Namun di lapangan, penegakan aturan sering lemah. Pelanggaran jam kerja, kontrak berkepanjangan tanpa kepastian, hingga pemotongan hak buruh kerap terjadi tanpa sanksi tegas. Aparat pengawasan ketenagakerjaan terbatas, sementara mekanisme pengaduan tidak selalu efektif bagi buruh yang berada di posisi lemah.

Ketika krisis menekan, negara seharusnya hadir lebih kuat—bukan sekadar mengutip regulasi.

You Might Also Like

Disdik DKI Tak Wajibkan Wisuda PAUD hingga SMA, Partai X Soroti Kebijakan Baru
Demokrasi Tanpa Etika: Mengapa Indonesia Terus Tertinggal dalam Ketimpangan Sosial
Menangkap Cahaya Nur Muhammad: Landasan Spiritual Konstitusi Langit Cak Nun
Ojol Ngadu ke DPR, Partai X: BPJS Bayar Sendiri, Pemerintah ke Mana?

Kebijakan Ekonomi yang Tidak Berimbang

Orientasi kebijakan yang terlalu menekankan stabilitas investasi sering kali mengorbankan perlindungan buruh. Dalam iklim krisis, perusahaan diberi ruang luas untuk melakukan efisiensi, sementara buruh diminta “memahami kondisi”. Narasi ini berulang setiap kali ekonomi melambat, dan selalu berakhir pada pengorbanan pihak yang sama.

Krisis ekonomi akhirnya menjadi legitimasi untuk memeras tenaga kerja secara sistemik.

Dampak Sosial yang Mengendap

Tekanan ekonomi terhadap buruh berdampak panjang: menurunnya kualitas hidup, meningkatnya utang rumah tangga, serta risiko sosial yang membesar. Ketika buruh terus ditekan tanpa perlindungan, yang lahir bukan produktivitas, melainkan kelelahan kolektif. Negara yang membiarkan kondisi ini sedang menanam benih krisis sosial di masa depan.

Krisis buruh adalah krisis negara yang ditunda.

Solusi: Negara Harus Memihak yang Rentan

Pemerintah perlu segera memperkuat pengawasan ketenagakerjaan dan menindak tegas pelanggaran hak buruh, terutama di masa krisis. Kebijakan upah harus disesuaikan dengan realitas biaya hidup, bukan sekadar kompromi angka. Program perlindungan sosial bagi buruh terdampak krisis perlu dipermudah dan diperluas agar tepat sasaran. Yang terpenting, negara harus berani menyeimbangkan kepentingan modal dan tenaga kerja, karena stabilitas ekonomi sejati tidak lahir dari buruh yang diperas, melainkan dari keadilan yang dirasakan.

Krisis ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk membungkam dan mengorbankan buruh justru di situlah negara diuji keberpihakannya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Krisis Keadilan: Tanah Rakyat Diambil, Penguasa Menyebutnya Pembangunan
Next Article Krisis Keadilan: Narasi Dibangun Rapi, Realitas Rakyat Dibiarkan Berantakan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Seputar Pajak

Pajak Mencekik Rakyat: Ketika Setiap Keputusan Kebijakan Menambah Beban dan Mengurangi Kesejahteraan

February 16, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

RUU Pemilu Diminta Segera Dibahas, Partai X Ingatkan Jangan Cuma Bahas Kuota Tanpa Isi

April 29, 2025
Pemerintah

Kemendikdasmen Usulkan TPG untuk 1,2 Juta Guru, Kesejahteraan Guru Harus Ditingkatkan!

February 3, 2026
Pemerintah

Uji Kelayakan KY Berlanjut, Partai X Tekankan Transparansi Putusan

November 22, 2025
Pemerintah

Polri Bongkar Rekening Rp204 M, Partai X: Koruptor Tajir, Rakyat Makin Miskin!

September 26, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.