By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 5 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ketimpangan dalam Demokrasi: Ketika Kepentingan Korporasi Menghancurkan Proses Demokratis
Pemerintah

Ketimpangan dalam Demokrasi: Ketika Kepentingan Korporasi Menghancurkan Proses Demokratis

Diajeng Maharani
Last updated: February 4, 2026 1:59 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Ketimpangan dalam demokrasi semakin nyata ketika kepentingan korporasi mendominasi proses pemerintahan dan kebijakan negara. Demokrasi yang seharusnya memberi kekuatan pada rakyat kini sering kali dipengaruhi oleh kekuatan besar yang tidak terpilih dan mengutamakan keuntungan ekonomi mereka di atas kesejahteraan masyarakat. Di Indonesia, kebijakan sering kali lebih menguntungkan perusahaan-perusahaan besar daripada rakyat, sementara suara rakyat terabaikan atau dibungkam oleh kepentingan pejabat pemerintahan dan ekonomi.

Kepentingan Korporasi yang Mendominasi Kebijakan Publik

Korporasi besar, baik nasional maupun multinasional, memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pembuatan kebijakan di Indonesia. Lobbying dan kontribusi besar dalam kampanye kekuasaan sering kali menjadi alat untuk mengarahkan keputusan pemerintah yang menguntungkan sektor bisnis mereka. Hal ini menciptakan ketimpangan besar dalam proses demokrasi, di mana rakyat merasa tidak memiliki kekuatan dalam menentukan arah kebijakan yang mereka hadapi. Kebijakan-kebijakan yang diambil lebih sering menguntungkan kepentingan korporasi daripada memperhatikan kebutuhan masyarakat luas, yang semakin terpinggirkan.

Meskipun pemilu memberikan kesempatan bagi rakyat untuk memilih pemimpin, keputusan-keputusan besar yang memengaruhi kehidupan mereka sering kali diambil di luar kontrol mereka. Ketimpangan ini mengarah pada demokrasi yang hanya berlaku prosedural tanpa substansi. Rakyat, yang seharusnya menjadi pemegang kendali, sering kali hanya menjadi objek dari kebijakan yang telah ditentukan oleh para pejabat. Ketika kebijakan publik lebih memperhatikan keuntungan bagi perusahaan besar daripada kesejahteraan masyarakat, demokrasi menjadi tidak bermakna bagi sebagian besar rakyat.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Tugas Negara untuk Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat

Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus berfokus pada pengelolaan kekuasaan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk memperkuat dominasi korporasi. Negara harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berpihak pada kesejahteraan rakyat dan tidak dimanfaatkan. Hal ini untuk kepentingan kelompok tertentu yang memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan.

Solusi untuk Mengembalikan Demokrasi yang Sehat dan Berpihak pada Rakyat

  1. Reformasi Sistem Pemilu dan Pembiayaan
    Reformasi pemilu yang lebih transparan dan adil harus dilakukan untuk mengurangi pengaruh uang dalam pemerintahan. Pembiayaan yang berbasis pada sumber daya rakyat akan mengurangi dominasi korporasi dalam proses pemerintahan.
  2. Penguatan Regulasi Terhadap Lobbying Korporasi
    Pemerintah harus memperkenalkan regulasi yang lebih ketat terhadap praktik lobbying oleh korporasi. Setiap lobby yang dilakukan oleh perusahaan besar harus diumumkan kepada publik dan diperiksa untuk memastikan tidak ada benturan kepentingan yang merugikan rakyat.
  3. Pemberdayaan Rakyat dalam Pengambilan Keputusan
    Rakyat harus diberi lebih banyak ruang dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kebijakan ekonomi dan sosial. Pemerintah harus mendengarkan suara rakyat melalui forum yang lebih terbuka dan inklusif. Memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan berdampak positif pada kehidupan mereka.
  4. Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintah
    Pemerintah harus meningkatkan transparansi dalam setiap proses pembuatan kebijakan dan pengelolaan dana publik. Ini akan mengurangi ruang bagi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu untuk memanipulasi kebijakan demi keuntungan mereka.
  5. Penegakan Hukum Terhadap Korupsi dan Praktik Tidak Etis
    Negara harus memperkuat lembaga pengawas dan penegak hukum untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak dilatarbelakangi oleh praktik korupsi atau konflik kepentingan. Pemberantasan korupsi akan menciptakan iklim pemerintahan yang lebih adil dan bersih.

Penutup: Menegakkan Demokrasi yang Berpihak pada Kesejahteraan Rakyat

Ketimpangan dalam demokrasi yang disebabkan oleh pengaruh korporasi akan menghancurkan esensi dari pemerintahan yang berdasarkan pada rakyat. Rinto Setiyawan menekankan bahwa negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkan demokrasi yang sesungguhnya, kita perlu mengurangi pengaruh kekuatan korporasi dalam proses pembuatan kebijakan dan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil akan memberikan manfaat langsung bagi rakyat. Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat menciptakan demokrasi yang lebih sehat dan adil.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketimpangan dalam Demokrasi: Demokrasi yang Tidak Pernah Berarti Bagi Rakyat
Next Article Ketika Rakyat Tidak Dilibatkan dalam Amandemen Konstitusi Negara: Pembangunan Tanpa Partisipasi

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah membuka ruang keberatan bagi 28 perusahaan yang izinnya dicabut terkait pelanggaran lingkungan, dengan menekankan kehati-hatian
Pemerintah

Pemerintah Buka Ruang Keberatan, Izin Usaha Harus Diperjelas!

February 4, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Tunjangan Dosen Naik, Kampus Tetap Goyang – Partai X: Kinerja Siapa yang Ditingkatkan?

April 21, 2025
Ekonomi

Layanan Medis Bali Dibilang Kelas Dunia, Partai X: Estetikanya Mewah, Tapi Puskesmas Masih Antre dan Bocor!

July 1, 2025
Pemerintah

Implementasi Nilai Pancasila dalam Pidato Prabowo Dinilai Gagal

June 5, 2025
Pemerintah

Demokrasi Terancam Saat Pemerintah Bayaran Lupa Mandat

January 9, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.