By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 13 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ketika Sistem Presidensial Membawa Nasib Buruk bagi Rakyat
Pemerintah

Ketika Sistem Presidensial Membawa Nasib Buruk bagi Rakyat

Diajeng Maharani
Last updated: January 13, 2026 11:37 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Siapapun Presidennya, kenapa polanya selalu berulang? Janji manis di awal, bagi-bagi kursi di tengah, dan akhirnya membuat kebijakan yang ngawur?

Contents
Sialnya Sistem PresidensialTidak Ada Kesejahteraan MasyarakatSolusi

Ada satu hipotesis menarik, dimana Indonesia itu gagal bukan hanya karena pejabatnya korup, tapi karena sistem pemerintahan yang  incompatible. And yup, presidensial.

Kombinasi maut yang oleh profesor ilmu politik Scott Mainwaring dibilang sebagai resep instabilitas. Dan hari ini, mari kita lihat apakah sistem pemerintahan Indonesia ini emang didesain untuk gagal. Let’s break it down.

Apa itu Presidensial?

Sistem presidensial adalah sistem pemerintahan di mana presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, dipilih langsung oleh rakyat, dan memegang kekuasaan eksekutif secara independen dari legislatif, dengan masa jabatan tetap dan tidak bisa dijatuhkan parlemen kecuali melalui mekanisme hukum seperti impeachment.

Amerika Serikat, Indonesia, dan Brasil adalah contoh negara yang mengadopsi sistem ini.

You Might Also Like

Pembalakan Liar Merajalela, Pemerintah ke Mana?
Bagi Hasil Transportasi Daring, Partai X Minta Skema Adil dan Terbuka!
Produksi Beras Naik 2,28 Juta Ton, Partai X: Kenapa Harga Masih Mahal dan Petani Tetap Miskin?
KPU Usulkan Tambahan Rp986 M, Partai X: Demokrasi Mahal, Tapi Rakyat Hanya Jadi Penonton di Bilik Suara!

Sialnya Sistem Presidensial

Simpelnya gini. Presiden dipilih langsung oleh rakyat, punya legitimasi kuat, dan punya masa jabatan tetap atau fixed term. Dia merasa, ‘Aku bosnya karena aku dipilih lho sama rakyat’.

Ketika dia punya legitimasi kuat karena dipilih langsung oleh rakyat dan punya masa jabatan tetap. Harusnya dia bisa kerja cepat, kan?

Tapi masalahnya begini…

Justru karena dia memegang dua jabatan itu dalam sistem multipartai yang ekstrem, terjadilah situasi saling sandera.

Presiden butuh partai untuk pencalonan, dan partai yang di dalamnya ada anggota-anggota DPR ini butuh persetujuan presiden untuk membuat kebijakan.

Dengan kata lain, Partai butuh Presiden sebagai Eksekutor. Mereka melalui anggota DPR mungkin punya “kewenangan”, tapi Presiden yang jadi “kaki”. Tanpa Presiden, uang dan kekuasaan partai cuma berhenti di atas kertas, nggak bisa jadi proyek nyata.

Meskipun mengenal yang namanya Trias Politica, tapi di Indonesia semua ini bias. Karena semuanya harus atas persetujuan Presiden. Jadi kalo ada Presiden bilang dia nggak punya tongkat nabi musa, itu cuma omon-omon.

Tidak Ada Kesejahteraan Masyarakat

Lantas, apa dampaknya buat kita? Tidak Ada Kesejahteraan Masyarakat.

Dalam sistem Presidensial yang sentralistik dan transaksional ini, pejabat daerah pun ikut rusak mentalnya. Nasib pejabat daerah itu sangat bergantung sama restu pusat.

Jadi, prioritas mereka bergeser. Bukan lagi melayani Konstitusi atau Rakyat, tapi melayani ‘Sang Raja’ di Jakarta.

Selama sistemnya memaksa mereka menjilat ke atas demi aman, aspirasi kalian yang di bawah nggak akan pernah didengar.

Itulah kenapa negara Indonesia ini kacau balau.

Solusi

Kalau kita sepakat masalahnya ada di desain kekuasaan, maka solusinya juga nggak bisa setengah-setengah.

Ujungnya cuma satu yaitu kedaulatan harus kembali ke tangan rakyat.

Pertanyaannya, caranya lewat apa?

Secara teori, ada beberapa jalan. Nggak ada yang sempurna. Semua punya harga dan risiko.

  1. Dekrit Presiden.
    Ini jalan cepat. Presiden memakai legitimasinya untuk memaksa perubahan aturan main. Masalahnya, ini bertumpu pada satu orang. Kalau niatnya baik, bisa jadi koreksi. Kalau niatnya salah, bisa berubah jadi otoritarianisme. Cepat, tapi berbahaya.
  2. Konvensi Nasional.
    Ini jalur dialog besar-besaran. Semua elemen duduk bareng, bicara ulang soal arah negara. Kedengarannya ideal, tapi berat. Butuh kemauan untuk melepaskan sebagian kekuasaan mereka sendiri. Dan itu jarang terjadi.
  3. Referendum Rakyat.
    Ini yang paling demokratis secara konsep. Rakyat diajak langsung memutuskan soal perubahan besar. Tapi referendum cuma mungkin kalau penguasa mau membuka pintu. Dan sistem yang diuntungkan oleh status quo jarang rela mempertaruhkan hasilnya ke rakyat.
  4. Perubahan lewat Parlemen.|
    Ini jalur resmi dan konstitusional. Tapi juga yang paling lambat dan paling penuh kompromi. Karena perubahan harus disetujui oleh orang-orang yang justru diuntungkan oleh sistem lama. Harapannya ada, tapi kecil.

Lalu ada dua jalan terakhir, yang selalu muncul dalam sejarah, tapi selalu mahal harganya.

Revolusi.

Perubahan dari tekanan rakyat yang meledak. Sistem runtuh karena legitimasi hilang. Ini bisa melahirkan harapan baru, tapi hampir selalu dibayar dengan kekacauan dan korban.

Dan yang terakhir, kudeta militer.

Ini bukan solusi demokratis, tapi fakta sejarah menunjukkan bahwa ketika sistem sipil buntu, militer sering muncul sebagai “penyelesai”. Cepat, tegas, tapi hampir selalu mematikan kedaulatan rakyat dalam jangka panjang. Menurut kalian mana yang cocok?

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pertumbuhan Berkelanjutan atau Perusahaan Zombie Indonesia? Pertumbuhan Berkelanjutan atau Perusahaan Zombie Indonesia?
Next Article Pejabat Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh, Risiko Dialihkan ke Rakyat Pejabat Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh, Risiko Dialihkan ke Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Kesepakatan Gula Rp1,5 Triliun, Partai X: Harga Manis di Atas Kertas!

August 28, 2025
Putri Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut Soeharto, resmi menggugat Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Pemerintah

Tutut Soeharto Gugat Menkeu, Partai X: Rakyat Gugat Keadilan, Bukan Hukum Pejabat!

September 18, 2025
Pemerintah

Bangsa Bisa Hancur Jika Pejabat Lupa Bahwa Mereka Hanya Pelaksana Amanat Rakyat

November 19, 2025
Pemerintah

Kekuasaan Bergaji Pajak dalam Sistem Negara yang Rapuh

January 9, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.